01 Mei 2026

Tingkatkan Daya Saing Program Pascasarjana, FEB UNS Bahas Kurikulum RPL MESP

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Pembahasan Draf Kurikulum Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) pada Kamis, 16 Oktober 2025 di Laboratorium Project Based Learning (PBL) Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, dan dihadiri oleh Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. selaku Ketua Program Studi MESP, Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si. Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS yang bergabung secara daring, serta dosen-dosen MESP FEB UNS.

Dalam sambutannya, Prof. Tri Mulyaningsih menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memfasilitasi Prodi MESP untuk mempersiapkan pembukaan Program RPL.

“RPL adalah pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang telah diperoleh seseorang melalui pengalaman kerja sebelumnya. Saat ini, FEB telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan RPL di tingkat S1, seperti pada Prodi Akuntansi yang menerima mahasiswa dari BPKP. Untuk jenjang S2, kita merancang RPL berbasis pencapaian kredit dari portofolio pekerjaan, bukan sekadar transfer kredit,” jelas Prof. Tri.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa potensi kerja sama melalui RPL sangat besar, baik dengan instansi pemerintah maupun lembaga profesional. Dengan adanya RPL, program studi dapat menjaring mahasiswa dari kalangan praktisi yang memiliki pengalaman relevan, sehingga tidak hanya meningkatkan jumlah mahasiswa, tetapi juga memperkaya interaksi akademik di kelas.

“Pertimbangan pengembangan RPL ini bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga agar program studi dikelola secara lebih ekonomis. Beberapa prodi masih menghadapi tantangan dari sisi jumlah mahasiswa. Dengan RPL, kita berharap dapat meningkatkan daya tarik program, memperluas jejaring kerja sama, dan membuat kurikulum lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si., Kaprodi MESP menjelaskan bahwa pembahasan ini menjadi bagian dari upaya pembaruan kurikulum untuk memperkuat daya saing program magister di FEB UNS.

“Kita memang masih tertinggal dari Magister Manajemen dalam hal penerimaan mahasiswa. Karena itu, selain program reguler dan fast track yang sudah berjalan, RPL menjadi alternatif penting bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi profesional,” ujar Prof. Suryanto.

Ia menambahkan, model RPL di MESP akan membuka kesempatan bagi lulusan S1 Ekonomi maupun non-ekonomi yang memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun, khususnya di bidang perencanaan, kebijakan publik, atau ekonomi daerah. Melalui mekanisme asesmen dan portofolio, pengalaman kerja peserta akan diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran sesuai standar akademik.

Diskusi yang dipandu secara interaktif ini juga menghadirkan masukan substantif dari LPPMP UNS terkait tata kelola akademik dan ketentuan administratif RPL, mulai dari syarat pendaftaran, penentuan credit recognition, hingga proses verifikasi dokumen portofolio peserta.

Dengan adanya pembahasan draf kurikulum ini, Prodi MESP diharapkan dapat segera membuka jalur RPL pada semester genap tahun akademik 2025/2026. Program ini akan memperluas akses pendidikan tinggi bagi para profesional, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perencanaan dan kebijakan ekonomi.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran yang inklusif dan pengakuan terhadap pembelajaran nonformal; serta SDG 8 yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja profesional di sektor publik dan ekonomi pembangunan.