27 Apr 2026

FEB UNS Gelar Kuliah Umum Bahas Transformasi Digital untuk Dorong Pertumbuhan Retail Funding Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Driving Retail Funding Growth Through Digital Transformation” Kamis, 9 April 2026 di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

Kegiatan ini menghadirkan Ari Kurniaman, Network & Retail Funding Director PT Bank Syariah Nasional, sebagai narasumber utama.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Disampaikan bahwa FEB UNS tidak hanya memposisikan diri sebagai penyedia tenaga kerja, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem keuangan, khususnya dalam menghadapi transformasi digital.

“Kolaborasi ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata dari praktik di lapangan. Sinkronisasi antara financial market dan sektor riil, terutama dengan adanya aspek digital, menjadi hal yang perlu terus dikembangkan,” ujar Prof. Bhimo.

Prof. Bhimo juga menambahkan bahwa masukan dari industri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam sesi materi, Ari Kurniaman memaparkan bahwa potensi perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar, meskipun saat ini pangsa pasarnya baru berkisar 7–8% dari total industri perbankan nasional. Dengan mayoritas penduduk muslim serta dukungan digitalisasi, perbankan syariah memiliki peluang untuk tumbuh hingga 18–20% pada tahun 2028 melalui inovasi produk dan penguatan ekosistem.

Ia menjelaskan bahwa retail funding menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan pembiayaan, terutama untuk sektor UMKM dan pembiayaan halal. “Dana retail merupakan sumber pendanaan yang stabil, berbiaya rendah, dan berkelanjutan, sehingga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis perbankan,” jelas Ari.

Lebih lanjut, Ari menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah perilaku nasabah secara signifikan. Digital banking kini bukan sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi kanal utama dalam layanan perbankan. Peningkatan penggunaan mobile banking, QRIS, dan sistem pembayaran real-time seperti BI-FAST menunjukkan pergeseran menuju ekosistem keuangan yang lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Dalam strategi pertumbuhan, BSN mengembangkan tiga pilar utama, yaitu digital acquisition, penguatan ekosistem komunitas (seperti masjid, kampus, dan UMKM halal), serta penguatan layanan institusional. Selain itu, integrasi dengan ekosistem halal seperti haji dan umrah, zakat, wakaf, serta sektor pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan praktisi industri, sehingga dapat memperkaya wawasan serta memahami tantangan dan peluang di sektor keuangan syariah berbasis digital.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi.

Kegiatan kuliah umum ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik, tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan transformasi digital dalam sektor perbankan.