29 Sep 2023

Prof. Agung Nur Probohudono Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Manajemen FEB UNS

Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CfrA dikukuhkan sebagai Guru Besar  Bidang Akuntansi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa (23/5/2025) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan disiarkan langsung melalui Youtube Universitas Sebelas Maret.

Prof. Agung Nur Probohudono yang merupakan guru besar ke 20 di FEB UNS dan ke 260 di UNS menyampaikan pidato pengukuhannya  bertajuk Praktik Pengungkapan Akuntansi dan Komunikasi Bisnis Berbasis Kemanusiaan.

“Ini merupakan perjalanan di kepakaran saya selama ini yaitu di bidang akuntansi manajemen. Ibarat seperti dalam lakon wayang Bimo Suci yaitu proses pembelajaran dalam pencarian jati diri dalam mendapatkan kebenaran. Dalam kisah tersebut ada yang disebut dengan air sebagai sumber kehidupan yang secara filosofi adalah supaya kita bisa bermanfaat bagi sesama.  Maka dari itu pidato ini saya beri judul Praktik Pengungkapan Akuntansi dan Komunikasi Bisnis Berbasis Kemanusiaan” jelasnya.

Disampaikannya, dari berbagai penelitian yang dilakukan dengan pengungkapan akuntansi, benang merahnya adalah pada bagaimana perusahaan mampu mengungkapkan informasinya secara spesifik yang kemudian mampu untuk membuat satisfy, everybody happy semua pemangku kepentingan khususnya yang berlandaskan dengan humanity atau kemanusiaan.

Cara membuat everybody happy yaitu dengan adanya komunikasi bisnis melalui pengungkapan yang berlandaskan kepada humanity, artinya kemudian perusahaan perlu berkomunikasi dengan lingkungan dengan baik pada berbagai saluran komunikasi di perusahaan. Komunikasi berlandaskan pada kemanusiaan seperti tradisi Jawa “among rasa” dapat membuat semua pihak merasa puas.

Perusahaan juga perlu menciptakan saling belajar dan berbagi pengalaman dengan para stakeholder-nya untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Penerapan 8 Hastha Laku oleh Solo Bersimfoni dapat membantu dalam mengelola stakeholder perusahaan melalui kearifan lokal Guyub Rukun, Gotong Royong, Tepa Selira, Ewuh Pekewuh, Pangerten, Grapyak Semanak, Lembah Manah, dan Andhap Asor.