Laboratorium Perpajakan FEB UNS Adakan Kuliah Umum
Laboratorium Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Kuliah Umum Perpajakan: Pajak dan Keuangan dalam Era Digital, Tantangan dan Peluang, Jumat, 13 Juni 2025 di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.
Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan juga mahasiswa tersebut mengundang pembicara Jafar Shodiq, S.Akt., M.Ak, Managing Partner MNCo Juara.
Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan bidang Akademik dan Penelitian dalam sambutannya mengatakan FEB UNS memiliki delapan laboratorium, yakni Laboratorium Logistik dan Pasar Modal, Ekspor Impor, Financial Technology, Project Based Learning (PBL), Bina Desa, Teknologi Informasi Terpadu, Kewirausahaan dan Perpajakan.

Dikatakan, laboratorium tidak identik kuliah di eksak. Tujuannya untuk memfasilitasi mahasiswa, jadi mahasiswa tidak hanya belajar di kelas tapi juga meningkatkan keterampilannya.
“Semua pilihan keterampilan kita sediakan agar lulus tidak hanya mendapatkan ijazah, karena ijazah saja tidak cukup untuk daya jual Temen-Temen, jadi perlu ditambah keterampilan-keterampilan lainnya” ujarnya.
Sementara itu, Jafar Shodiq di awal presentasinya mengatakan bahwa karier di bidang perpajakan dianggap prestisius dan menarik, memiliki peluang karier luas, penghasilan menarik, beragam pilihan pekerjaan, dan kesempatan berkarir internasional.
Posisi yang tersedia di bidang perpajakan diantaranya staf/ manager pajak, akuntan pajak, dosen/pengajar/narasumber pajak, pegawai pajak di Ditjen Pajak, penulis bidang pajak (buku, majalah, koran), perencana pajak (tax planner), konsultan pajak dan pengacara pajak (kuasa hukum wajib pajak).

Lebih lanjut dikatakan, di era ekonomi yang terus berkembang, semakin banyak individu yang memilih untuk mengejar karir sebagai konsultan pajak. Dengan permintaan yang tinggi untuk profesional pajak, gaji yang kompetitif, dan tantangan yang menarik, bidang ini menawarkan peluang yang signifikan bagi mereka yang ingin membangun karir yang sukses.
Konsultan pajak memainkan peran penting dalam membantu bisnis dan individu memahami dan mematuhi peraturan perpajakan yang kompleks. Dengan keterampilan yang tepat, mereka dapat memberikan solusi yang efektif dan strategis, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
“Karir di bidang pajak tidak hanya menjanjikan dari segi finansial, tetapi juga memberikan kesempatan untuk terus belajar dan berkembang. Setiap kasus pajak adalah unik, dan ini membuat pekerjaan kami selalu menarik,” ungkapnya.
Dengan semakin banyaknya peluang di sektor ini, individu yang tertarik untuk berkarir di bidang pajak didorong untuk mengeksplorasi pendidikan dan pelatihan yang relevan.
Mempersiapkan karir di bidang pajak menawarkan berbagai peluang dan tantangan yang perlu dipahami. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan termasuk permintaan tinggi dan gaji kompetitif, sementara kelemahan mencakup persaingan ketat dan kebutuhan untuk pembaruan pengetahuan. Peluang pertumbuhan ekonomi dan layanan perpajakan yang meningkat harus diimbangi dengan ancaman perubahan regulasi dan stigma negatif terhadap profesi ini.

Lebih lanjut disampaikan terkait manfaat pemahaman perpajakan bagi pengusaha.
Pemahaman perpajakan memberikan manfaat tidak langsung yang signifikan bagi pengusaha. Dengan analisis keuangan yang mendalam, pengusaha dapat mengidentifikasi peluang dan masalah, serta membuat keputusan bisnis yang lebih strategis. Selain itu, kepatuhan terhadap peraturan perpajakan meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor, membuka peluang untuk pertumbuhan yang lebih besar.
Kuliah Umum “Pajak dan Keuangan dalam Era Digital” yang diselenggarakan oleh Laboratorium Perpajakan FEB UNS tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Melalui kegiatan ini, FEB UNS mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan akses pembelajaran kontekstual dan keterampilan praktis kepada mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja. Topik perpajakan yang diangkat juga berkaitan erat dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena mendorong pemahaman tentang pentingnya kepatuhan pajak dalam pembangunan ekonomi, sekaligus membuka wawasan karier yang luas di bidang ini.
Laboratorium perpajakan, sebagai bagian dari inovasi pendidikan di FEB UNS, juga berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi keuangan digital.
Kolaborasi dengan praktisi perpajakan profesional seperti Jafar Shodiq mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), di mana sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing global.
