26 Jul 2026

Libatkan UMKM hingga Difabel, Peneliti FEB UNS Susun Model Ekonomi Inklusif di Kepulauan Banda

Tim peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Prof. Dr. Budhi Haryanto, M.M baru saja merampungkan penelitian lapangan yang berpotensi merevolusi pengembangan ekonomi di wilayah kepulauan.

Tim ini sukses menggali potensi unik Kepulauan Banda, Maluku Tengah, dalam kurun waktu 19-24 Juli 2025.

Penelitian ini merupakan bagian dari skema Hibah Penelitian Fundamental BIMA Dikti Tahun 2025 yang berfokus pada perancangan model ekonomi inklusif berbasis keunikan lokal.

Kedatangan tim peneliti di Banda Naira disambut hangat oleh pemerintah kecamatan, yang mengapresiasi keterlibatan langsung akademisi dari perguruan tinggi terkemuka dalam riset berbasis masyarakat, terutama di daerah yang seringkali terpinggirkan dari sentuhan pembangunan nasional.

Dalam risetnya, tim FEB UNS tak hanya melakukan wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengelola produk khas daerah seperti olahan pala, kerajinan laut, dan kuliner tradisional.

Lebih dari itu, mereka juga secara khusus menjangkau pelaku usaha dari kalangan difabel, kelompok yang kerap luput dari perhatian program pemberdayaan ekonomi.

“Kami menemukan banyak praktik bisnis lokal yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya, gotong royong, dan inovasi sederhana yang lahir dari keterbatasan,” ungkap Prof. Budhi Haryanto.

Ia menambahkan bahwa penelitian ini tidak hanya mendokumentasikan praktik ekonomi lokal, tetapi juga mengeksplorasi potensi penciptaan model bisnis yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.

Tim peneliti ini adalah kolaborasi lintas institusi yang diperkuat oleh sejumlah akademisi dari berbagai universitas.

Di antaranya; Cheryl Marlitta Stefia dari Universitas Kristen Duta Wacana, Eni Munarsih dari Universitas Mahakarya Asia, dan Baretha Meisar Titioka dari Politeknik Negeri Ambon, ketiganya merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS.

Selain itu, Sabda Adji Kurniawan dari Universitas Pattimura turut memperkaya tim dengan sudut pandang dan pendekatan analisis lintas budaya dan wilayah.

Di sela-sela padatnya jadwal penelitian, Prof. Budhi Haryanto juga menyempatkan diri menjadi narasumber dalam kuliah umum di Universitas Banda Naira.

Dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan tokoh masyarakat lokal, Prof. Budhi menekankan pentingnya pendekatan strategis dalam pengembangan UMKM berbasis wilayah serta urgensi sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.

“Riset bukan hanya untuk jurnal, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan harus mengakar dan menjawab tantangan riil yang dihadapi masyarakat, termasuk UMKM di wilayah kepulauan,” tegasnya.

Setelah sukses mengumpulkan data di lapangan, tim peneliti akan melanjutkan ke tahap analisis dan penyusunan model berbasis temuan empiris.

Model ini diharapkan dapat menjadi kerangka kerja aplikatif dalam mendesain kebijakan dan strategi pemberdayaan UMKM di daerah tertinggal dan kepulauan, khususnya yang melibatkan pelaku ekonomi dari kelompok rentan.

Penelitian ini semakin memperkuat posisi UNS sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen kuat dalam mendorong transformasi sosial melalui penelitian transformatif dan kolaboratif.

Kegiatan penelitian inklusif tim FEB UNS di Kepulauan Banda, yang menjangkau UMKM lokal dan pelaku ekonomi difabel, secara langsung menyokong upaya pencapaian SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka akses usaha produktif dan inklusif. Selain itu, riset ini mendorong inovasi dan kolaborasi multi-pihak untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah tertinggal—selaras dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.