21 Apr 2021

DP 0%,  Ini Kata Pengamat Ekonomi

Pandemi yang mulai merebak di Indonesia sejak awal Maret 2020 lalu membawa keterpurukan dari berbagai sektor. Setelah satu tahun berada dalam masa pandemi, ada upaya pemerintah untuk menggerakkan sektor ekonomi, salah satunya adalah kebijakan Down Payment (DP) 0%. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk membebaskan uang muka atau DP 0% bagi pembelian rumah dan kendaraan bermotor sejak 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

Pemerintah optimis, dengan adanya vaksinasi, masyarakat akan semakin percaya diri untuk mulai bergerak sehingga aktifitas ekonomi masyarakat kembali pulih.

Menyikapi kebijakan pemerintah itu, Prof. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Pengamat Ekonomi Universitas Sebelas Maret  mengatakan, kebijakan itu memang dimaksudkan untuk menstimulasi pasar otomotif dan properti yang saat ini lesu. Namun saat ini tanda-tanda ke arah itu belum begitu jelas,  belum memberikan dampak yang signifikan.

“Kebijakan pemerintah yang sudah dilaunching kemarin, belum bisa memberi dampak yang signifikan, sekalipun Bank Indonesia sudah melihat adanya tanda-tanda perekonomian sudah mulai bergerak tetapi kan banyak faktor yang mempengaruhinya, bagaimana Usaha Kecil Menengah (UKM), pengusaha memanfaatkan kebijakan ini. Harapannya roda perekonomian akan berjalan secara normal, masyarakat kembali beraktifitas, kenyataannya pemerintah masih melakukan pembatasan-pembatasan di masyarakat sehingga orang akan berpikir dua kali untuk meminjam uang, pengusaha juga akan berpikir ulang untuk melakukan ekspansi” papar Prof. Hunik dalam Dialog Pagi RRI, Selasa, 2 Maret 2021.

Setidaknya dalam waktu dekat ini belum berdampak, masih menunggu keberhasilan vaksinasi sejauh mana. Dengan DP 0% sekilas menarik masyarakat untuk membeli mobil atau rumah, tetapi masyarakat akan terbebani angsurannya yang mungkin lebih besar.

Namun demikian, Prof. Hunik mendorong agar masyarakat juga tetap optimis. Pemerintah sudah berusaha menggelontorkan banyak bantuan untuk mengatasi permasalahan selama masa pandemi.   Harapannya ke depan dengan kebijakan DP 0 % ini akan dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Mudah-mudahan vaksinasi berhasil dan pemerintah juga melonggarkan mobilitas masyarakat sehingga optimisme bisa terwujud dan pada akhirnya bisa mengangkat ekonomi masyarakat Indonesia.

Disisi lain, Prof. Hunik melihat ada fenomena yang menarik yang terjadi di masyarakat. Di masa pandemi ini muncul wirausaha baru, banyak bermunculan bisnis online yang cukup mampu menyangga ekonomi rumah tangga. Mulai dari pedagang sayuran, kuliner sampai kepada fashion, muncul kreatifitas di kalangan masyarakat karena kondisi “kepepet”.

Prof. Hunik berharap masyarakat mampu melihat peluang-peluang usaha baru ketika usaha yang sebelumnya digeluti jatuh karena pandemi. Masyarakat diharapkan tidak menyerah dalam berusaha, selalu memunculkan ide-ide usaha baru, usaha online misalnya. (Humas FEB)