P4M Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/p4m/ Knowledge for Prosperity Mon, 02 Mar 2026 04:36:09 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png P4M Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/p4m/ 32 32 Workshop SDGs: Menyelaraskan Pembelajaran dan Riset dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan https://feb.uns.ac.id/feb/workshop-sdgs-menyelaraskan-pembelajaran-dan-riset-dengan-agenda-pembangunan-berkelanjutan/ Sat, 28 Feb 2026 02:35:29 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40496 Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Sustainable Development Goals (SDGs) bertajuk “Strategi Integrasi SDGs dalam Penguatan Kinerja Akademik […]

Artikel Workshop SDGs: Menyelaraskan Pembelajaran dan Riset dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Sustainable Development Goals (SDGs) bertajuk Strategi Integrasi SDGs dalam Penguatan Kinerja Akademik dan Reputasi FEB UNS  Rabu, 19 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D., Associate Professor FEB Universitas Gadjah Mada.

Workshop bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasi SDGs, mengintegrasikan SDGs dalam kurikulum dan pembelajaran, mendorong roadmap penelitian dan pengabdian berbasis SDGs, serta mendukung peningkatan kinerja institusi dan reputasi keberlanjutan FEB UNS.

Workshop dibuka dengan sambutan Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian yang menegaskan urgensi integrasi SDGs dalam kegiatan akademik dan riset.

“Maksud kegiatan hari ini adalah untuk memperkenalkan konsep Sustainable Development Goals atau SDGs. Walaupun ini mungkin bukan konsep yang baru juga ya untuk banyak Bapak Ibu, tetapi beberapa teman-teman ada juga yang masih belum familiar dengan Paradigma Pembangunan Berkelanjutan. Jadi bagaimana UNS bisa menyusun materi-materi pembelajaran maupun mengembangkan riset dan pengabdian sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Bisa dari sisi rumah tangga, bisa dari sisi industri, bisnis, bisa juga dari sisi pemerintah. UNS mulai tahun ini semakin menggencarkan untuk stay relevant, kaitannya dengan pembelajaran dan riset dikaitkan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan atau SDGs” paparnya.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Luluk Lusiantoro menjelaskan tantangan triple planetary crisis serta pentingnya transformasi pendidikan bisnis agar selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Ia memaparkan praktik baik integrasi SDGs di FEB UGM melalui Sustainable Business School Framework (SBSF) yang mencakup penguatan kurikulum, pengembangan roadmap riset berbasis keberlanjutan, serta penyusunan sustainability report yang mengacu pada standar global.

Dr. Luluk juga memaparkan berbagai praktik konkret integrasi SDGs di FEB UGM, antara lain: Pengembangan mata kuliah seperti Business Ethics and Sustainability, Circular Economy, dan Sustainability Accounting; Pembukaan konsentrasi Sustainability Management pada program MBA; Penyusunan Sustainability Report fakultas sebagai instrumen monitoring dan evaluasi kinerja keberlanjutan; Penguatan kemitraan internasional, termasuk program dual degree dan kolaborasi global dalam bidang sustainability.

Menurutnya, integrasi SDGs tidak berhenti pada pencantuman dalam dokumen kurikulum, tetapi harus tercermin dalam proses pembelajaran, arah riset dosen, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola institusi. Dengan pendekatan tersebut, business school dapat berperan sebagai motor transformasi ekonomi menuju model yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan, sebagai bagian dari komitmen FEB UNS terhadap pembangunan global yang berkelanjutan.

Artikel Workshop SDGs: Menyelaraskan Pembelajaran dan Riset dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Sosialisasikan Arah dan Prioritas P4M Tahun 2026, Dorong Kolaborasi Riset dan Penguatan Integritas Akademik https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-sosialisasikan-arah-dan-prioritas-p4m-tahun-2026-dorong-kolaborasi-riset-dan-penguatan-integritas-akademik/ Sun, 25 Jan 2026 04:37:16 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40159 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Sosialisasi dan Koordinasi Aktivitas Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Tahun 2026, Senin (12/1/2026), secara daring melalui Zoom […]

Artikel FEB UNS Sosialisasikan Arah dan Prioritas P4M Tahun 2026, Dorong Kolaborasi Riset dan Penguatan Integritas Akademik pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Sosialisasi dan Koordinasi Aktivitas Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Tahun 2026, Senin (12/1/2026), secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan yang dihadiri oleh dosen FEB UNS ini dilaksanakan untuk menyelaraskan program dan aktivitas P4M dengan Perjanjian Kinerja UNS Tahun 2026, menegaskan kebijakan dan standar penelitian khususnya terkait ethical clearance, membangun ekosistem riset yang kolaboratif, berintegritas, dan berkelanjutan, serta menginformasikan peluang pengembangan riset dan penguatan kapasitas dosen.

Terkait Perjanjian Kinerja UNS Tahun 2026, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D, Ketua P4M memaparkan bahwa arah kebijakan dan prioritas strategis P4M UNS tahun 2026 difokuskan pada empat sasaran utama, yaitu peningkatan publikasi internasional bereputasi khususnya jurnal Q1, penguatan kolaborasi riset internasional, kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 1, 4, dan 17, serta pengembangan kompetensi dan kapasitas dosen melalui program upskilling dan upgrading.

Selain itu, P4M UNS juga menyampaikan adanya indikator kinerja utama (IKU) baru yang secara khusus menargetkan publikasi ilmiah bertema kebudayaan Jawa, sebagai bentuk komitmen UNS dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui karya akademik.

Dalam evaluasi capaian tahun sebelumnya, Dila Maghrifani menyampaikan bahwa kualitas publikasi dosen FEB UNS pada tahun 2025 menunjukkan tren positif pada level Q1 dan Q2. Namun demikian, secara kuantitas masih mengalami penurunan. Oleh karena itu, dosen didorong untuk memperkuat riset kolaboratif lintas Research Group (RG) dan multidisiplin, menyasar hibah penelitian dengan skala yang lebih luas, serta melakukan pemutakhiran roadmap penelitian agar selaras dengan isu strategis dan target SDGs.

Aspek etika dan integritas penelitian menjadi perhatian utama dalam sosialisasi ini. Ditekankan bahwa Ethical Clearance (EC) merupakan persyaratan wajib bagi seluruh penelitian yang melibatkan subjek manusia, penggunaan data personal atau sensitif, serta penelitian sosial, perilaku, dan eksperimental. Penelitian yang tidak memiliki EC yang sah tidak dapat diproses lebih lanjut, khususnya untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

Disampaikan pula bahwa P4M tidak memiliki kewenangan menerbitkan EC. Untuk itu, dosen diarahkan mengajukan EC melalui Komite Etik FKIP UNS bagi penelitian sosial humaniora, atau melalui Komite Etik Fakultas Kedokteran UNS untuk penelitian non-soshum, kesehatan, dan eksperimental. Dalam konteks ini, P4M berperan dalam sosialisasi kebijakan, pendampingan administratif, serta mendorong kepatuhan etika penelitian.

Pada kesempatan yang sama, P4M mensosialisasikan tiga SOP baru dari LPPM UNS, yakni SOP 001, SOP 002, dan SOP 003 tentang pencegahan pelanggaran integritas akademik dosen. SOP tersebut mengatur secara terintegrasi mekanisme pencegahan sejak pelaporan luaran ilmiah, sistem pelaporan dugaan pelanggaran yang transparan dan akuntabel, hingga proses pemeriksaan dan penetapan tingkat pelanggaran dengan sanksi yang terukur.

Melalui sosialisasi ini, FEB UNS menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem riset yang kolaboratif, berintegritas, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, dan reputasi akademik di tingkat nasional maupun intern

Artikel FEB UNS Sosialisasikan Arah dan Prioritas P4M Tahun 2026, Dorong Kolaborasi Riset dan Penguatan Integritas Akademik pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
P4M FEB UNS Selenggarakan Workshop Creativity and Innovation in Business https://feb.uns.ac.id/feb/p4m-feb-uns-selenggarakan-workshop-creativity-and-innovation-in-business/ Tue, 16 Dec 2025 03:48:42 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39750 Pusat Pengembangan, Penelitan dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Workshop “Creativity and Innovation in Business”, Kamis 5 Desember 2025. Kegiatan […]

Artikel P4M FEB UNS Selenggarakan Workshop Creativity and Innovation in Business pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Pengembangan, Penelitan dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Workshop “Creativity and Innovation in Business”, Kamis 5 Desember 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Teleconference FEB UNS diikuti oleh dosen serta mahasiswa FEB UNS sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan praktis di bidang inovasi bisnis.

Workshop menghadirkan Associate Professor Dr. Anuar Shah bin Bali Mahomed dari Faculty of Economics and Management, Universiti Putra Malaysia, sebagai narasumber utama.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Anuar menyampaikan materi mengenai pentingnya creative thinking dalam mendorong inovasi bisnis di tengah perubahan lingkungan ekonomi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Dr. Anuar menekankan bahwa terdapat dua aspek utama yang menentukan keberhasilan inovasi bisnis, yaitu teknologi dan budaya.

Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini telah memberikan kemudahan akses serta manfaat yang sangat besar bagi pelaku usaha maupun konsumen. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan bisnis tradisional semakin sulit berkompetisi dengan bisnis berbasis digital.

Dalam pemaparannya, Dr. Anuar mengambil contoh perkembangan layanan e-hailing seperti Grab, Uber, dan Gojek di Malaysia.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, kemunculan layanan e-hailing terbukti menurunkan pendapatan pengemudi taksi tradisional. Namun, di sisi lain, aplikasi bisnis digital tersebut juga terbukti mampu menurunkan biaya layanan yang harus ditanggung oleh pelanggan.

“Coba kita lihat lewat munculnya aplikasi e-hailing. Teknologi ini terbukti memberikan kemudahan bagi pengguna dan juga menurunkan biaya untuk menyediakan layanan tersebut. Sama halnya dengan kondisi industri perbankan saat ini, semakin banyak bank yang tidak lagi membuka kantor cabang karena seluruh proses telah dapat dilakukan melalui aplikasi,” jelas Dr. Anuar.

Selain membahas aspek teknologi, Dr. Anuar juga mengulas pentingnya aspek budaya dalam inovasi bisnis. Dengan merujuk pada dimensi budaya yang dikemukakan oleh Hofstede, ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap budaya di suatu wilayah menjadi hal krusial bagi pelaku bisnis. Perbedaan budaya akan memengaruhi perilaku dan preferensi konsumen, sehingga strategi bisnis perlu disesuaikan dengan karakteristik budaya setempat.

Menutup sesi workshop, Dr. Anuar berpesan agar pelaku bisnis dan generasi muda yang akan terjun ke dunia usaha mampu beradaptasi dengan perubahan, khususnya dengan memahami pola konsumsi generasi muda yang akan menjadi pasar utama di masa depan. “Jika bisnis tidak mau berubah dan menyesuaikan diri dengan preferensi generasi muda, maka mereka akan kehilangan pasar tersebut,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas inovasi bisnis, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan pemikiran kreatif dan adaptasi teknologi dalam dunia usaha.

Artikel P4M FEB UNS Selenggarakan Workshop Creativity and Innovation in Business pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
P4M FEB Fasilitasi Peneliti dengan Pendampingan Publikasi Penelitian Kualitatif https://feb.uns.ac.id/feb/p4m-feb-fasilitasi-peneliti-dengan-pendampingan-publikasi-penelitian-kualitatif/ Tue, 21 Oct 2025 21:52:46 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38729 Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Webinar dan Pendampingan bertajuk “Qualitative Research in Practice: From Field Insights to […]

Artikel P4M FEB Fasilitasi Peneliti dengan Pendampingan Publikasi Penelitian Kualitatif pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Webinar dan Pendampingan bertajuk “Qualitative Research in Practice: From Field Insights to Academic Writing”,  Jumat, 17 Oktober 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh dosen serta peneliti dari berbagai rumpun keilmuan.

Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FEB UNS, memaparkan pengembangan model klinik penelitian yang kini dikemas secara daring. Model ini melibatkan sesi review dan feedback langsung dari para ahli untuk meningkatkan keterampilan penulisan akademik di berbagai bidang penelitian.

Ketua Pusat P4M, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D., turut memberikan sambutan dan apresiasi kepada seluruh peserta serta narasumber. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat budaya riset di lingkungan FEB UNS.

Sesi utama diisi oleh Dian Ekowati, S.E., M.Si., M.AppCom(OrgCh)., Ph.D., Kepala Kelompok Penelitian Human Capital and Organization Studies.

Dalam pemaparannya, Dian menjelaskan perbedaan mendasar antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, sekaligus meluruskan berbagai kesalahpahaman yang sering muncul tentang pendekatan kualitatif.

“Penelitian kualitatif bukanlah pendekatan yang lemah atau subjektif. Justru melalui metode ini, kita dapat memahami dinamika manusia dan organisasi secara lebih mendalam,” ungkapnya.

Dian juga membahas tahapan penelitian kualitatif mulai dari penyusunan pertanyaan riset, pengumpulan data, hingga analisis menggunakan teknik seperti coding dan analisis tematik. Ia menekankan pentingnya ketelitian, transparansi, serta pertimbangan etika dalam proses penelitian.

Selain itu, Dian membagikan pengalaman membimbing mahasiswa dan peneliti dalam merumuskan pertanyaan riset yang fokus dan eksploratif. Menurutnya, pertanyaan yang tepat menjadi kunci dalam menghasilkan penelitian yang bermakna dan kontributif terhadap ilmu pengetahuan.

Di sesi terakhir, panitia mengumumkan rencana sesi mentoring lanjutan bagi peserta. Dalam sesi tersebut, peserta akan mendapat kesempatan untuk meninjau dan memperbaiki naskah penelitian mereka bersama mentor. Tiga makalah telah dijadwalkan untuk ditinjau dalam sesi ini, mencakup tema-tema seperti kepemimpinan perempuan di pendidikan tinggi, perilaku digital generasi milenial, dan kepemimpinan virtual dalam tim global.

 FEB UNS berharap dapat memperkuat kapasitas riset kualitatif di kalangan akademisi serta mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah yang berdampak bagi pengembangan ilmu dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Inovasi dan Infrastruktur, dengan memperkuat kapasitas penelitian dan budaya akademik yang berdampak.

Artikel P4M FEB Fasilitasi Peneliti dengan Pendampingan Publikasi Penelitian Kualitatif pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Dorong Sinergi Penelitian dan Pengabdian Melalui Koordinasi Hibah Kompetitif 2025 https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-dorong-sinergi-penelitian-dan-pengabdian-melalui-koordinasi-hibah-kompetitif-2025/ Mon, 20 Oct 2025 09:42:09 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38707 Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Pelaksanaan Hibah Kompetitif FEB UNS 2025 secara daring melalui Zoom […]

Artikel FEB UNS Dorong Sinergi Penelitian dan Pengabdian Melalui Koordinasi Hibah Kompetitif 2025 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Pelaksanaan Hibah Kompetitif FEB UNS 2025 secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa 14 Oktober 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara program studi, kelompok riset, dan unit pendukung di lingkungan FEB UNS dalam rangka meningkatkan jumlah serta kualitas proposal hibah penelitian dan pengabdian.

Ketua P4M FEB UNS, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari fasilitasi LPPM UNS dan merupakan momentum penting untuk membangun sinergi riset di tingkat fakultas.

“Kegiatan ini kami harapkan dapat menjadi ruang kolaborasi, komunikasi, dan sinergi bagi seluruh civitas akademika FEB UNS. Semoga pelaksanaan hibah yang difasilitasi oleh LPPM ini dapat diterima dengan baik dan menjadi pintu bagi kolaborasi riset dan pengabdian yang lebih kuat di masa mendatang,” ujar Dila.

Ia juga menambahkan bahwa P4M akan terus berperan sebagai fasilitator bagi dosen dan kelompok riset dalam mengakses berbagai peluang hibah, baik internal UNS maupun eksternal.

Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan inisiatif bersama antara Bidang Akademik dan P4M untuk menggerakkan seluruh dosen agar lebih aktif dalam pengajuan proposal hibah.

“Tujuan kegiatan ini sederhana namun strategis, yakni mendorong peningkatan jumlah proposal yang diajukan oleh dosen-dosen FEB UNS. Tahun ini UNS memperoleh kuota pendanaan sekitar Rp13 miliar untuk skema Hibah Equity, ini merupakan kesempatan emas yang harus kita manfaatkan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menjelaskan bahwa Hibah Equity memberikan peluang besar karena bersifat internal UNS, sehingga kompetisinya hanya di antara sivitas akademika UNS sendiri. Dengan demikian, peluang keberhasilan lebih tinggi dibandingkan hibah kompetitif di tingkat nasional.

Bahkan, menurutnya, terdapat beberapa jenis hibah Equity yang secara spesifik menyasar bidang ekonomi, bisnis, dan pertanian, sehingga relevan dengan kompetensi dan fokus riset di FEB.

“Kami ingin menginisiasi sinergi antara P4M, kelompok riset (research group), dan program studi. Melalui kerja sama ini, kita bisa mengarahkan riset-riset unggulan agar selaras dengan arah strategis fakultas dan universitas,” tuturnya.

Prof. Tri juga menyoroti bahwa pelaksanaan hibah Equity akan berlangsung pada Januari hingga Juni 2026, sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) FEB UNS 2025–2029.

Menurutnya, hibah ini tidak hanya menjadi peluang pendanaan, tetapi juga bagian dari strategi pencapaian visi fakultas.

“Kegiatan ini sangat inline dengan Renstra FEB UNS yang menargetkan fakultas bereputasi global dan inklusif. Global artinya kita memiliki daya saing internasional, sementara inklusif berarti kita mengajak semua kelompok dan bidang untuk maju bersama. Hibah ini adalah salah satu jalan untuk mewujudkan itu,” jelasnya.

Dalam paparannya, Prof. Tri juga memaparkan bagaimana pelaksanaan hibah dapat mendukung pencapaian tujuan strategis fakultas, mulai dari peningkatan reputasi internasional hingga integrasi penelitian dan pembelajaran.

Ia mencontohkan bahwa berbagai skema hibah dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan kolaborasi pengajaran dan penelitian internasional, seperti mendatangkan visiting professor atau postdoctoral fellow dari universitas luar negeri bereputasi. Melalui kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa FEB dapat memperoleh pembaruan dalam materi ajar, metode pembelajaran, dan riset kolaboratif internasional.

“Kalau kita bisa mengundang visiting professor atau postdoc dari luar negeri, mereka bisa berkontribusi pada pengembangan materi pembelajaran, metode riset, hingga penjaminan mutu akademik. UNS bahkan menyediakan dukungan hibah untuk kegiatan ini, termasuk untuk dosen yang mengikuti konferensi internasional,” paparnya.

Selain itu, Prof. Tri juga mendorong agar setiap kegiatan hibah diarahkan untuk memperkuat integrasi antara pendidikan dan penelitian melalui diseminasi hasil riset internasional serta penyusunan materi ajar berbasis riset.

Lebih jauh, Prof. Tri menyinggung pentingnya mengembangkan program pengembangan karier alumni dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“FEB harus melahirkan SDM unggul, dan itu bisa dicapai melalui pelatihan, kolaborasi internasional, serta pengiriman staf untuk studi lanjut di luar negeri. Semua ini dapat dikaitkan dengan program hibah yang sedang dibuka,” tambahnya.

Kegiatan koordinasi ini diakhiri dengan sesi diskusi melalui breakout room yang dibagi berdasarkan bidang keilmuan, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi. Dalam sesi ini, para peserta membahas rencana pelaksanaan hibah di masing-masing bidang, termasuk identifikasi potensi riset kolaboratif dan kebutuhan dukungan administratif.

Melalui koordinasi ini, P4M FEB UNS berharap seluruh dosen dan kelompok riset dapat memanfaatkan peluang hibah kompetitif untuk memperkuat jejaring akademik, meningkatkan publikasi dan pengabdian, serta mendukung capaian kinerja fakultas.

“Kami ingin setiap hibah tidak hanya berorientasi pada pendanaan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap visi FEB UNS sebagai fakultas bereputasi global dan berdampak bagi masyarakat,” pungkas Prof. Tri.

Artikel FEB UNS Dorong Sinergi Penelitian dan Pengabdian Melalui Koordinasi Hibah Kompetitif 2025 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Tingkatkan Publikasi Internasional, P4M FEB UNS Adakan Webinar dan Pendampingan https://feb.uns.ac.id/feb/tingkatkan-publikasi-internasional-p4m-feb-uns-adakan-webinar-dan-pendampingan/ Wed, 15 Oct 2025 03:25:58 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38564 Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan “Webinar dan Pendampingan: Accelerating Research Visibility, Pendampingan Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi untuk […]

Artikel Tingkatkan Publikasi Internasional, P4M FEB UNS Adakan Webinar dan Pendampingan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan “Webinar dan Pendampingan: Accelerating Research Visibility, Pendampingan Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi untuk Dosen FEB UNS”.

Kegiatan ini merupakan upaya strategis fakultas dalam meningkatkan kualitas dan visibilitas riset sivitas akademika di kancah nasional maupun internasional.

Webinar yang mengangkat tema “Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA” ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Dr. Widya P., S.E., M.Sc. (Bidang Bisnis dan Manajemen) dan Novat Pugo S., S.E., MIDEC., Ph.D. (Bidang Ekonomi). Keduanya berbagi pengalaman dan strategi publikasi yang efektif untuk memperkuat kualitas artikel ilmiah dosen dan mahasiswa FEB UNS.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 10 Oktober 2025 melalui Zoom Meeting terbagi dalam beberapa ruang zoom agar diskusi lebih interaksi aktif antara peserta dengan mentor, baik dalam bentuk presentasi, diskusi kelompok, maupun sesi pendampingan langsung terhadap draft artikel peserta.

Melalui pembagian kelompok pendampingan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari program studi Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi, peserta memperoleh kesempatan untuk mendapatkan review, masukan teknis, serta arahan publikasi ke jurnal bereputasi.

Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen FEB UNS untuk memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan akademik, sekaligus menyiapkan dosen agar lebih adaptif terhadap tuntutan World Class University.

Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui peningkatan kapasitas penelitian dan penyebaran ilmu pengetahuan yang berdaya saing global.

Artikel Tingkatkan Publikasi Internasional, P4M FEB UNS Adakan Webinar dan Pendampingan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Working Paper Forum FEB UNS: Peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Berbagi Menulis Studi Kasus Bisnis https://feb.uns.ac.id/feb/working-paper-forum-feb-uns-peraih-juara-3-emerald-ceeman-case-writing-competition-berbagi-menulis-studi-kasus-bisnis/ Mon, 29 Sep 2025 20:18:01 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38113 Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kembali menyelenggarakan Working Paper Forum (WPF) sebagai bagian dari upaya penguatan budaya akademik di […]

Artikel Working Paper Forum FEB UNS: Peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Berbagi Menulis Studi Kasus Bisnis pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kembali menyelenggarakan Working Paper Forum (WPF) sebagai bagian dari upaya penguatan budaya akademik di lingkungan fakultas.

Forum yang berlangsung pada Rabu, 24 September 2025 di Ruang Sidang 2 FEB UNS ini mengangkat tema “From Local Flavor to Global Future: Lessons from nDalem Indonesia – Insights into Writing Case Studies for Publication and Recognition.”

Hadir sebagai narasumber utama, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D., Dosen yang saat ini menjabat sebagai Ketua P4M FEB UNS sekaligus peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti bahwa karya akademik dosen FEB UNS mampu mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Melalui forum ini, Dr. Dila berbagi pengalaman menulis studi kasus bisnis yang tidak hanya memiliki kedalaman akademis, tetapi juga relevan dengan praktik manajerial nyata dan memiliki daya tarik global.

Dalam pemaparannya, Dr. Dila menjelaskan sejumlah prinsip penting dalam penulisan studi kasus. Beberapa di antaranya adalah penyusunan narasi berdasarkan praktik nyata dengan dilema manajerial autentik, penekanan pada sudut pandang protagonis agar pembaca dapat merasakan posisi pengambil keputusan, serta penyusunan alur cerita yang menarik mulai dari hook, konflik, hingga klimaks dengan dilema terbuka.

Tidak hanya itu, Ia juga menegaskan pentingnya integrasi data kualitatif dan kuantitatif untuk memperkuat kredibilitas karya, serta bagaimana konteks lokal dapat dikaitkan dengan teori manajemen agar pembelajaran yang dihasilkan relevan secara global.

Kegiatan ini juga menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung dosen dan peneliti untuk terus berkarya secara produktif. Melalui WPF, fakultas berupaya menciptakan ekosistem akademik yang mendorong kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta pengakuan internasional.

Harapannya, forum semacam ini dapat menginspirasi lebih banyak peneliti untuk menghasilkan studi kasus yang tidak hanya mendokumentasikan kearifan lokal, tetapi juga mampu menjawab tantangan global.

Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-4 (Quality Education), melalui peningkatan kapasitas dosen dalam menulis karya akademik yang inovatif, serta tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals), dengan mendorong keterhubungan hasil penelitian lokal ke dalam jejaring publikasi dan pengakuan global.

Artikel Working Paper Forum FEB UNS: Peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Berbagi Menulis Studi Kasus Bisnis pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Working Paper Forum Bahas Topik Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective https://feb.uns.ac.id/feb/working-paper-forum-bahas-topik-fishermen-activities-and-social-conflict-on-regional-development-a-political-economy-perspective/ Mon, 26 May 2025 04:22:44 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=35488 Pusat Pengembangan Penelitian, Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Working Paper Forum dengan topik bahasan Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: […]

Artikel Working Paper Forum Bahas Topik Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Pengembangan Penelitian, Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Working Paper Forum dengan topik bahasan Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective, Rabu, 21 Mei 2025 di Ruang Konimex, Gedung Bachtiar Effendi.

Topik ini dibahas oleh  Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D dari Riset Grup Ekonomi Kerakyatan, Evolusi Institusi, dan Studi Dinamika Pembangunan.

Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective merupakan penelitian Prof. Bhimo Rizky Samudro dkk yang membahas bagaimana aktivitas nelayan dan konflik sosial memengaruhi pembangunan daerah dari perspektif ekonomi politik.

Dikatakan, pembangunan daerah sering kali dihadapkan pada tantangan yang timbul akibat interaksi antara sektor perikanan tradisional dan modern. Perubahan dalam teknologi penangkapan ikan, kebijakan pemerintah, dan alokasi sumber daya dapat memicu ketegangan sosial di kalangan nelayan.

Latar belakang penelitiannya adalah upaya mengangkat potensi modal sosial dalam ranah kawasan dan sosioekonomi lokal yakni di pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang yang memiliki garis pantai terpanjang di pantai selatan Pulau Jawa dan memiliki potensi perikanan kedua terbesar setelah Cilacap, namun memiliki juga potensi jejaring dan konflik sosial akibat “keberagaman etnis nelayan” (Jawa, Madura dan Bugis),

Selain itu juga merespon isu kebijakan nasional pemerintah yang fokus pada potensi Kemaritiman Indonesia, bukan sekedar Ekonomi Maritim (Marine Economy) tetapi Ekonomi Politik Maritim (Marine Political Economy).

Dalam penelitiannya, Prof. Bhimo menggunakan perspektif dan madzab penelitian ekonomi politik kelembagaan. Prinsip penelitian: historis-specificity, circular and cumulative causation, kontradiksi, dan pendekatan penelitian: deskriptif analitis dan kualitatif.

Sedangkan untuk jenis dan teknik pengumpulan data menggunakan data primer kualitatif dan kuantitatif didapatkan dengan dua cara, yaitu observasi dan wawancara. Data sekunder kualitatif didapatkan melalui proses diskusi Focus Group Discussion (FGD) dengan para pihak yang kompeten dan ahli untuk subjek penelitian ini. Sedangkan data sekunder kuantitatif diperoleh melalui instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur) dan Badan Pusat Statistik (BPS) (Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur).

Hasil temuan dalam penelitiannya: Karakteristik Khas (Stylized Fact) Kelas Nelayan Sendang Biru: Kapitalis Minoritas vs Proletariat Mayoritas; Dinamika Kelas Sosial dan Produktivitas Tangkapan; Dinamika Kelas Sosial dan Produktivitas Tangkapan; Kontradiksi Konflik Sosial dan Eksploitasi Lingkungan Hidup.

Beberapa kesimpulan penelitian Prof. Bhimo dkk itu dirumuskan sebagai berikut:

Pertama, modal sosial dalam bentuk ketahanan terhadap kondisi alam dan kemampuan berperan aktif dalam struktur kelembagaan (jejaring sosial) di masyarakat dapat mendorong dampak kausa kumulatif (contoh: transformasi sosioekonomi ke arah yang lebih baik pada nelayan etnis Bugis).

Kedua, modal sosial yang dimiliki nelayan etnis Bugis bukan saja mampu menciptakan transformasi sosioekonomi yang lebih baik bagi mereka, namun juga mampu menciptakan transformasi kondisi struktur sosial (contoh: nelayan etnis Bugis mampu menjadi kelas pemilik modal dan bahkan menciptakan ketergantungan (alat produksi, proses produksi, sumberdaya manusia dan keahlian) pada nelayan etnis lain, seperti Jawa dan Madura.

Tiga, terdapat perbedaan proses kesadaran dan perjuangan kelas antara nelayan etnis Bugis dan etnis Jawa-Madura. Nelayan etnis Bugis memiliki kesadaran kelas (karena bridging dan linking social capital) sebagai minoritas dan pendatang untuk melakukan perjuangan kelas sehingga dapat menjadi kelas pemilik modal, sementara etnis Jawa dan Madura memiliki kesadaran kelas (karena bonding social capital) sebagai mayoritas dan “tuan rumah” untuk melakukan perjuangan kelas dan bahkan konflik sosial untuk keluar dari kelas buruh.

Empat, konflik antar kelas terjadi manakala kelas core cenderung intimidatif membatasi akses sosioekonomi kelas periphery. Apabila proses konflik sosial ini berkelanjutan (akumulasi) dalam jangka waktu tertentu maka akan memicu kausa kumulatif berupa produktivitas tangkapan menurun (ekonomi), kualitas SDM menurun (sosial), ketidaknyaman sosioekonomi (sosial politik) dan penurunan kualitas lingkungan hidup.

Lima, pola eksploitasi kelas core (nelayan etnis Bugis) terhadap ikan tuna kecil (sebagai dampak kumulatif dari konflik sosial) ternyata memicu dampak juga terhadap kualitas lingkungan dan ekosistem di Sendang Biru. Hal ini merupakan suatu kontradiksi terhadap lingkungan hidup, dimana perilaku ekonomi (eksploitasi ikan tuna kecil) disebabkan karena konflik sosial dan ternyata berdampak pada menurunnya regenerasi dari ikan tuna sendiri (karena ikan tuna kecil dieksplotasi).

Di forum itu, beberapa dosen berdiskusi aktif membahas topik yang sudah dipaparkan oleh Prof. Bhimo sebelumnya.

 

Artikel Working Paper Forum Bahas Topik Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
P4M FEB Gelar Working Paper Forum, Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty https://feb.uns.ac.id/feb/p4m-feb-gelar-working-paper-forum-optimalisasi-publikasi-di-jurnal-bereputasi-novelty/ Tue, 06 May 2025 15:30:08 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=35275 Sejumlah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Working Paper Forum, forum akademik yang membahas proses penulisan hingga publikasi artikel ilmiah bereputasi, Rabu, 23 April 2025 […]

Artikel P4M FEB Gelar Working Paper Forum, Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Sejumlah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Working Paper Forum, forum akademik yang membahas proses penulisan hingga publikasi artikel ilmiah bereputasi, Rabu, 23 April 2025 di Ruang Koordinasi FEB UNS.

Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) kali ini mengangkat topik Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty, dengan narasumber Ibrahim Fatwa Wijaya, S.E., M.Sc., Ph.D., Peneliti Kebanggaan FEB UNS, H-index 4 – Research Group Auditing & Sistem Informasi.

Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian memberikan apresiasi kepada P4M yang sudah mengoordinir acara ini. Poinnya adalah kita menumbuhkan ekosistem research supaya Bapak lbu Dosen dapat berbagi juga kepada yang lainnya.

“Dengan kegiatan ini, kita ingin menularkan ilmu dari teman-teman yang menjadi narasumber kepada yang lainnya, kami mencoba atraktif, ke depan jika berkenan teman-teman lain dapat mengisi. Dan jika punya tamu dari luar atau universitas lain yang kerja bareng di research group jadwalnya kita kondisikan” tuturnya.

  Ada 4 hal yang didiskusikan oleh narasumber dalam forum itu, yakni apa itu desk rejection, tips dari para editor jurnal, contoh penerapan tips dari editor, novelty/kebaruan dan kontribusi.

Ibrahim, Ph.D mengatakan sengaja memilih tema novelty, karena novelty menjadi masalah utama dalam research.

Kenapa sebuah manuscript yang kita submit di-reject?  Ini menjadi pertanyaan yang sangat penting karena haril riset menunjukkan ternyata 51% paper itu ditolak masuk jurnal karena tidak ada novelty-nya, selanjutnya 17% karena diluar scope jurnal, 10 % karena desain metodologi lemah, 5,3% karena bahasa dan story masih lemah, dan lainnya seperti: wrong conclusion, error in data analysis.

Dia juga  menjelaskan tips dari para editor jurnal, pentingnya menulis novelty sejak awal.

“Jika paper tidak ada novelty akan ditolak, berarti ketika kita menulis sebuah paper, kita harus tahu betul kebaruan kita. Sesudah tahu bahwa paper kita ada novelty, maka kita harus menjual novelty itu sejak cover letter. Strategi yang oke menuliskan novelty kita sejak dicover letter, setelah itu kita tuliskan lagi di abstrak, kemudian kita tuliskan di introduction, sesibuk-sibuknya editor paling tidak akan baca cover letter dan abstrak. Ingat 51% paper ditolak karena tidak novelty, maka sejak awal sudah  dituliskan” terangnya.

 

Selanjutnya, Ibrahim,Ph.D memaparkan  bagaimana penerapan tips dari para jurnal editor tersebut dan seperti apa novelty/kebaruan serta kontribusi research.

Dalam forum itu, peserta berkesempatan  aktif bertanya kepada narasumber.

Kegiatan Working Paper Forum ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kapasitas dosen dalam riset dan publikasi ilmiah. Selain itu, forum ini turut memperkuat SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure dengan mendorong lahirnya penelitian yang lebih inovatif dan berkualitas sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi berkelanjutan.

Link Materi: Materi Working Paper Forum FEB 23April2025.pdf

Artikel P4M FEB Gelar Working Paper Forum, Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
P4M Gelar Webinar Publikasi Ilmiah Bertajuk Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA https://feb.uns.ac.id/feb/p4m-gelar-webinar-publikasi-ilmiah-bertajuk-strategi-publikasi-di-jurnal-bereputasi-optimalisasi-kualitas-karya-ilmiah-untuk-menembus-scopus-dan-sinta/ Sat, 15 Mar 2025 10:01:24 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=34748 Dalam rangka meningkatkan kualitas serta daya saing publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar […]

Artikel P4M Gelar Webinar Publikasi Ilmiah Bertajuk Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Dalam rangka meningkatkan kualitas serta daya saing publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar Publikasi Ilmiah dengan tema Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA, Kamis, 13 Maret 2025

Kegiatan yang di laksanakan secara daring menghadirkan narasumber  Widya Paramita, A.E., M.SC., Ph.D. dosen, peneliti, dan Editor in Chief Journal of Indonesian Economic and Business (Q3) UGM, dengan H-index 15.

Webinar ini membahas strategi efektif dalam menyusun artikel ilmiah yang berkualitas serta memahami standar publikasi di jurnal bereputasi, termasuk aspek penulisan, substansi, dan teknik menghadapi proses review.

Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai akademisi, salah satu tanggung jawabnya adalah melakukan riset dan output dari riset itu harapannya bisa dibaca kemudian menjadi bermanfaat untuk pemecahan masalah-masalah di masyarakat.

Prof. Tri menitipkan dua hal kepada narasumber yakni bagaimana melakukan riset yang berbobot dan bagaimana mengemas dalam bentuk artikel yang baik.

“Mohon nanti kiranya Mbak Widya menyentuh banyak aspek pengemasan walaupun kita tidak boleh lupa bahwa kemasan yang baik tapi kalau isinya zonk juga tetap tidak diterima. Jadi tetap risetnya itu harusnya berbobot. Tetapi riset yang berbobot tanpa pengemasan yang menarik yang baik itu juga susah untuk kita selling” katanya menutup sambutan.

Dr. Widya melihat bahwa topik peneliti-peneliti di Indonesia sebetulnya menarik, tetapi mungkin ada sedikit kesalahpahaman atau mungkin sedikit ruang yang masih perlu di-improve.

“Ketika kita bicara topik penelitian sebetulnya kita tidak hanya bicara soal kita mau meneliti apa. tetapi topik penelitian itu harus bisa didetilkan lagi, itu supaya penelitian kita menjadi lebih terarah, supaya fungsi penelitiannya lebih jelas, nah ini yang masih menjadi PR ya bagi kita semua peneliti di Indonesia” ungkapnya.

Dikatakan, Journal of Indonesian Economic and Business, rejection read-nya itu cukup tinggi sekitar 90%. Alasan utamanya editor me-reject adalah karena  topik penelitian kurang detil meski isunya menarik.

Lebih lanjut disampaikan kriteria paper yang diterima di jurnal ilmiah yakni memiliki kontribusi teoritis, ketelitian metodologis, relevansi manajerial dan praktis, dukungan empiris yang kuat, kejelasan dan koherensi dalam penulisan, standar etika dan transparansi, kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, keterlibatan dengan penelitian terkini, proses tinjauan dan revisi yang kuat.

Sebagai editor, untuk bisa menerima atau me-reject suatu paper, dia akan melihat banyak hal tetapi utamanya adalah kontribusi teori. Ketika lolos dari reject, potensi untuk diterima itu menjadi sangat besar.

Dalam penelitian, penting untuk memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pengembangan teori yang ada. Ini mencakup pengenalan konsep, kerangka kerja, atau model baru yang dapat memperkaya pemahaman di bidang tersebut. Dengan membangun dan terlibat secara kritis dengan literatur yang ada, penelitian dapat menunjukkan kebaruan dan relevansi, yang merupakan faktor penting untuk diterima dalam jurnal ilmiah.

“Jadi mungkin Bapak Ibu bisa berargumen bahwa saya ini punya kontribusi empiris, punya kontribusi metodologi, tetapi kalau kita bicara mengenai scientific publication atau paper ilmiah ya kontribusi teori itu tidak bisa kita abaikan itu karena itu adalah syarat utamanya” jelasnya kemudian.

Di kegiatan itu, Dr. Widya juga memberikan tips praktis untuk penelitian dan sumber ide penelitian.

Usai paparan materi, narasumber memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi.

Artikel P4M Gelar Webinar Publikasi Ilmiah Bertajuk Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>