01 Mei 2026

FEB UNS Dorong Sinergi Penelitian dan Pengabdian Melalui Koordinasi Hibah Kompetitif 2025

Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Pelaksanaan Hibah Kompetitif FEB UNS 2025 secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa 14 Oktober 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara program studi, kelompok riset, dan unit pendukung di lingkungan FEB UNS dalam rangka meningkatkan jumlah serta kualitas proposal hibah penelitian dan pengabdian.

Ketua P4M FEB UNS, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari fasilitasi LPPM UNS dan merupakan momentum penting untuk membangun sinergi riset di tingkat fakultas.

“Kegiatan ini kami harapkan dapat menjadi ruang kolaborasi, komunikasi, dan sinergi bagi seluruh civitas akademika FEB UNS. Semoga pelaksanaan hibah yang difasilitasi oleh LPPM ini dapat diterima dengan baik dan menjadi pintu bagi kolaborasi riset dan pengabdian yang lebih kuat di masa mendatang,” ujar Dila.

Ia juga menambahkan bahwa P4M akan terus berperan sebagai fasilitator bagi dosen dan kelompok riset dalam mengakses berbagai peluang hibah, baik internal UNS maupun eksternal.

Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan inisiatif bersama antara Bidang Akademik dan P4M untuk menggerakkan seluruh dosen agar lebih aktif dalam pengajuan proposal hibah.

“Tujuan kegiatan ini sederhana namun strategis, yakni mendorong peningkatan jumlah proposal yang diajukan oleh dosen-dosen FEB UNS. Tahun ini UNS memperoleh kuota pendanaan sekitar Rp13 miliar untuk skema Hibah Equity, ini merupakan kesempatan emas yang harus kita manfaatkan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menjelaskan bahwa Hibah Equity memberikan peluang besar karena bersifat internal UNS, sehingga kompetisinya hanya di antara sivitas akademika UNS sendiri. Dengan demikian, peluang keberhasilan lebih tinggi dibandingkan hibah kompetitif di tingkat nasional.

Bahkan, menurutnya, terdapat beberapa jenis hibah Equity yang secara spesifik menyasar bidang ekonomi, bisnis, dan pertanian, sehingga relevan dengan kompetensi dan fokus riset di FEB.

“Kami ingin menginisiasi sinergi antara P4M, kelompok riset (research group), dan program studi. Melalui kerja sama ini, kita bisa mengarahkan riset-riset unggulan agar selaras dengan arah strategis fakultas dan universitas,” tuturnya.

Prof. Tri juga menyoroti bahwa pelaksanaan hibah Equity akan berlangsung pada Januari hingga Juni 2026, sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) FEB UNS 2025–2029.

Menurutnya, hibah ini tidak hanya menjadi peluang pendanaan, tetapi juga bagian dari strategi pencapaian visi fakultas.

“Kegiatan ini sangat inline dengan Renstra FEB UNS yang menargetkan fakultas bereputasi global dan inklusif. Global artinya kita memiliki daya saing internasional, sementara inklusif berarti kita mengajak semua kelompok dan bidang untuk maju bersama. Hibah ini adalah salah satu jalan untuk mewujudkan itu,” jelasnya.

Dalam paparannya, Prof. Tri juga memaparkan bagaimana pelaksanaan hibah dapat mendukung pencapaian tujuan strategis fakultas, mulai dari peningkatan reputasi internasional hingga integrasi penelitian dan pembelajaran.

Ia mencontohkan bahwa berbagai skema hibah dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan kolaborasi pengajaran dan penelitian internasional, seperti mendatangkan visiting professor atau postdoctoral fellow dari universitas luar negeri bereputasi. Melalui kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa FEB dapat memperoleh pembaruan dalam materi ajar, metode pembelajaran, dan riset kolaboratif internasional.

“Kalau kita bisa mengundang visiting professor atau postdoc dari luar negeri, mereka bisa berkontribusi pada pengembangan materi pembelajaran, metode riset, hingga penjaminan mutu akademik. UNS bahkan menyediakan dukungan hibah untuk kegiatan ini, termasuk untuk dosen yang mengikuti konferensi internasional,” paparnya.

Selain itu, Prof. Tri juga mendorong agar setiap kegiatan hibah diarahkan untuk memperkuat integrasi antara pendidikan dan penelitian melalui diseminasi hasil riset internasional serta penyusunan materi ajar berbasis riset.

Lebih jauh, Prof. Tri menyinggung pentingnya mengembangkan program pengembangan karier alumni dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“FEB harus melahirkan SDM unggul, dan itu bisa dicapai melalui pelatihan, kolaborasi internasional, serta pengiriman staf untuk studi lanjut di luar negeri. Semua ini dapat dikaitkan dengan program hibah yang sedang dibuka,” tambahnya.

Kegiatan koordinasi ini diakhiri dengan sesi diskusi melalui breakout room yang dibagi berdasarkan bidang keilmuan, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi. Dalam sesi ini, para peserta membahas rencana pelaksanaan hibah di masing-masing bidang, termasuk identifikasi potensi riset kolaboratif dan kebutuhan dukungan administratif.

Melalui koordinasi ini, P4M FEB UNS berharap seluruh dosen dan kelompok riset dapat memanfaatkan peluang hibah kompetitif untuk memperkuat jejaring akademik, meningkatkan publikasi dan pengabdian, serta mendukung capaian kinerja fakultas.

“Kami ingin setiap hibah tidak hanya berorientasi pada pendanaan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap visi FEB UNS sebagai fakultas bereputasi global dan berdampak bagi masyarakat,” pungkas Prof. Tri.