03 Jun 2026

P4M FEB Gelar Working Paper Forum, Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty

Sejumlah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Working Paper Forum, forum akademik yang membahas proses penulisan hingga publikasi artikel ilmiah bereputasi, Rabu, 23 April 2025 di Ruang Koordinasi FEB UNS.

Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) kali ini mengangkat topik Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty, dengan narasumber Ibrahim Fatwa Wijaya, S.E., M.Sc., Ph.D., Peneliti Kebanggaan FEB UNS, H-index 4 – Research Group Auditing & Sistem Informasi.

Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian memberikan apresiasi kepada P4M yang sudah mengoordinir acara ini. Poinnya adalah kita menumbuhkan ekosistem research supaya Bapak lbu Dosen dapat berbagi juga kepada yang lainnya.

“Dengan kegiatan ini, kita ingin menularkan ilmu dari teman-teman yang menjadi narasumber kepada yang lainnya, kami mencoba atraktif, ke depan jika berkenan teman-teman lain dapat mengisi. Dan jika punya tamu dari luar atau universitas lain yang kerja bareng di research group jadwalnya kita kondisikan” tuturnya.

  Ada 4 hal yang didiskusikan oleh narasumber dalam forum itu, yakni apa itu desk rejection, tips dari para editor jurnal, contoh penerapan tips dari editor, novelty/kebaruan dan kontribusi.

Ibrahim, Ph.D mengatakan sengaja memilih tema novelty, karena novelty menjadi masalah utama dalam research.

Kenapa sebuah manuscript yang kita submit di-reject?  Ini menjadi pertanyaan yang sangat penting karena haril riset menunjukkan ternyata 51% paper itu ditolak masuk jurnal karena tidak ada novelty-nya, selanjutnya 17% karena diluar scope jurnal, 10 % karena desain metodologi lemah, 5,3% karena bahasa dan story masih lemah, dan lainnya seperti: wrong conclusion, error in data analysis.

Dia juga  menjelaskan tips dari para editor jurnal, pentingnya menulis novelty sejak awal.

“Jika paper tidak ada novelty akan ditolak, berarti ketika kita menulis sebuah paper, kita harus tahu betul kebaruan kita. Sesudah tahu bahwa paper kita ada novelty, maka kita harus menjual novelty itu sejak cover letter. Strategi yang oke menuliskan novelty kita sejak dicover letter, setelah itu kita tuliskan lagi di abstrak, kemudian kita tuliskan di introduction, sesibuk-sibuknya editor paling tidak akan baca cover letter dan abstrak. Ingat 51% paper ditolak karena tidak novelty, maka sejak awal sudah  dituliskan” terangnya.

 

Selanjutnya, Ibrahim,Ph.D memaparkan  bagaimana penerapan tips dari para jurnal editor tersebut dan seperti apa novelty/kebaruan serta kontribusi research.

Dalam forum itu, peserta berkesempatan  aktif bertanya kepada narasumber.

Kegiatan Working Paper Forum ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kapasitas dosen dalam riset dan publikasi ilmiah. Selain itu, forum ini turut memperkuat SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure dengan mendorong lahirnya penelitian yang lebih inovatif dan berkualitas sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi berkelanjutan.

Link Materi: Materi Working Paper Forum FEB 23April2025.pdf