03 Mei 2026

Workshop SDGs: Menyelaraskan Pembelajaran dan Riset dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Sustainable Development Goals (SDGs) bertajuk Strategi Integrasi SDGs dalam Penguatan Kinerja Akademik dan Reputasi FEB UNS  Rabu, 19 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D., Associate Professor FEB Universitas Gadjah Mada.

Workshop bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasi SDGs, mengintegrasikan SDGs dalam kurikulum dan pembelajaran, mendorong roadmap penelitian dan pengabdian berbasis SDGs, serta mendukung peningkatan kinerja institusi dan reputasi keberlanjutan FEB UNS.

Workshop dibuka dengan sambutan Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian yang menegaskan urgensi integrasi SDGs dalam kegiatan akademik dan riset.

“Maksud kegiatan hari ini adalah untuk memperkenalkan konsep Sustainable Development Goals atau SDGs. Walaupun ini mungkin bukan konsep yang baru juga ya untuk banyak Bapak Ibu, tetapi beberapa teman-teman ada juga yang masih belum familiar dengan Paradigma Pembangunan Berkelanjutan. Jadi bagaimana UNS bisa menyusun materi-materi pembelajaran maupun mengembangkan riset dan pengabdian sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Bisa dari sisi rumah tangga, bisa dari sisi industri, bisnis, bisa juga dari sisi pemerintah. UNS mulai tahun ini semakin menggencarkan untuk stay relevant, kaitannya dengan pembelajaran dan riset dikaitkan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan atau SDGs” paparnya.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Luluk Lusiantoro menjelaskan tantangan triple planetary crisis serta pentingnya transformasi pendidikan bisnis agar selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Ia memaparkan praktik baik integrasi SDGs di FEB UGM melalui Sustainable Business School Framework (SBSF) yang mencakup penguatan kurikulum, pengembangan roadmap riset berbasis keberlanjutan, serta penyusunan sustainability report yang mengacu pada standar global.

Dr. Luluk juga memaparkan berbagai praktik konkret integrasi SDGs di FEB UGM, antara lain: Pengembangan mata kuliah seperti Business Ethics and Sustainability, Circular Economy, dan Sustainability Accounting; Pembukaan konsentrasi Sustainability Management pada program MBA; Penyusunan Sustainability Report fakultas sebagai instrumen monitoring dan evaluasi kinerja keberlanjutan; Penguatan kemitraan internasional, termasuk program dual degree dan kolaborasi global dalam bidang sustainability.

Menurutnya, integrasi SDGs tidak berhenti pada pencantuman dalam dokumen kurikulum, tetapi harus tercermin dalam proses pembelajaran, arah riset dosen, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola institusi. Dengan pendekatan tersebut, business school dapat berperan sebagai motor transformasi ekonomi menuju model yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan, sebagai bagian dari komitmen FEB UNS terhadap pembangunan global yang berkelanjutan.