P4M FEB UNS Selenggarakan Workshop Creativity and Innovation in Business
Pusat Pengembangan, Penelitan dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Workshop “Creativity and Innovation in Business”, Kamis 5 Desember 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Teleconference FEB UNS diikuti oleh dosen serta mahasiswa FEB UNS sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan praktis di bidang inovasi bisnis.
Workshop menghadirkan Associate Professor Dr. Anuar Shah bin Bali Mahomed dari Faculty of Economics and Management, Universiti Putra Malaysia, sebagai narasumber utama.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Anuar menyampaikan materi mengenai pentingnya creative thinking dalam mendorong inovasi bisnis di tengah perubahan lingkungan ekonomi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Dr. Anuar menekankan bahwa terdapat dua aspek utama yang menentukan keberhasilan inovasi bisnis, yaitu teknologi dan budaya.

Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini telah memberikan kemudahan akses serta manfaat yang sangat besar bagi pelaku usaha maupun konsumen. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan bisnis tradisional semakin sulit berkompetisi dengan bisnis berbasis digital.
Dalam pemaparannya, Dr. Anuar mengambil contoh perkembangan layanan e-hailing seperti Grab, Uber, dan Gojek di Malaysia.
Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, kemunculan layanan e-hailing terbukti menurunkan pendapatan pengemudi taksi tradisional. Namun, di sisi lain, aplikasi bisnis digital tersebut juga terbukti mampu menurunkan biaya layanan yang harus ditanggung oleh pelanggan.
“Coba kita lihat lewat munculnya aplikasi e-hailing. Teknologi ini terbukti memberikan kemudahan bagi pengguna dan juga menurunkan biaya untuk menyediakan layanan tersebut. Sama halnya dengan kondisi industri perbankan saat ini, semakin banyak bank yang tidak lagi membuka kantor cabang karena seluruh proses telah dapat dilakukan melalui aplikasi,” jelas Dr. Anuar.

Selain membahas aspek teknologi, Dr. Anuar juga mengulas pentingnya aspek budaya dalam inovasi bisnis. Dengan merujuk pada dimensi budaya yang dikemukakan oleh Hofstede, ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap budaya di suatu wilayah menjadi hal krusial bagi pelaku bisnis. Perbedaan budaya akan memengaruhi perilaku dan preferensi konsumen, sehingga strategi bisnis perlu disesuaikan dengan karakteristik budaya setempat.
Menutup sesi workshop, Dr. Anuar berpesan agar pelaku bisnis dan generasi muda yang akan terjun ke dunia usaha mampu beradaptasi dengan perubahan, khususnya dengan memahami pola konsumsi generasi muda yang akan menjadi pasar utama di masa depan. “Jika bisnis tidak mau berubah dan menyesuaikan diri dengan preferensi generasi muda, maka mereka akan kehilangan pasar tersebut,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas inovasi bisnis, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan pemikiran kreatif dan adaptasi teknologi dalam dunia usaha.
