Kerja Sama FEB UNS dan Wageningen University & Research Gelar Using Evidence in Policy Making: Impact Evaluation Workshop
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Wageningen University & Research menyelenggarakan Using Evidence in Policy Making: Impact Evaluation Workshop Selasa, 2 Desember 2025, di UNS Tower.
Kegiatan ini menghadirkan Associate Professor Robert Sparrow dari Wageningen University & Research sebagai narasumber utama.
Workshop diikuti oleh dosen FEB UNS, mahasiswa program pascasarjana (PDIE), serta mahasiswa program sarjana yang memiliki ketertarikan pada evaluasi kebijakan dan analisis dampak program sosial.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Assoc. Prof. Robert Sparrow di FEB UNS.

Dalam sambutannya, Prof. Tri menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan berharga bagi sivitas akademika untuk memperdalam pemahaman mengenai impact evaluation, khususnya dalam mendukung perumusan kebijakan publik yang berbasis bukti ilmiah.
Sebelumnya, Assoc. Prof. Robert juga telah berkontribusi sebagai narasumber dalam Intensive Workshop on Applied Macroeconomics for Global Health.
Dalam sesi utama, Assoc. Prof. Robert Sparrow memaparkan konsep dasar impact evaluation, tujuan pelaksanaannya, serta berbagai metode yang umum digunakan untuk menilai dampak kebijakan sosial.
Ia menjelaskan bahwa impact evaluation berfokus pada analisis efek kausal dari suatu kebijakan yang dirancang untuk menyelesaikan masalah sosial atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa metode evaluasi yang diperkenalkan antara lain quasi-experiment, propensity score matching, instrumental variable, dan difference-in-difference. Pada workshop ini, Robert secara khusus menekankan penggunaan metode difference-in-difference dan propensity score matching yang kerap digunakan dalam penelitian kebijakan publik.

Workshop berlangsung interaktif melalui pembahasan studi kasus, di mana peserta diajak menganalisis potensi permasalahan dalam desain evaluasi suatu proyek sosial serta membandingkan penggunaan dua metode evaluasi dampak yang berbeda.
Robert menekankan bahwa tantangan utama dalam impact evaluation terletak pada penentuan control group yang kredibel. Menurutnya, keberadaan kelompok pembanding yang tepat menjadi prasyarat penting sebelum melakukan evaluasi dampak secara ilmiah.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS berharap dapat memperkuat kapasitas akademisi dan mahasiswa dalam memahami serta menerapkan evaluasi kebijakan berbasis bukti, sehingga mampu berkontribusi dalam perumusan kebijakan publik yang lebih efektif dan berdampak nyata.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas akademik dan riset, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mendorong kebijakan publik yang berbasis bukti dan evaluasi ilmiah.
