19 Jun 2024

100 Artikel Dipresentasikan pada Sebelas Maret International Conference on Digital Economics 2024

Lanskap ekonomi digital terus berkembang seiring dengan perannya pada sektor bisnis global. Di era dimana teknologi terus berkembang dengan sangat pesat, ekonomi digital muncul sebagai sebuah kekuatan transformatif yang mengubah tatanan industri, sosial, serta perekonomian di seluruh dunia.

Pernyataan itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Djoko Suhardjanto, dalam pembukaan Sebelas Maret International Conference on Digital Economics (SMICDE) 2024, yang diselenggarakan pada Rabu 22 Mei 2024.

Kegiatan yang dihelat secara hybrid itu menghadirkan dua pembicara kunci, Prof. John W. Goodell dari College of Business University of Akron, USA serta Prof. M. Kabir Hasan dari University of New Orleans.

“Dalam konferensi kali ini akan ada 100 artikel dari 30 universitas baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang akan dipresentasikan pada 18 sesi paralel. FEB UNS berkolaborasi dengan jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, yang akan membuka kesempatan publikasi bagi para peserta,” jelas Prof. Djoko dalam pidato sambutannya.

Selain kedua pembicara kunci, SMICDE 2024 juga menghadirkan tiga pembicara tamu yang datang dari University Malaysia Sarawak (UNIMAS) yaitu Prof. Evan Lau Poh Hock, University Sains Malaysia (USM) yaitu Prof. Hooy Chee Woi, dan Dr. Tastaftiyan Risfandy dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

Selaras dengan pernyataan dari Dekan FEB UNS, Prof. Irwan Trinugroho, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi, UNS berharap agar konferensi ini tidak hanya sebagai media diseminasi hasil riset ilmiah, namun juga sebagai media dalam membangun jejaring riset internasional.

“Tujuan dari konferensi ini tidak hanya sebagai media untuk mendiseminasikan hasil riset tetapi juga untuk menghadirkan kesempatan publikasi dan juga untuk membangun network atau jejaring. Terima kasih kepada para pembicara, Prof. Goodell, Prof. Hasan, Prof. Hooy, dan Prof. Evan Lau yang selalu mendukung UNS untuk terus berkembang,” ungkap Prof. Irwan.

Dalam gelaran konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS bersama dengan PUI Fintech dan Banking tersebut, masing-masing pembicara membawakan materi terkait topik digitalisasi.

Pada kesempatan tersebut Prof. Goodell membawakan materi bertajuk ‘Is ESG non-pecuniary? Important consequences for FinTech and other finansial aspect including Islamic finance’, Prof. Kabir Hassan menyampaikan materi berjudul ‘Digitalization of Finance.’ Dari sisi pendidikan Prof. Evan Lau menyampaikan materi ‘Empowering Sustainable Digital Transformation Through Education’. Sementara Prof. Hooy membawakan materi dengan judul ‘Digital Transformation and Firm Performance’ yang dilanjutkan dengan materi dari Dr. Tastaftiyan Risfandy berjudul ‘Adapting Digital Shifts: Insight from Macro and Micro Contexts.’

Selain menghadirkan berbagai kesempatan publikasi dan diseminasi, ajang gelaran SMICDE 2024 juga memberikan penghargaan kepada peserta dengan artikel terbaik. Penghargaan berupa Best paper award yang disponsori oleh Bank Jateng diberikan kepada tiga presenter yang telah mengirimkan abstrak yang kemudian diseleksi oleh scientific commitee.

Keempat presenter yang menerima penghargaan Best paper award adalah Antonius Grivaldi Sondakh dari Universitas Gadjah Mada, dengan artikel berjudul Competitive Information Systems and Knowledge Sabotage: The Moderating Effect of Group Identity; Hadi Ismanto mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama dengan artikel berjudul The Role of Sales and Investment on environmental performance of publicly listed companies in Indonesia; Mohamad Egi Destiartono dari Universitas Sebelas Maret dengan artikel berjudul Does Digitalization Foster Economic Development: Evidence from Emerging Economies; serta Inas Nurfadia Futri dari Universitas Sebelas Maret dengan artikel berjudul Determinants of Financial Inclusion in ASEAN-5: A Comparison Before and After the COVID-19 Pandemic.