Tingkatkan Daya Saing UMKM Batik Bayat, Tim Pengabdian dan Mahasiswa Maksi FEB UNS Berikan Pendampingan Keuangan dan Digitalisasi
Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan field study dan pendampingan UMKM di sentra batik Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan, penentuan harga pokok produksi/jasa, hingga akselerasi pemasaran digital bagi pelaku usaha ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Maksi FEB UNS, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., CA, CIAP, dan beberapa dosen serta keterlibatan aktif mahasiswa S2 Akuntansi dalam program ini dirancang sebagai bentuk experiential learning untuk memberikan solusi praktis atas kendala manajemen usaha di lapangan.

Kegiatan diawali di lokasi pertama, yaitu Zulfa Ecoprint, sebuah UMKM berbasis jasa pembuatan kain ecoprint dengan teknik pewarnaan alami.
Dalam sesi sharing pengelolaan keuangan yang dipimpin Dr. Sri Murni, S.E., M.Si., Ak., tim pengabdian mengedukasi pemilik usaha mengenai pentingnya pemisahan rekening pribadi dan usaha, pencatatan piutang pelanggan, serta pembentukan dana cadangan risiko.

Karena Zulfa Ecoprint menjalankan model bisnis berbasis jasa, kalkulasi Harga Pokok Produksi/Jasa (HPP) difokuskan pada komponen bahan penolong (tawas, cuka, mordan), biaya energi gas LPG untuk pengukusan, tenaga kerja, serta depresiasi peralatan.
Sementara itu, mahasiswa Magister Akuntansi FEB UNS membimbing pemilik usaha dalam optimasi media sosial Instagram, TikTok, dan Facebook “Zulfa Ecoprint”, meliputi teknik pembuatan konten visual, penggunaan tagar (hashtag), dan penyusunan rancangan konten (content calendar).

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Kelompok Usaha Bersama (Kube) Batik Putri Kawung, kelompok pengrajin perempuan yang memproduksi batik tulis warna alam khas motif Kawung.
Di Batik Putri Kawung  ini, tim dosen FEB UNS memberikan pelatihan pencatatan buku kas sederhana dan kalkulasi HPP batik tulis, dengan memperhitungkan biaya kain mori, malam, pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan (seperti mahoni, indigo, dan tegeran), jasa membatik dan pelorodan, hingga overhead usaha.

Sesi kunjungan berlangsung interaktif melalui diskusi bersama pemilik dan generasi penerus Kube Batik Putri Kawung mengenai dinamika bisnis lintas generasi, di mana pendiri awal konsisten mempertahankan batik warna alam tradisional, sementara generasi muda mulai berinovasi mengembangkan variasi warna modern.
Guna memperkuat daya saing, An Nurrahmawati, S.E., M.Sc. bersama mahasiswa mendampingi pengrajin dalam merumuskan strategi branding berbasis storytelling kearifan lokal serta pembuatan katalog produk digital.
Kegiatan di Kube Batik Putri Kawung diakhiri dengan Focus Group Discussion (FGD), penyerahan kenang-kenangan secara simbolis, dan foto bersama.

Program pengabdian masyarakat ini mendukung pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas manajemen dan peningkatan daya saing UMKM lokal. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) lewat penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan, SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan pengrajin perempuan, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui keterlibatan aktif mahasiswa magister dalam pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat (experiential learning).
