25 Mei 2024

Sebagian Besar UMKM Belum Memiliki Pengetahuan yang Cukup tentang Prosedur Ekspor

Selama ini, sebagian besar Usaha Menengah Kecil (UMK) dari Yogyakarta masih belum mampu mengekspor sendiri produk kerajinan mereka. Hal ini disebabkan bukan karena produknya tidak laku di manca negara namun karena mereka belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang prosedur ekspor.

Pernyataan itu disampaikan Dr. Evi Gravitiani, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dalam rilisnya berkaitan dengan kegiatan Workshop Prosedur Ekspor Produk Kerajinan, yang diselenggarakan di Ruang Pamer CV Ragil Craft, Desa Gamplong, Moyudan, Sleman, di bulan Juli 2019 lalu.

Workshop yang diinisiasi oleh Riset Grup Sustainable Development and Green Business FEB UNS diikuti 23 peserta perajin produk anyaman berbahan dasar serat alam dan benang rajut, dari Sleman dan Kulonprogo.

Kepada para perajin, Dr. Evi Gravitiani, sebagai ketua tim , juga dibantu anggota lainnya, Dr. AM. Soesilo dan Dr. Erni Ummi Hasanah memberikan pengarahan tentang mekanisme dan tatalaksana ekspor serta perbaikan kualitas produk.

Selanjutnya, dikatakan, workshop yang diselenggarakan terwadahi dalam skema pengabdian Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuatitas produk UMK agar berdaya saing tinggi untuk pasar dalam dan manca negara. Juga sebagai bagian dari upaya aktif menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal.
Program hibah PPPE merupakan hibah multi tahun yang dimulai tahun 2018 sampai dengan 2019. Program diperuntukkan bagi UMK-UMK mitra.

Dua UMK mitra yakni CV Ragil Craft yang beralamat di Desa Gamplong, Moyudan, Sleman dan diQ’s Craft di Banggan Tuksono Sentolo Kulon Progo memiliki basis input yang hampir sama, yaitu serat alam seperti pandan, serat agel, enceng gondok, lidi kelapa, mending dan akar wangi.

Bahan-bahan alami ini ditenun atau dianyam dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan juga materi dari benang nilon.
Untuk membantu mengoptimalkan produksi, Tim PPPE juga menyerahkan bantuan berupa mesin. Untuk mitra CV Ragil Jaya Craft diberikan bantuan berupa mesin ATBM dimodifikasi dengan dinamo listrik. Alat ini akan membantu penenun untuk tidak lagi menginjak dan mendorong ATBM agar lebih efisien untuk menghasilkan hasil tenunan serat alam.