04 Agu 2021

Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng

Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Rabu, 7 Juli 2021

Tim PKM FEB UNS yaitu Dr.Falikhatun, M.Si., Ak, sebagai ketua dan didampingi oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU, Dr. Muthmainah, M. Si., Ak., serta Dr. Muchammad Cholil, MM memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak goreng (used cooking oil) sebagai produk sampingan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Wates.

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Wates itu bertujuan untuk mendampingi UKM dalam memanfaatkan limbah minyak goreng sebagai produk sampingan, dihadiri oleh aparat desa Wates dan UKM di lingkungan desa Wates.

Dalam paparannya, Falikhatun menyampaikan bahwa ide PKM ini muncul karena banyaknya limbah minyak goreng atau biasa disebut dengan minyak jelantah yang tidak dimanfaatkan oleh UKM.

Salah satu UKM melakukan demo hasil pelatihan, membuat sabun dan lilin dari minyak jelantah

“Minyak jelantah dari hasil usaha keripik diantaranya belut, daun singkong, daun bayam, singkong, dan peyek kacang selama ini tidak dimanfaatkan untuk produk sampingan, tetapi hanya dibuang saja. Hal itu menimbulkan kerusakan lingkungan, selain itu baunya juga yang kurang sedap”  ungkapnya.

Tim memberikan pelatihan dengan memanfaatkan minyak jelantah itu menjadi sabun dan lilin. Hasilnya, UKM mampu  membuat produk sabun yang dapat dimanfaatkan untuk mengepel lantai atau mencuci barang lain yang tidak digunakan untuk makan dan minum. Sabun ini juga tidak bisa digunakan untuk mandi. UKM juga sudah mampu membuat lilin yang biasa dimanfaatkan ketika mengepak produk dalam plastik selain untuk penerangan.

Selain itu,  dalam PKM ini juga diberikan materi tentang kewirausahaan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU.

Prof. Salamah mengatakan untuk menjadi wirausaha sukses, maka seseorang harus memiliki “AKU”. AKU merupakan singkatan dari Angan-angan, Kemampuan, dan Usaha.

Produk PKM, sabun dan lilin

“Seseorang yang mau menjadi wirausaha sukses harus memiliki Angan-angan atau cita-cita yang jelas dan terukur, kapan cita-cita itu akan diwujudkan dalam dalam bentuk seperti apa. Selanjutnya Kemampuan menyangkut hal yang terkait dengan tingkat intelektualitas seseorang yang dapat ditingkatkan dengan belajar dan latihan yang terus menerus dengan tekun dan sabar, sedangkan Usaha adalah ikhtiar yang harus dilakukan dengan pernuh tanggung jawab dan tanpa putus asa” jelasnya penuh semangat.

PKM ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan motivasi UKM dalam meningkatkan kapasitas dirinya dan usahanya serta membuka peluang-peluang baru baik dalam pembuatan produk-produk baru maupun usaha baru. (Humas FEB)