RG Manajemen Keuangan FEB UNS Dorong Penguatan Ekonomi Inklusif UMKM Disabilitas Batik Ciprat Bok Bolong
Riset Grup Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Strategi Penguatan Ekonomi Inklusif UMKM Disabilitas Batik Ciprat Bok Bolong: Digitalisasi Pemasaran dan Keuangan” pada Selasa, 14 Juli 2026, di Pendopo Kelurahan Jombor, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini diikuti oleh penyandang disabilitas yang tergabung dalam Sheltered Workshop Peduli (SWP) Wijaya Mulya Batik Ciprat Bok Bolong.
Turut hadir Ketua SWP beserta pengelola serta Lurah Kelurahan Jombor, Kabupaten Sukoharjo, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penguatan kapasitas pelaku UMKM disabilitas.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pelatihan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi BukuWarung, pelatihan pemasaran digital, serta praktik menjahit produk turunan dari batik ciprat sebagai upaya mendorong pengembangan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Materi pelatihan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi BukuWarung dan pemasaran digital disampaikan oleh Ria Esana, yang memberikan pendampingan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib melalui pemanfaatan teknologi digital serta strategi pemasaran untuk memperluas jangkauan produk. Sementara itu, sesi praktik menjahit produk turunan dari batik ciprat dipandu oleh narasumber eksternal yang memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan pemasaran berbasis digital, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam mengembangkan produk turunan batik ciprat yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas peluang usaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Riset Grup Manajemen Keuangan FEB UNS dalam mendukung penguatan ekonomi inklusif melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM disabilitas. Pendampingan yang diberikan diharapkan mampu mendorong pengelolaan usaha yang lebih tertib, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemberdayaan penyandang disabilitas, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan komunitas.