07 Agu 2026

30 Mahasiswa FEB UNS Ikuti Pelatihan Persiapan Ekspor Bersama PPEJP Kementerian Perdagangan

Laboratorium Ekspor Impor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Badan Pengembangan SDM Perdagangan, Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Ekspor, pada 3–5 Agustus 2026 di Ruang Telecoference Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

Pembukaan pelatihan diawali dengan laporan Ketua Tim Pelatihan PPEJP, Wasiyanto, dilanjutkan sambutan Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., serta arahan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan, Drs. Abu Amar, M.M.
Dalam laporannya, Wasiyanto menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan implementasi kerja sama yang telah terjalin antara Kementerian Perdagangan dan UNS sekaligus menjadi bagian dari program Kampuspreneur Kementerian Perdagangan. Ia menjelaskan bahwa peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran selama tiga hari, tetapi juga akan menjalani uji kompetensi pada hari berikutnya.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan kapasitas SDM perdagangan, khususnya mahasiswa, agar mengenal, memahami perdagangan internasional, dan harapannya dapat menjadi eksportir. Setelah pelatihan, peserta juga akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertfiikasi Profesi (LSP) PPEJP,” ujar Wasiyanto.

Sebanyak 30 peserta berasal dari berbagai program studi di FEB UNS, yakni Magister Manajemen, S1 Manajemen, Magister Akuntansi, dan S1 Ekonomi Pembangunan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi yang dirancang secara komprehensif, meliputi identifikasi produk ekspor, klasifikasi HS Code, riset dan pemetaan pasar internasional, strategi penentuan harga ekspor, korespondensi bisnis, promosi produk, teknik negosiasi, metode pembayaran internasional, hingga pembiayaan ekspor.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik, studi kasus, dan simulasi untuk memperkuat pemahaman sebelum menghadapi uji kompetensi.

Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, mengapresiasi keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara FEB UNS dan Kementerian Perdagangan. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat agar mampu mengikuti perkembangan dunia perdagangan internasional sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi mahasiswa.

“Sekarang laboratorium di FEB UNS semakin terintegrasi sehingga mahasiswa dari berbagai program studi dapat berpartisipasi. Kesempatan seperti ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa, bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kompetensi di luar ijazah yang dimiliki,” ungkap Prof. Bhimo.
Ia juga berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan hingga selesai dan mampu melewati uji kompetensi sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi modal dalam menghadapi tantangan perdagangan global.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan, Drs. Abu Amar, MM menegaskan bahwa peluang menjadi eksportir terbuka bagi siapa saja tanpa dibatasi latar belakang pendidikan maupun profesi. Menurutnya, yang terpenting adalah memahami aturan, mekanisme, dan prosedur perdagangan internasional.

“Menjadi eksportir tidak dibatasi oleh jurusan atau profesi. Siapa pun bisa menjadi eksportir, asalkan memiliki ilmunya. Karena perdagangan ekspor memiliki aturan yang harus dipahami, baik aturan di dalam negeri maupun di negara tujuan,” jelas Abu Amar.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun mindset global, kemampuan memanfaatkan ekosistem digital, menjaga kualitas dan konsistensi produk, serta memperkuat jejaring bisnis.

“Bangun kolaborasi, karena perdagangan adalah soal kepercayaan antara penjual dan pembeli. Dengan networking yang baik, peluang untuk berkembang di pasar internasional akan semakin besar,” pesannya kepada para peserta.

Melalui pelatihan ini, FEB UNS bersama Kementerian Perdagangan berharap lahir sumber daya manusia muda yang memiliki kompetensi di bidang ekspor, mampu membaca peluang pasar internasional, serta siap berkontribusi dalam peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas calon pelaku ekspor, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah.