PKM UNS Dorong Transformasi UKM Batik Manggar Blora Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif Berdaya Saing
Upaya pemberdayaan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terus diperkuat oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, Grup Riset Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) UNS menggandeng UKM Batik Manggar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dalam program pendampingan yang bertujuan meningkatkan tata kelola usaha secara menyeluruh.
Grup Riset dipimpin oleh Dr. Sri Hartoko, MBA., Ak., CACP., bersama Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS dan M. Rudianto, S.E., S.Sn., M.Sn., Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS.
Di kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari FEB UNS, Salma Nadia Putri dan Tsabita Widya Waskito. Program ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi lebih jauh mengusung transformasi UKM menuju usaha berkelanjutan.
Kegiatan bertajuk “Penerapan Sistem Akuntansi dan Peningkatan Kualitas Produk Marketable untuk Menciptakan Keberlanjutan Usaha pada UKM Batik Manggar,” dengan narasumber Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak dan Prof. Dr. Dra. Hj. Endang Dwi Amperawati, MM.
Sasaran kegiatan meliputi tiga aspek utama: perbaikan sistem akuntansi usaha, inovasi produk batik, dan perluasan kanal pemasaran.
Menurut Dr. Hartoko, pasar Batik Manggar saat ini masih terfokus pada konsumen lokal di wilayah Blora. Karena itu, diperlukan langkah-langkah inovatif agar produknya bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
“Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, kami mengenalkan teknik paper stamp dalam pembuatan motif, mengembangkan prototipe produk baru, dan memperkenalkan alat feeder guna mempercepat proses produksi,” jelasnya.
Tak hanya berhenti di lini produksi, tim juga turut memperkuat aspek pemasaran dan identitas merek (branding). Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain: pembuatan video profil usaha, pengembangan website resmi, pengelolaan media sosial, hingga pembukaan kanal e-commerce. Hal ini bertujuan agar UKM Batik Manggar dapat menjangkau pasar regional bahkan nasional.
Program ini juga membuka peluang kerja baru dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam proses produksi, menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Tak kalah penting, kolaborasi ini juga menjadi wadah transfer pengetahuan dari perguruan tinggi ke pelaku usaha, khususnya di bidang manajemen, keuangan, digital marketing, dan pengelolaan SDM.
“UKM Batik Manggar punya potensi besar. Dengan tata kelola yang lebih tertata dan produk yang inovatif, kami berharap UKM ini bisa menjadi role model pengembangan ekonomi kreatif daerah,” imbuh Dr. Hartoko.
Didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek pengurangan kemiskinan (Goal 1) serta pengembangan industri, inovasi, dan infrastruktur (Goal 9). Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, yakni pelibatan mahasiswa dalam aktivitas di luar kampus dan penerapan hasil riset dosen secara langsung di masyarakat.
Dengan pendekatan yang komprehensif, UNS berharap Batik Manggar dapat melangkah lebih jauh sebagai ikon ekonomi kreatif Blora yang mampu bersaing di pasar nasional.
