Laboratorium Project Based Learning FEB UNS Gelar Workshop Penyusunan RPS dan Materi Ajar Bahasa Inggris Bidang Ekonomi dan Bisnis
Laboratorium Project Based Learning (PBL) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Materi Ajar Bahasa Inggris Bidang Ekonomi dan Bisnis, Jumat, 19 September 2025 di Laboratorium PBL FEB UNS.
Kegiatan yang diikuti oleh dosen perwakilan program studi di FEB UNS menghadirkan Dr. B. Yuniar Diyanti, S.Pd., M.Hum., staf pengajar Departemen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen dalam menyusun RPS dan materi ajar Bahasa Inggris yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di bidang ekonomi dan bisnis. Diharapkan hasil dari workshop ini dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan di FEB UNS.

Dalam sambutannya, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FEB UNS, menyampaikan bahwa pihak fakultas menyadari kemampuan bahasa Inggris para alumni masih perlu didorong lagi. Hal ini berdasarkan masukan dari pengguna lulusan dan berbagai stakeholder yang menilai kemampuan bahasa Inggris lulusan perlu diperkuat.
“Inilah salah satu motivasi utama diadakannya kegiatan ini,” ujarnya.
Prof. Tri juga menjelaskan bahwa selama ini pengajaran bahasa Inggris di fakultas hanya bergantung pada UPT P2B dengan sistem tes bagi mahasiswa baru. Nilai ujian kemudian dikonversi menjadi nilai A-E, dan mahasiswa yang nilainya di bawah 60 hanya diberi kesempatan mengikuti satu kali pelatihan. Akibatnya, banyak mahasiswa yang merasa cukup dengan nilai “C” dan kurang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.
Sesuai Peraturan Rektor, setiap program studi diwajibkan memiliki satu mata kuliah bahasa Inggris yang dirancang khusus sesuai kebutuhan program studi masing-masing.
Fakultas perlu merancang mata kuliah English for Economy and Business yang mencakup seluruh program studi di FEB.

“Lebih mudah jika kita punya modul pembelajaran bahasa Inggris yang sesuai kebutuhan prodi,” tambah Prof. Tri.

Sementara itu, Siti Khoiriyah, S.E., M.Si., Kepala Laboratorium PBL menekankan pentingnya penguatan materi ajar Bahasa Inggris dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan (CPL).
“Bahasa Inggris sangat penting dalam mendukung kompetensi mahasiswa kita. Karena itu, RPS dan materi ajar perlu disusun sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan prodi dan CPL yang telah diformulasikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Lab PBL FEB UNS yang aktif mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebelumnya, Lab PBL telah menyelenggarakan workshop penyusunan modul pembelajaran berbasis kasus dan proyek, dan pada triwulan keempat tahun ini, akan melanjutkan dengan program pendampingan penyusunan modul berbasis kasus dan proyek tersebut.
Sebagai salah satu dari tujuh laboratorium yang ada di FEB UNS, Lab PBL memiliki fokus untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang kolaboratif dan aplikatif.

Workshop yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut berjalan dengan sangat dinamis. Para peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi, tanya jawab, serta sesi praktik penyusunan RPS dan materi ajar.
Antusiasme dan keterlibatan peserta selama kegiatan menunjukkan komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan fakultas.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memperkuat kapasitas tenaga pengajar dalam menyediakan materi ajar yang relevan dan berkualitas internasional. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan kualitas lulusan di bidang ekonomi dan bisnis yang siap bersaing di pasar global.
