19 Agu 2026

LPPM UNS dan FEB UNS Perkuat Tata Kelola Jurnal melalui Pendampingan Akreditasi dan Indeksasi Internasional

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Unit Pengembangan Jurnal (UPJ) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menyelenggarakan Roadshow Pendampingan Manajemen Akreditasi dan Indeksasi Internasional Jurnal FEB UNS.

Kegiatan ini menjadi wadah pendampingan bagi para pengelola jurnal FEB UNS untuk memperkuat tata kelola jurnal sekaligus mempersiapkan peningkatan akreditasi dan indeksasi jurnal ilmiah.

Ketua Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) FEB UNS, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa FEB UNS memiliki enam jurnal yang telah terakreditasi dan aktif, sementara sejumlah jurnal lainnya masih dalam proses pengembangan dan pengajuan akreditasi.

Beberapa jurnal di lingkungan FEB UNS telah memiliki rekam jejak akreditasi, di antaranya Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB) yang telah terakreditasi Sinta 2 selama beberapa periode serta Sebelas Maret Business Review.

Di sisi lain, terdapat jurnal yang masih relatif baru dan tengah membangun tata kelola serta konsistensi penerbitan, salah satunya Journal of Accounting, Governance and Organization yang dikelola Program Studi S2 Magister Akuntansi (MAKSI) dan didirikan pada akhir 2024.

Dalam sambutannya, Dr. Wahyu berharap pendampingan yang diberikan LPPM UNS dapat membantu jurnal-jurnal yang telah terakreditasi untuk meningkatkan peringkatnya, sekaligus mendorong jurnal yang belum terakreditasi agar dapat segera mengusulkan akreditasi.

“Nanti kami mohon arahannya supaya jurnal yang sudah Sinta itu bisa naik peringkatnya, dan yang belum nanti supaya bisa segera mengusulkan,”  ungkap Dr. Wahyu.

Pendampingan menghadirkan Kepala Unit Pengembangan Jurnal LPPM UNS, Dr. Kukuh Tejomurti, S.H., LL.M., serta Kepala Seksi Akreditasi Jurnal Ilmiah LPPM, Teguh Endah Saraswati, S.Si., M.Sc., Ph.D. Teguh Endah Saraswati.

Agenda pendampingan mencakup pemaparan mengenai pengelolaan jurnal, akreditasi dan indeksasi jurnal di UNS, serta pembahasan hasil bedah jurnal yang telah disiapkan bagi pengelola jurnal FEB UNS.

Dalam paparannya, Dr. Kukuh menjelaskan bahwa pengelolaan jurnal di UNS memiliki dinamika yang beragam. Saat ini terdapat 141 jurnal yang terus dipantau perkembangannya. Sebagian besar pengelola jurnal merupakan dosen yang menjalankan pengelolaan jurnal sebagai tugas tambahan, sehingga penguatan dukungan institusi dan tata kelola menjadi hal penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan jurnal.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kondisi website dan Open Journal Systems (OJS) jurnal. Dr. Kukuh menyampaikan bahwa masih terdapat jurnal yang belum optimal dalam pemeliharaan website, informasi jurnal, maupun metadata. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian karena kualitas substansi artikel perlu berjalan beriringan dengan tata kelola jurnal yang baik.

Selain aspek teknis, penguatan sumber daya dalam pengelolaan jurnal juga menjadi bagian dari pembahasan. Dr. Kukuh menyampaikan bahwa ke depan terdapat upaya untuk mendukung pembagian peran antara dosen sebagai pengelola substansi dengan tenaga kependidikan yang dapat mendukung pekerjaan teknis penerbitan ilmiah, seperti pengelolaan website dan metadata jurnal.

Dalam pengelolaan penerbitan, pengelola jurnal juga didorong untuk menerbitkan artikel secara bertahap setelah proses review, accepted, proofreading, dan layout selesai. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pengelola mengurangi beban kerja apabila seluruh artikel diterbitkan secara bersamaan dalam satu periode.

Lebih lanjut, Dr. Kukuh menjelaskan empat pilar dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Salah satu bagian pentingnya adalah diseminasi, yaitu bagaimana artikel yang diterbitkan dapat semakin luas dibaca dan tercatat dalam basis data ilmiah. Dalam konteks tersebut, indeksasi menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan publikasi jurnal. Beberapa indeksasi yang dibahas antara lain DOAJ, Scopus, dan Web of Science.

Sebelum menuju indeksasi internasional, pengelola jurnal perlu memperkuat fondasi pengelolaan, mulai dari kejelasan informasi jurnal, pengelolaan OJS, hingga metadata pengguna, penulis, dan reviewer. Keunikan dan fokus jurnal juga perlu diperjelas agar memiliki identitas yang kuat dibandingkan jurnal lainnya.

Dalam pendampingan tersebut, aspek integritas publikasi ilmiah juga mendapat perhatian. Dr. Kukuh mengingatkan pengelola jurnal mengenai berbagai praktik tidak etis dalam publikasi, termasuk fenomena ghost, give, dan guest author serta praktik kartel sitasi. Menurutnya, upaya menuju indeksasi internasional perlu dilakukan melalui proses yang benar dengan tetap menjaga integritas akademik.

“Kita lurus saja, meskipun Scopus-nya lama tapi kita berintegritas,”  tegasnya.

Terkait indeksasi Scopus, peserta juga mendapatkan gambaran mengenai proses evaluasi jurnal. Scopus dijelaskan sebagai basis data yang memuat abstrak dan sitasi publikasi ilmiah, termasuk buku, jurnal, dan prosiding yang memenuhi persyaratan. Proses evaluasinya melibatkan Content Selection & Advisory Board (CSAB), dengan tahapan mulai dari identifikasi dan pemeriksaan administrasi hingga expert review and decision.

Selain penguatan tata kelola dan kualitas jurnal, dukungan institusi juga menjadi bagian penting dalam mendorong jurnal menuju indeksasi internasional. Dalam sesi pendampingan disampaikan adanya dukungan untuk jurnal UNS yang berhasil terindeks Scopus, berupa insentif sebesar Rp100 juta per jurnal. Dukungan tersebut diarahkan untuk kegiatan pengembangan dan pengelolaan jurnal melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Di akhir kegiatan, Dr. Kukuh menekankan pentingnya keberlanjutan komunikasi dan kerja sama antara UPJ LPPM UNS dan pengelola jurnal FEB UNS. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung proses perbaikan jurnal secara bersama-sama, termasuk dalam upaya meningkatkan peringkat jurnal melalui akreditasi dan indeksasi.

Kegiatan ini mendukung SDGs 4: Pendidikan Bermutu, khususnya melalui penguatan kualitas ekosistem penelitian, publikasi, dan diseminasi pengetahuan ilmiah. Kolaborasi LPPM UNS dan FEB UNS dalam pendampingan jurnal juga selaras dengan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerja sama dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan publikasi ilmiah.