28 Sep 2026

Dosen FEB UNS Kembangkan Integrasi UMAITA: Solusi Ekonomi Sirkular Ubah Sampah Organik Jadi Pakan Ternak di TPS3R Mojo Makmur

Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan model inovatif pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi pakan ternak alternatif melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UNS 2026 bertajuk “Integrasi UMAITA (Unggas, Maggot, Ikan, dan Tanaman) dalam Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga menjadi Pakan Alternatif Unggas Berbasis Ekonomi Sirkular di Kota Surakarta”.

Program yang berlokasi di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) “Mojo Makmur”, Kelurahan Jebres, Surakarta, ini diketuai oleh Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si, Guru Besar FEB UNS, bersama tiga anggota tim: Dewi Ismoyowati, S.E., M.Ec. Dev; Alpha Liana Yuvita Rahma, S.Hut., M.B.A.; dan Muhammad Bagus Sistriatmaja, S.E., M.E.

Kegiatan ini tergabung dalam Research Group Green Economy and Sustainable Development FEB UNS dan didukung 10 mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan. Kegiatan turut dihadiri unsur kelurahan, TNI/Babinsa, dan tokoh masyarakat setempat.

Merespons Persoalan Sampah Sisa Makanan yang Terus Meningkat

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari sekitar 70 juta ton timbulan sampah nasional per tahun, 39% atau lebih dari 27 juta ton merupakan sisa makanan. Angka ini berpotensi terus bertambah seiring berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah, yang diperkirakan menyumbang tambahan sampah organik hingga ratusan ton per hari secara nasional.

Di sisi lain, peternak unggas skala kecil-menengah menghadapi tantangan biaya pakan yang mencapai 60–70% dari total biaya operasional. Kondisi ini menjadi celah bagi tim pengusul untuk mengintegrasikan dua persoalan sekaligus: pengelolaan sampah organik dan mahalnya biaya pakan ternak.

Model UMAITA: Dari Limbah Menjadi Rantai Ekonomi Sirkular

Melalui pendekatan UMAITA, limbah organik rumah tangga diseleksi, dicacah, dan difermentasi untuk dijadikan pakan alternatif unggas. Sebagian limbah juga dimanfaatkan sebagai media budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber protein tambahan. Maggot kemudian dicampur dengan pakan fermentasi sebagai substitusi parsial pakan komersial ayam dan bebek. Sisa hasil budi daya maggot (kasgot) selanjutnya dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman, sehingga terbentuk siklus tertutup yang menekan residu sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.

“Program ini tidak hanya menekan volume sampah organik yang selama ini hanya diolah menjadi kompos dengan nilai jual terbatas, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi pengelola TPS3R melalui diversifikasi produk seperti telur, daging unggas, dan pupuk organik,” ujar Prof. Dr. Suryanto, Ketua Tim Pengabdian.

Tim dosen FEB UNS mendemonstrasikan proses penimbangan dan formulasi pakan fermentasi kepada peserta di lokasi TPS3R “Mojo Makmur”.

Dukungan Sekolah dan Program MBG

Untuk menjaga stabilitas pasokan limbah organik, tim pengabdian juga membangun skema kerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota Surakarta yang menjalankan Program MBG.

Sampah organik dari kegiatan MBG akan diolah TPS3R “Mojo Makmur”, dan sebagai imbalannya sekolah memperoleh hasil olahan berupa kompos, tanaman sayuran, dan media tanam yang dapat mendukung program sekolah Adiwiyata.

Rangkaian Kegiatan

Program yang bernaung di bawah skema Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UNS 2026 ini mencakup pelatihan pemilahan dan fermentasi limbah organik, penyediaan peralatan produksi seperti mesin pencacah dan drum fermentasi, pendampingan formulasi pakan, penguatan kemitraan pemasok limbah, hingga pelatihan pemasaran digital produk turunan TPS3R melalui platform seperti Instagram, Shopee, dan Lazada.

“Kami berharap program ini bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap TPS3R yang selama ini identik dengan kesan kotor, menjadi tempat yang justru memberi manfaat ekonomi nyata bagi warga sekitar,” ujar Sunarno, Ketua TPS3R “Mojo Makmur”.

Tim pengabdian FEB UNS bersama perangkat Kelurahan Jebres, Babinsa, Babinkamtibmas, dan pengelola TPS3R “Mojo Makmur” usai kegiatan.

Selaras dengan SDGs

Kegiatan ini sejalan dengan sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni pengentasan kemiskinan (Tujuan 1), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (Tujuan 8), konsumsi dan produksi bertanggung jawab (Tujuan 12), penanganan perubahan iklim melalui pengurangan emisi metana dari sampah organik (Tujuan 13), serta perlindungan ekosistem darat dari pencemaran sampah (Tujuan 15).

Melalui program ini, FEB UNS menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi sivitas akademika dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi menuju World Class University.