04 Mei 2026

Fiscal Corner FEB UNS dan Kementerian Keuangan Gelar Workshop Pengayaan Materi Modul Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran

Fiscal Corner Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengayaan Materi untuk Modul Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran (PPP) Rabu 15 Oktober 2025 di UNS Inn.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama strategis antara FEB UNS dan Kementerian Keuangan dalam penguatan kurikulum dan pembelajaran fiskal. 

Workshop dibuka dengan sambutan Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., Dekan FEB UNS, yang menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan kontekstual terhadap dinamika kebijakan publik.

“Ada satu poin penting, bagaimana kita mengembangkan kurikulum yang adaptif, arah pembelajarannya menuju studi kasus dan berbasis proyek (project-based learning). Materi ini tidak hanya untuk mata kuliah di pascasarjana, tetapi juga untuk jenjang S1, dan relevan bagi semua program studi di FEB, baik Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, maupun Manajemen,” ujar Prof. Bhimo.

Prof. Bhimo juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kementerian Keuangan menjadi aset penting bagi FEB UNS, khususnya melalui kegiatan Fiscal Corner yang telah berjalan sejak 2024.

“Kami telah menjalin kolaborasi dengan Kemenkeu melalui berbagai kegiatan dan sejumlah riset kebijakan. Saat ini kami juga mengikuti inisiatif Financial Research yang diinisiasi oleh Kemenkeu, sebagai bentuk tindak lanjut dari kerja sama yang sudah terbangun,” tambahnya.

Rangkaian workshop dilanjutkan dengan paparan dari Dr. Mulyanto, M.E., Ketua Fiscal Corner FEB UNS, yang mempresentasikan rancangan modul Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran.

Modul yang disusun berbasis Outcome Based Education (OBE) ini mencakup 12 bab yang terbagi atas dua bagian besar, yaitu perencanaan dan penganggaran, mulai dari tingkat nasional, daerah, hingga desa. Pendekatan pembelajarannya menekankan kombinasi antara teori dan praktik melalui simulasi penyusunan dokumen, analisis fiskal, serta rekomendasi kebijakan publik berbasis data.

Sesi berikutnya paparan materi oleh Noor Cholis Madjid, S.E., M.Si., Widyaiswara Ahli Utama dari Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, BPPK Kementerian Keuangan RI, yang menyampaikan materi tentang penguatan konsep perencanaan dan penganggaran nasional.

Ia menekankan pentingnya integrasi antara perencanaan pembangunan dan kebijakan fiskal melalui pendekatan Medium Term Expenditure Framework (MTEF) dan Performance-Based Budgeting (PBB).

Selanjutnya, Risky Sulistyanto, S.E., M.M., Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan RI, memaparkan praktik implementasi perencanaan pembangunan dan penganggaran di kementerian/lembaga.

Dalam paparannya, Risky berbagi pengalaman mengenai proses penyusunan anggaran, pengawasan fiskal, serta inovasi kebijakan keuangan yang diterapkan di lingkungan Kemenkeu.

Acara yang dipandu oleh Adib Barliyin Abdurrahim dan Titin Dwi Aryanti ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan dosen, pengembang kurikulum, serta mahasiswa pascasarjana FEB UNS.

Para peserta antusias berdiskusi dan memberikan masukan terkait penerapan pembelajaran fiskal dan penganggaran berbasis proyek di kelas.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS memperkuat sinergi akademik dengan Kementerian Keuangan untuk mengembangkan kurikulum yang kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang perencanaan dan penganggaran publik.

Kegiatan Workshop Pengayaan Materi untuk Modul Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu kurikulum dan metode pembelajaran berbasis praktik; serta SDG 17 yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan memperkuat kolaborasi antara FEB UNS dan Kementerian Keuangan RI dalam mendukung tata kelola fiskal yang transparan dan berkelanjutan.