FEB UNS Perluas Jejaring Riset: Hadirkan Akademisi Malaysia
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret UNS) menghadirkan empat akademisi dari universitas terkemuka di Malaysia dalam rangka memperkuat kolaborasi penelitian dan pengembangan jejaring internasional, Jumat 31 Oktober 2025.
Para akademisi Malaysia tersebut yakni Prof. Law Siong Hook (School of Business and Economics, Universiti Putra Malaysia), Prof. Mohamad Fazli Sabri (Fakulti Teknologi Manusia, Universiti Putra Malaysia), Dr. Fakarudin Bin Kamarudin (School of Business and Economics, Universiti Putra Malaysia) dan Dr. Nazratul Aina binti Mohd Anwar (Universiti Sains Islam Malaysia).
Kehadiran akademisi Malaysia disambut baik oleh Dekan FEB UNS Prof. Bhimo Rizky Samudro, Wakil Dekan Nonakademik, Sutaryo, Ph.D, Putra Pamungkas, Ph.D. Kepala PUI Center for Fintech and Banking, Arum Setyowati, Ph.D., serta Linggar Ikhsan Nugroho, M.Ec.Dev.
Kepada feb.uns.ac.id, Prof. Bhimo menjelaskan bahwa hubungan FEB UNS dengan para akademisi Malaysia sebenarnya telah terjalin cukup lama, baik melalui kegiatan riset bersama, pendampingan mahasiswa, hingga interaksi personal antar dosen.
“Beberapa kolega dari Malaysia ini sudah lama berkolaborasi dengan kami, terutama melalui PUI Fintech. Bahkan beberapa di antaranya menjadi pembimbing mahasiswa S2 dan S3. Pertemuan kemarin lebih untuk memperkuat jejaring yang sudah ada dan mendorongnya agar semakin terlembagakan,” ujar Prof. Bhimo.
Ia menambahkan bahwa Universiti Putra Malaysia (UPM) telah terakreditasi AACSB di bidang bisnis. UPM menjadi universitas pertama di Malaysia yang mendapatkan akreditasi ini untuk Fakulti Ekonomi dan Pengurusan (sekarang menjadi Putra Business School), dan hal ini menjadi momentum penting bagi FEB UNS yang sedang mengajukan Eligibility Application sebagai langkah awal menuju akreditasi internasional tersebut.
Dalam proses persiapan AACSB, FEB UNS membutuhkan mitra internasional yang dapat memberikan masukan, pendampingan informal, dan review dokumen. Kehadiran akademisi UPM yang telah berulang kali berinteraksi dengan FEB UNS membuka peluang tersebut.
“Mereka sudah sering hadir, sudah terlibat riset bersama, secara informal kami mendapatkan masukan terhadap penyusunan dokumen AACSB hingga review proses yang sedang kami jalankan,” jelas Prof. Bhimo.
Selain pertemuan resmi, para akademisi Malaysia juga menjadi pengisi kuliah umum dan workshop, yang mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen. Diskusi intens terjadi khususnya di kelas S2 dan S3 ketika membahas metodologi riset.



“Mahasiswa sangat antusias. Banyak diskusi muncul, dan itu membuka peluang kolaborasi riset baru. Kolega dari Malaysia sendiri juga membutuhkan publikasi kolaboratif, dan Indonesia menjadi mitra yang sangat terbuka,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, FEB UNS akan melanjutkan tahapan penyempurnaan dokumen AACSB. Tim kini menargetkan penyelesaian dokumen kelengkapan pada pertengahan November, disusul dengan review menyeluruh sebelum kembali diajukan pada April mendatang.
Selain itu, kerja sama riset yang selama ini berjalan secara personal akan mulai diformalkan dalam database institusi, sehingga seluruh aktivitas kolaboratif terdokumentasi dan dapat mendukung akreditasi maupun pengembangan fakultas ke depan.
Pertemuan ini menegaskan komitmen FEB UNS untuk memperluas jejaring riset internasional, mendorong kualitas pendidikan, serta memperkuat kerja sama lintas negara. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).
