s1_mnj Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_mnj/ Knowledge for Prosperity Wed, 17 Dec 2025 09:04:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png s1_mnj Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_mnj/ 32 32 Prodi S1 Manajemen Hadirkan Praktisi di Kuliah Manajemen Strategik https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-s1-manajemen-hadirkan-praktisi-di-kuliah-manajemen-strategik/ Wed, 17 Dec 2025 03:14:06 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39840 Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Manajemen Strategik dengan tema “Evaluasi Strategi: Mengukur Kinerja dan Melakukan Revisi Strategis”, […]

Artikel Prodi S1 Manajemen Hadirkan Praktisi di Kuliah Manajemen Strategik pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Manajemen Strategik dengan tema “Evaluasi Strategi: Mengukur Kinerja dan Melakukan Revisi Strategis”, Kamis 4 Desember 2025.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Didiek Hartantyo, M.B.A., praktisi strategik yang membagikan pengalaman empiris terkait Dynamic Strategic Evaluation dan implementasinya di PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa organisasi saat ini beroperasi dalam hyper dynamic environment, ditandai oleh perubahan cepat dan ketidakpastian akibat faktor politik, geopolitik, ekonomi global–domestik, bencana, hingga perubahan perilaku pelanggan.

Kondisi tersebut menuntut perusahaan melakukan evaluasi strategi yang tidak lagi bersifat statis dan periodik, melainkan dinamis, berkelanjutan, dan adaptif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, disampaikan enam pendekatan. Pertama, Dynamic Strategic Evaluation, yaitu evaluasi strategi yang dilakukan secara terus-menerus dan real-time, bukan hanya melalui siklus tahunan.

Kedua, Data-Driven Strategic Review, yang menekankan pemanfaatan Big Data, data analytics, dan kecerdasan buatan sebagai dasar pengambilan keputusan agar evaluasi strategi bersifat akurat dan prediktif.

Pendekatan ketiga adalah Adaptive Permanent Evaluation, yang menilai kapabilitas organisasi melalui sensing, seizing, dan transforming capability agar mampu mendeteksi perubahan, menangkap peluang, serta beradaptasi secara struktural.

Keempat, Strategic Ambidexterity Evaluation, yaitu kemampuan organisasi menjaga efisiensi dan stabilitas operasional sekaligus melakukan inovasi dan transformasi di tengah dinamika kebijakan dan ekonomi global.

Selanjutnya, ESG-Integrated Strategic Evaluation menempatkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai bagian inti evaluasi strategi untuk menjamin keberlanjutan dan kepercayaan pemangku kepentingan.

Terakhir, Scenario-Based Strategy Evaluation (SBSE) digunakan untuk menilai kesiapan organisasi menghadapi berbagai kemungkinan masa depan, terutama dalam situasi ketidakpastian ekstrem seperti pandemi.

Dalam sesi implementasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dipaparkan sebagai contoh nyata penerapan keenam pendekatan tersebut sejak 2016 hingga 2025. Transformasi diawali dengan penguatan fondasi dan revisi RKAP (2016–2017), dilanjutkan pencapaian peringkat AAA dari Pefindo pada 2017. KAI juga menerbitkan obligasi pada 2017 dan 2019 sebagai bentuk transparansi dan pembiayaan berbiaya efisien, serta memperoleh kepercayaan publik melalui pembiayaan proyek LRT Jabodebek.

Pada masa pandemi COVID-19 (2020–2021), KAI menerapkan manajemen krisis melalui adaptasi layanan, penguatan protokol kesehatan, dan efisiensi operasional. Meski sempat mengalami kerugian selama dua tahun, perusahaan berhasil bangkit dan mencatatkan laba Rp 444 miliar pada 2022. Memasuki periode 2020–2025, KAI terus mengembangkan dynamic strategic evolution dengan evaluasi strategi yang bersifat kontinu guna menjaga kinerja, keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan.

Kuliah praktisi ini menegaskan bahwa evaluasi strategi yang dinamis, adaptif, dan berbasis data menjadi kunci keberlanjutan organisasi modern. Enam kerangka evaluasi strategis yang disampaikan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga terbukti aplikatif dalam praktik korporasi nasional.

Materi kuliah ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kinerja dan keberlanjutan perusahaan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui transformasi dan inovasi strategis sektor transportasi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 16 (Institusi yang Tangguh dan Akuntabel) melalui integrasi prinsip ESG dan tata kelola yang transparan.

Artikel Prodi S1 Manajemen Hadirkan Praktisi di Kuliah Manajemen Strategik pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi S1 Manajemen FEB UNS Hadirkan Praktisi Bio Farma Bahas Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-s1-manajemen-feb-uns-hadirkan-praktisi-bio-farma-bahas-etika-pemasaran-dan-perlindungan-konsumen/ Wed, 17 Dec 2025 03:05:21 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39836 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Bersama Praktisi pada Mata Kuliah Etika Bisnis dengan tema “Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen” Sabtu, […]

Artikel Prodi S1 Manajemen FEB UNS Hadirkan Praktisi Bio Farma Bahas Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Bersama Praktisi pada Mata Kuliah Etika Bisnis dengan tema “Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen” Sabtu, 13 Desember 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Manajemen sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik.

Kegiatan ini menghadirkan Hersi Rosilani, S.E., M.Si., Vice President Bio Farma Group, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, narasumber menyampaikan wawasan praktis mengenai penerapan etika pemasaran di industri farmasi yang menekankan kejujuran, transparansi informasi, kepatuhan regulasi, serta tanggung jawab perusahaan dalam melindungi konsumen.

Hersi Rosilani menjelaskan bahwa industri farmasi memiliki fungsi sosial yang kuat, sehingga strategi pemasaran tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mengedepankan keselamatan pasien dan kepentingan masyarakat.

Promosi produk farmasi wajib dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis bukti ilmiah, tidak menyesatkan, serta sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kode Etik Farmasi Indonesia.

Selain itu, dibahas pula mekanisme perlindungan konsumen di sektor farmasi, termasuk hak konsumen atas keamanan, mutu, dan informasi yang benar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Narasumber mencontohkan peran pengawasan BPOM dalam memastikan keamanan obat melalui registrasi, pengawasan distribusi, hingga penarikan produk apabila ditemukan pelanggaran standar mutu, keamanan, atau pelabelan.

Melalui kuliah bersama praktisi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik bisnis yang beretika, khususnya dalam konteks pemasaran dan perlindungan konsumen di industri strategis seperti farmasi.

Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan pembelajaran kontekstual dengan menghadirkan praktik nyata dari dunia industri.

Kegiatan Kuliah Bersama Praktisi ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penekanan pada keselamatan dan perlindungan konsumen farmasi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan etika bisnis dan pemasaran yang bertanggung jawab.

Artikel Prodi S1 Manajemen FEB UNS Hadirkan Praktisi Bio Farma Bahas Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kuliah Praktisi FEB UNS: Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling https://feb.uns.ac.id/feb/kuliah-praktisi-feb-uns-mengawal-kesuksesan-proyek-melalui-project-integrated-monitoring-controlling/ Wed, 17 Dec 2025 02:44:11 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39814 Program Studi S1 Manajemen dan S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah praktisi dengan tema “Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & […]

Artikel Kuliah Praktisi FEB UNS: Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen dan S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah praktisi dengan tema Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling”, Sabtu, 6 Desember 2025 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Minat Operasi yang menghadirkan praktisi profesional untuk memperkaya wawasan mahasiswa terkait pengelolaan proyek modern.

Narasumber pada kesempatan ini adalah Edi Marwanto, Vice President Business Development PT National Energy Solutions, yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam proyek konstruksi di sektor minyak, gas, dan petrokimia.

Dalam pemaparannya, Edi Marwanto menekankan bahwa proyek tidak hanya menghasilkan deliverable unik, tetapi juga mendorong perubahan dan menciptakan nilai bagi organisasi.

Ia menjelaskan bahwa kegagalan proyek sering diakibatkan oleh lemahnya proses pengendalian, perubahan yang tidak terkelola, serta rendahnya pemantauan kinerja proyek. Data The Standish Group menunjukkan proyek dengan anggaran besar memiliki risiko kegagalan yang signifikan jika tidak dikendalikan dengan baik.

Materi kemudian menguraikan konsep-konsep inti dalam Project Management, antara lain: Framework Project Management, Monitoring & Controlling Terintegrasi, Peran Project Management Office (PMO) dan Rekomendasi untuk Kesuksesan Proyek.

Narasumber memaparkan alur menyeluruh siklus proyek, mulai dari initiating, planning, executing, monitoring & controlling, hingga closing. Setiap fase memiliki peran penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Bagian utama kuliah menyoroti pentingnya Project Integrated Monitoring & Controlling, yaitu proses yang mencakup pengendalian ruang lingkup (scope) agar tidak terjadi scope creep, Pengendalian jadwal proyek melalui pemantauan baseline, engendalian biaya dengan indikator CPI dan CV, pengendalian kualitas agar hasil sesuai spesifikasi, serta pengelolaan risiko, komunikasi, sumber daya, dan stakeholder.

Edi memperkenalkan penerapan metode Earned Value Management (EVM) sebagai alat yang sangat efektif dalam membaca kinerja aktual proyek serta memprediksi kondisi akhir proyek. Studi kasus yang dipaparkan menunjukkan bagaimana EVM membantu mengidentifikasi deviasi sejak dini sehingga tim proyek dapat merancang action plan yang tepat.

Narasumber menegaskan pentingnya keberadaan PMO sebagai pusat tata kelola proyek organisasi. PMO berfungsi memastikan keselarasan strategi, mengelola proses bisnis proyek, mengembangkan kompetensi SDM, serta mentransfer pengetahuan sehingga organisasi lebih siap menghadapi kompleksitas proyek modern.

Mengakhiri pemaparan, Edi Marwanto menyampaikan beberapa rekomendasi kunci: implementasi standar global manajemen proyek, penguatan manajemen risiko dan manajemen perubahan, kepemimpinan berkarakter, termasuk kecerdasan emosional serta penerapan talent triangle bagi project manager: technical, leadership, dan strategic-business skills

Kuliah praktisi ini mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang manajemen proyek. Selain itu, penguatan praktik monitoring & controlling, tata kelola proyek, dan efisiensi penggunaan sumber daya turut mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui pengelolaan proyek yang transparan, efektif, dan berkelanjutan.

Artikel Kuliah Praktisi FEB UNS: Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi Manajemen FEB UNS Gelar Kuliah Praktisi Bahas Transformasi Digital Layanan KAI https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-manajemen-feb-uns-gelar-kuliah-praktisi-bahas-transformasi-digital-layanan-kai/ Tue, 16 Dec 2025 04:06:21 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39788 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Kuliah Praktisi Komunikasi Bisnis dengan menghadirkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai mitra industri, Sabtu 29/11/2025. […]

Artikel Prodi Manajemen FEB UNS Gelar Kuliah Praktisi Bahas Transformasi Digital Layanan KAI pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Kuliah Praktisi Komunikasi Bisnis dengan menghadirkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai mitra industri, Sabtu 29/11/2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Prodi Manajemen memperkuat keterkaitan antara teori akademik dan praktik dunia kerja.

Kuliah praktisi bertema Komunikasi Digital dan Transformasi Layanan: Membangun Pengalaman Pelanggan melalui Aplikasi KAI Access dan Media Sosial tersebut menghadirkan Erni Sylviane Purba, Vice President Public Relations PT KAI, sebagai narasumber.

Acara yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen dimoderatori oleh Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si, Dosen FEB UNS.

Dalam sesi tersebut, narasumber menjelaskan perjalanan kariernya yang berawal dari dunia teknologi, media sosial, hingga akhirnya bergabung dengan KAI pada 2013 sebagai Manajer CRM dan Digital Media.

Di periode ini, KAI mulai mengimplementasikan social media listening yang terintegrasi dengan sistem operasional sehingga perusahaan dapat membedakan suara pelanggan asli, opini publik, hingga komentar dari akun non-pelanggan.

Narasumber menekankan bahwa media sosial kini menjadi kanal penting dalam mendeteksi isu layanan. “Setiap kritik dan apresiasi harus dianalisis. Kami memanfaatkan command center 24 jam yang terhubung dengan contact center dan CCTV analytics di seluruh stasiun,” jelasnya.

Sistem ini memungkinkan KAI mendeteksi potensi krisis layanan, termasuk penanganan kasus pelecehan di area stasiun.

“Jangan harap pelaku kekerasan seksual bisa naik kereta, terutama di Jabodetabek. Sistem kami memantau pergerakan pelanggan demi keamanan bersama,” tegasnya.

KAI juga memanfaatkan social media listening untuk membaca kebutuhan penumpang secara akurat. Kritik mengenai kenyamanan kereta ekonomi, fasilitas toilet, hingga permintaan sarana penunjang perjalanan telah melahirkan berbagai perbaikan nyata.

“Dari komentar sederhana tentang sandaran kursi hingga permintaan toilet pria-wanita terpisah, semua kami respons melalui inovasi,” jelasnya. Bahkan strategi investasi seperti penyediaan water station diputuskan berdasarkan suara pelanggan—sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekaligus meningkatkan kenyamanan.

Dalam satu semester 2025, KAI mencatat lebih dari 6 juta mention terkait layanan kereta api, namun setelah dianalisis, hanya 1,58 juta yang benar-benar merupakan suara pelanggan.

“Di sinilah pentingnya memilah. Kita harus memuaskan pelanggan, bukan sekadar mengikuti dinamika netizen,” tambahnya.

Narasumber juga mencontohkan penanganan isu viral seperti kasus “Tumbler”. Menurutnya, KAI memilih merilis klarifikasi pada malam hari setelah melihat tingginya intensitas percakapan siang hari. Ia menegaskan bahwa status lepas dinas bukanlah pemecatan, melainkan prosedur perlindungan bagi pegawai saat proses klarifikasi berlangsung.

Selain itu, ia memaparkan bahwa KAI telah menyelamatkan lebih dari 12.000 barang penumpang dengan nilai lebih dari Rp12 miliar, menunjukkan integritas perusahaan dalam menjaga barang pelanggan.

KAI kini mengelola lebih dari 400 juta penumpang per tahun, dengan proyeksi mencapai 500 juta penumpang pada akhir 2025. Angka tersebut menunjukkan tingginya dampak ekonomi dari layanan kereta api bagi masyarakat.

“Kereta api tidak hanya memindahkan orang, tetapi menggerakkan ekonomi. Ada hotel, kuliner, dan sektor lain yang bergerak bersamaan,” ungkapnya.

Pada tingkat global, KAI tengah mempersiapkan diri untuk menawarkan International Operation & Management Service, termasuk peluang menjadi operator di Abu Dhabi dan negara lain. Digitalisasi, elektrifikasi, dan penguatan strategi jangka panjang menjadi fokus pengembangan ke depan.

Dalam penutup, narasumber menyampaikan kebanggaannya dapat hadir di UNS sebagai bagian dari upaya edukasi publik. Berbagai studi kasus komunikasi KAI bahkan telah menjadi rujukan mahasiswa S1 dan S2.

“KAI ingin menunjukkan transparansi dan kesiapan untuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi Indonesia dan kontribusi global,” ujarnya.

Kuliah umum ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara KAI dan lingkungan akademik dalam mengembangkan kajian komunikasi, transformasi digital, dan pelayanan publik berbasis data.

Kegiatan kuliah praktisi ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik industri, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemaparan transformasi digital dan inovasi layanan transportasi, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pengembangan transportasi publik yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Artikel Prodi Manajemen FEB UNS Gelar Kuliah Praktisi Bahas Transformasi Digital Layanan KAI pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi S1 Manajemen Selenggarakan Kuliah Tamu: Membedah Etika dan Regulasi AI di Sektor Perbankan https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-s1-manajemen-selenggarakan-kuliah-tamu-membedah-etika-dan-regulasi-ai-di-sektor-perbankan/ Tue, 21 Oct 2025 08:26:10 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38741 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Navigating the Ethics of AI in Banking Industry” sebagai bagian dari mata kuliah […]

Artikel Prodi S1 Manajemen Selenggarakan Kuliah Tamu: Membedah Etika dan Regulasi AI di Sektor Perbankan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Navigating the Ethics of AI in Banking Industry” sebagai bagian dari mata kuliah Etika Bisnis, Minggu 19 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan Yuni Dwi Wijayanti, S.E., Ak., M.B.A., M.Com., CHRP, PCC, Policy Account Consultant di Hays Consulting Service, New Zealand.

Dalam paparannya, Yuni Dwi Wijayanti menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa transformasi besar dalam dunia perbankan, mulai dari layanan pelanggan hingga sistem manajemen risiko dan upaya pencegahan pencucian uang (anti-money laundering/AML). Pemanfaatan AI kini menjadi elemen penting dalam meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan akurasi di sektor keuangan.

Ia mencontohkan penggunaan chatbot seperti DINI milik BNI untuk layanan pelanggan 24 jam, implementasi machine learning dalam credit scoring yang mempercepat proses pengambilan keputusan kredit, serta sistem deteksi penipuan berbasis AI yang memperkuat keamanan finansial di berbagai bank, termasuk BNI dan Suncorp.

Namun, di balik manfaatnya, Yuni menegaskan bahwa AI juga membawa tanggung jawab moral dan sosial.

“AI bukan hanya sekadar alat teknologi, tetapi juga refleksi dari nilai dan keputusan manusia yang mengoperasikannya,” ujarnya. Tantangan etika yang perlu diantisipasi meliputi bias dan diskriminasi dalam data, kurangnya transparansi dalam keputusan otomatis, pentingnya perlindungan data pribadi sesuai UU PDP 2022 dan Privacy Act 2020 di Selandia Baru, serta isu akuntabilitas atas kesalahan sistem.

Ia menekankan pentingnya prinsip explainability, yaitu kemampuan lembaga keuangan menjelaskan alasan keputusan AI kepada nasabah. Di tingkat global, praktik etika AI diatur melalui OECD AI Principles dan EU AI Act (2024), sementara Indonesia telah memiliki arah melalui National AI Strategy 2020–2045 yang menekankan inovasi berbasis etika dan kemanusiaan.

Sebagai penutup, Yuni mengingatkan mahasiswa agar memandang AI bukan sekadar alat efisiensi, melainkan ruang pengambilan keputusan yang berintegritas. “AI bisa menggantikan banyak fungsi manusia, tetapi tidak akan pernah menggantikan moralitas, empati, dan tanggung jawab,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif DIKTISAINTEK BERDAMPAK, yang menegaskan komitmen Program Studi S1 Manajemen FEB UNS dalam memberikan pendidikan relevan dan berdaya saing global. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan tujuan ke-9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui penguatan literasi etika digital di era kecerdasan buatan.

Artikel Prodi S1 Manajemen Selenggarakan Kuliah Tamu: Membedah Etika dan Regulasi AI di Sektor Perbankan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Wakil Wali Kota Surakarta Beri Kuliah Praktisi di FEB UNS: Bangun Kepemimpinan Otentik di Era Digital https://feb.uns.ac.id/feb/wakil-wali-kota-surakarta-beri-kuliah-praktisi-di-feb-uns-bangun-kepemimpinan-otentik-di-era-digital/ Tue, 21 Oct 2025 08:07:49 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38730 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi secara daring bertajuk “Leadership in the Digital Era: Building an Authentic Presence on Social […]

Artikel Wakil Wali Kota Surakarta Beri Kuliah Praktisi di FEB UNS: Bangun Kepemimpinan Otentik di Era Digital pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi secara daring bertajuk “Leadership in the Digital Era: Building an Authentic Presence on Social Media” Kamis, 16 Oktober 2025.

Kegiatan ini menghadirkan Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., Ph.D (Cand.), Wakil Wali Kota Surakarta, sebagai narasumber utama, dan dipandu oleh Dr. Wulan Permatasari, S.E., M.M., SHRM.CP sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., SHRM.CP., Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS, menjelaskan bahwa kuliah praktisi merupakan agenda rutin yang menghubungkan teori akademik dengan praktik profesional.

“Mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan langsung dari para praktisi agar dapat memahami penerapan teori dalam konteks nyata, terutama di bidang kepemimpinan,” ujarnya.

Astrid Widayani membuka pemaparannya dengan membahas konsep persona pejabat publik di media sosial, yaitu bagaimana citra dan identitas seorang pemimpin dibangun secara daring untuk menjangkau publik, menjelaskan kebijakan, serta menampilkan sisi personal dan emosional.

Ia juga menguraikan bahwa citra pemerintah terbentuk dari dua dimensi: citra birokrasi dan citra politik, yang keduanya sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap aparatur dan pemimpin publik.

Lebih lanjut, Astrid menjelaskan dimensi “authentic presence” yang menjadi kunci kepemimpinan di era digital.

“Kehadiran otentik di media sosial bukan sekadar eksis, tetapi harus konsisten antara nilai pribadi dan pesan yang disampaikan, transparan, serta membangun interaksi dua arah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa autentisitas diukur dari kredibilitas, kepercayaan, dan koneksi emosional yang tumbuh antara pemimpin dan publik.

Sebagai strategi, Astrid menyoroti empat langkah membangun authentic presence: menemukan nilai inti (core value), menjaga konsistensi dengan konten yang relevan, mendengarkan audiens secara aktif, dan berinteraksi secara otentik tanpa gimmick. Ia menutup sesinya dengan menekankan bahwa autentisitas akan menumbuhkan kepercayaan publik, pondasi utama dalam kepemimpinan yang berkelanjutan.

Kuliah ini diikuti secara daring oleh mahasiswa yang sebagian besar dari Prodi S1 Manajemen berjalan interaktif melalui sesi tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kepemimpinan, tetapi juga bagaimana membangun citra diri dan kepemimpinan yang kredibel di ruang digital.

Kegiatan kuliah praktisi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dengan menumbuhkan generasi pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan komunikatif di era digital.

Artikel Wakil Wali Kota Surakarta Beri Kuliah Praktisi di FEB UNS: Bangun Kepemimpinan Otentik di Era Digital pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/siswa-sma-muhammadiyah-pk-kottabarat-ikuti-program-sit-in-university-di-feb-uns/ Wed, 08 Oct 2025 03:36:23 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38347 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, […]

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, 6 Oktober 2025.

18 siswa tersebut akan mengikuti perkuliahan selama dua pekan di FEB UNS, 12 siswa di Prodi S1 Manajemen dan di Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan serta Bisnis Digital masing-masing 2 siswa.

Acara berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta perwakilan sekolah.

Kegiatan ini diawali dengan seremoni serah terima siswa yang diwakili oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., dan diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Dr. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Tri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UNS sebagai mitra pembelajaran bagi siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.

“Kami berterima kasih kepada Pak Hendro dan jajaran sekolah atas kepercayaannya menitipkan siswa untuk belajar dan mengenal lebih dekat kehidupan akademik di FEB UNS,” ujar Prof. Tri.

Lebih lanjut Prof. Tri Beliau memberikan penjelasan mengenai berbagai program studi di FEB UNS, antara lain Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Bisnis Digital yang menjadi pilihan minat peserta. Ia menekankan pentingnya memahami syarat akademik setiap program studi sesuai kurikulum Merdeka yang berlaku di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan berbagai jalur masuk ke UNS, seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta jalur mandiri.

Ia mengingatkan agar para siswa sejak dini mempersiapkan diri, baik melalui prestasi akademik maupun kemampuan mengerjakan soal-soal ujian.

“Beberapa program studi di FEB, seperti Bisnis Digital dan Manajemen, memiliki tingkat keketatan yang tinggi, sehingga dibutuhkan persiapan yang matang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri mengenalkan program Kelas Internasional di FEB UNS yang memberikan kesempatan belajar 100% menggunakan bahasa Inggris serta pengalaman internasional melalui program UNS Global Challenge.

“Mahasiswa yang mengikuti kelas internasional berpeluang mendapat dukungan dari UNS untuk mengikuti program UNS Global Challenge di luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., menyampaikan bahwa program Sit In University bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi.

“Kami ingin anak-anak kami memiliki kesiapan mental dan kompetensi yang baik agar mampu bersaing masuk ke program studi impian mereka. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh wawasan tentang lingkungan akademik, proses pembelajaran, dan peluang pengembangan diri di dunia perkuliahan” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama dengan FEB UNS dalam mempersiapkan generasi muda yang beriman, berkompeten, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Program Sit In University menjadi salah satu langkah nyata FEB UNS dalam memperkuat kolaborasi dengan sekolah menengah dalam rangka menumbuhkan semangat belajar dan kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-luncurkan-buku-pedoman-akademik-untuk-sarjana-magister-dan-doktor/ Fri, 03 Oct 2025 09:44:40 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38256 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025. Acara ini berlangsung secara daring […]

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Acara ini berlangsung secara daring dihadiri oleh seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 serta Dosen FEB UNS

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa.

Pedoman akademik berfungsi sebagai panduan utama agar mahasiswa dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan lebih terarah.

“Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni peningkatan kualitas lulusan serta peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Informasi akademik dan kurikulum yang terangkum di dalam buku pedoman ini akan membantu mahasiswa untuk lulus tepat waktu, menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memastikan proses belajar yang menyenangkan dan memuaskan di FEB UNS,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menambahkan bahwa buku pedoman juga berfungsi untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aturan-aturan akademik, mulai dari tata cara perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga tahapan penyelesaian tugas akhir.

Dengan bekal informasi ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang strategi belajar yang lebih efektif, sehingga tidak hanya mencapai kelulusan tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia profesional.

Buku pedoman yang diluncurkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari visi dan misi UNS serta FEB, tata kelola organisasi, peraturan akademik, kurikulum, hingga fasilitas pendukung. Secara rinci, pedoman ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Program Sarjana: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Digital; Program Magister: Magister Akuntansi (Maksi), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), dan Magister Manajemen (MM); Program Doktor: Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan minat Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi.

Selain peluncuran buku pedoman, acara ini juga membahas regulasi terbaru mengenai magang mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa magang di FEB UNS terbagi menjadi dua jenis, yakni magang wajib dan magang mandiri. Magang wajib merupakan bagian dari kurikulum dengan bobot 3 SKS dan wajib dilaporkan hasilnya. Sementara itu, magang mandiri bersifat inisiatif mahasiswa, tidak berbobot SKS, dan tanpa kewajiban laporan. Detil informasi ada di Buku Pedoman Akademik.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti sesi breakout room yang dipandu langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kurikulum, peraturan akademik, serta strategi pembelajaran sesuai program studinya. Interaksi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan akademik mereka.

Melalui peluncuran Buku Pedoman Akademik ini, FEB UNS berharap seluruh mahasiswa dapat lebih terarah dalam perjalanan akademiknya, memahami hak dan kewajiban, serta mampu mengoptimalkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pembelajaran, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui regulasi magang, serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur) dengan penyediaan fasilitas pendukung yang modern.

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-koordinasikan-pemanfaatan-learning-management-system-green-jobs/ Tue, 23 Sep 2025 07:45:06 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=37959 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Koordinasi Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Green Jobs dalam rangka mendukung pembelajaran mata kuliah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ketenagakerjaan […]

Artikel FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Koordinasi Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Green Jobs dalam rangka mendukung pembelajaran mata kuliah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ketenagakerjaan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

Koordinasi dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,  Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. serta Kepala Program Studi S1 Manajemen dan Ekonomi Pembangunan, dan juga dosen pengampu FEB UNS mata kuliah terkait, Senin 22 September 2025 secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam arahanya kepada kaprodi dan juga dosen pengampu, Prof. Tri menyampaikan bahwa LMS Green Jobs merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara FEB UNS, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), serta mitra internasional “Skills for Impact” dengan tujuan mengintegrasikan pendekatan Green Jobs ke dalam kurikulum perkuliahan.

Di FEB UNS, LMS Green Jobs direncanakan akan diterapkan secara terintegrasi dalam mata kuliah Manajemen SDM dan Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan. Materi yang disesuaikan mencakup topik-topik seperti analisis isu ketenagakerjaan terkini, studi kasus perusahaan, hingga pembahasan tentang migrasi tenaga kerja dan serikat pekerja.

Pemanfaatan LMS Green Jobs dinilai mampu menjawab tantangan global terkait ketenagakerjaan, ekonomi hijau, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui LMS ini, mahasiswa dapat mengakses berbagai materi pembelajaran yang disusun secara daring, interaktif, dan fleksibel.

“Integrasi Green Jobs dalam perkuliahan merupakan langkah penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi pasar kerja masa depan yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, Kegiatan ini akan berlangsung pada 6 Oktober hingga 1 November, jadi sifatnya menggantikan perkuliahan direntang waktu tersebut dan dari hasil koordinasi, Bapak Ibu Dosen Pengampu dapat menjelaskan kepada para mahasiswa dan ini bersifat wajib diikuti. Teknis presensi akan diatur oleh Kasubbag Akademik” terangnya kemudian.

Materi pelatihan Green Jobs terdiri dari lima modul utama, yaitu Dasar-Dasar Pekerjaan Hijau dan Konteks Global, Pemikiran Sistemik dan Desain Solusi, Keterampilan Teknis dan Digital untuk Ekonomi Sirkular, Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Perubahan Perilaku, Jalur Karir Hijau dan Kewirausahaan.

Setiap modul dirancang dengan durasi belajar 60–90 menit, termasuk pre-test, materi inti, bacaan pendukung, aktivitas individu opsional, dan post-test.

Lebih lanjut Prof Tri menjelaskan keikutsertaan mahasiswa FEB UNS di pembelajaran ini juga mendukung pencapaian beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS, antara lain IKU 1, Lulusan Mendapatkan Pekerjaan yang Layak, melalui penyertaan materi sertifikasi dan kompetensi Green Jobs; IKU 6, Kemitraan Program Studi, dengan kolaborasi bersama mitra industri dan akademisi internasional; IKU 7, Pembelajaran dalam Kelas, melalui pemanfaatan MOOC dan metode daring yang inovatif.

Tastaftiyan Risfandy, Ph.D menambahkan bahwa LMS Green Jobs terbuka untuk mahasiswa seluruh Indonesia.

“Jadi kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Indonesia. Nantinya mahasiswa FEB yang mengikuti matakuliah Manajemen SDM serta Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan akan bergabung di pembelajaran ini. Teknisnya mahasiswa melakukan pendaftaran secara mandiri melalui link ugm.id/PendaftaranGreenJobs. Seluruh informasi terkait kegiatan tersebut akan diinformasikan langsung kepada mahasiswa dalam Grup WA” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa peserta akan mendapatkan sertifikat internasional dari CCEP, akses gratis ke 5 modul pelatihan, fleksibilitas belajar secara daring dan kesempatan memenangkan hadiah uang tunai hingga Rp5.000.000.

Di sesi diskusi, Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan. Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D memberikan masukan agar pembelajaran mandiri ini tetap ada pengawasan agar mahasiswa dapat disiplin mengikuti prosesnya hingga usai.

Pemanfaatan LMSGreen Jobs oleh FEB UNS sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada target pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta aksi terhadap perubahan iklim.

Dengan mengintegrasikan pendidikan berbasis keberlanjutan dan ekonomi hijau ke dalam kurikulum, FEB UNS berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Artikel FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-gelar-lokakarya-integrasi-mbkm-magang-dan-kkn-perkuat-tata-kelola-program-di-tingkat-prodi/ Tue, 26 Aug 2025 14:44:15 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=36738 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS […]

Artikel FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS Inn.

Kegiatan diikuti oleh Ketua Program Studi S-1, Kepala Sub Bagian Akademik, Staf dan Operator Akademik serta PIC magang Prodi.

Lokakarya bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyusun pedoman pelaksanaan magang dan KKN di lingkungan FEB UNS, sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dalam pembukaan acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian menyampaikan bahwa magang merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan MBKM, namun saat ini masih terdapat berbagai interpretasi dan informasi yang belum seragam. Perubahan terminologi dan skema, seperti dari “Magang MBKM” menjadi “Magang Berdampak”, menuntut adanya penyesuaian dalam tata kelola dan kebijakan di tingkat fakultas maupun program studi.

Inisiatif penyelenggaraan lokakarya ini diambil oleh Bidang Akademik (Bidang 1) dan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Bidang 3). Dalam pemaparannya, Bidang 3 menyoroti pentingnya penataan magang wajib, yakni magang yang berlaku secara umum untuk seluruh program studi dan wajib dilaporkan ke prodi masing-masing. Di sisi lain, terdapat juga magang yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa dalam kerangka program MBKM, yang kini dikenal sebagai Magang Berdampak.

“Dengan adanya lokakarya ini, kami berharap akan terbangun kesamaan pemahaman di kalangan dosen dan pengelola prodi terkait bentuk, prosedur, dan tata kelola magang dan KKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menyusun dokumen pedoman pelaksanaan magang yang sesuai dengan regulasi terbaru,” ujar Prof. Tri.

Perlu diketahui, pelaksanaan magang saat ini mengacu pada Permendikbudristek No. 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaran Magang Mahasiswa. FEB UNS melalui Bidang 3 berkomitmen untuk menyusun dan meluncurkan Buku Pedoman Magang dalam waktu dekat. Salah satu pembahasan utama adalah posisi dan hubungan antara Magang Wajib, Magang MBKM, dan Magang Berdampak dalam struktur kurikulum dan kebijakan akademik.

Dari diskusi yang berkembang, diketahui bahwa meskipun istilah dan platform pelaksanaan mengalami perubahan, secara prinsip Magang MBKM dan Magang Berdampak memiliki kemiripan, terutama dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar kampus selama maksimal dua semester.

Melalui lokakarya ini, FEB UNS berupaya memastikan bahwa implementasi magang dan KKN di masa mendatang dapat terlaksana secara terintegrasi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa serta dinamika kebijakan nasional.

Penyelenggaraan lokakarya ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kurikulum berbasis pengalaman langsung di dunia kerja dan masyarakat; SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong mahasiswa untuk memiliki kesiapan kerja dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri; serta SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam pelaksanaan magang, KKN, serta program MBKM lainnya.

Dengan integrasi program MBKM, magang, dan KKN yang lebih terstruktur dan berdampak, FEB UNS berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Artikel FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>