s1_mnj Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_mnj/ Knowledge for Prosperity Thu, 02 Jul 2026 01:49:36 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png s1_mnj Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_mnj/ 32 32 Kuliah Praktisi Perilaku Organisasional Kupas Sisi Terang dan Gelap Budaya Perusahaan di Industri Perbankan https://feb.uns.ac.id/feb/kuliah-praktisi-perilaku-organisasional-kupas-sisi-terang-dan-gelap-budaya-perusahaan-di-industri-perbankan/ Thu, 02 Jul 2026 01:49:36 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41718 Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menghadirkan praktisi berpengalaman dalam kegiatan Kuliah Praktisi Perilaku Organisasional bertajuk “The Bright and Dark Side of […]

Artikel Kuliah Praktisi Perilaku Organisasional Kupas Sisi Terang dan Gelap Budaya Perusahaan di Industri Perbankan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menghadirkan praktisi berpengalaman dalam kegiatan Kuliah Praktisi Perilaku Organisasional bertajuk “The Bright and Dark Side of Corporate Culture: Perspective from the Banking Industry” Sabtu (27/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan Joko P. Fitriyanto, Senior Manager Human Capital Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, yang membagikan pengalaman dan perspektif mengenai penerapan budaya perusahaan di industri perbankan.

Mengawali pemaparannya, Joko menyampaikan apresiasinya kepada FEB UNS atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi pengalaman praktis dari dunia kerja. Ia mengungkapkan harapannya agar di masa mendatang dapat bertemu langsung dengan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan serupa secara luring.

“Saya sangat senang bisa berbagi dalam kuliah praktisi ini. Harapan saya sebenarnya bisa menyampaikannya secara offline agar kita bisa mendapatkan vibes-nya. Insyaallah ke depan kita bisa dipertemukan secara langsung,” ujarnya.

Dalam sesi materi, Joko menjelaskan bahwa budaya tidak hanya hadir dalam kehidupan sosial, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam sebuah organisasi. Menurutnya, budaya perusahaan mencakup aturan dan nilai yang mengatur interaksi antarkaryawan serta mendukung pencapaian tujuan bisnis organisasi.

“Budaya perusahaan ditetapkan sejalan dengan tujuan bisnis perusahaan dan diselaraskan dengan visi serta misinya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa di Bank Mandiri terdapat tiga fondasi utama dalam menjalankan budaya perusahaan, yakni Aku Tahu, Aku Mampu, dan Aku Mau. Ketiganya mendorong setiap insan perusahaan untuk memahami transformasi bisnis, menerapkan nilai-nilai perusahaan dalam kehidupan sehari-hari, serta mengajak rekan kerja untuk konsisten menjalankan budaya perusahaan.

Lebih lanjut, Joko memaparkan konsep iceberg theory atau teori gunung es dalam budaya organisasi. Menurutnya, perilaku yang tampak di permukaan merupakan hasil dari sistem nilai, norma, dan pola pikir yang dibangun dalam organisasi.

“Yang terlihat dari luar adalah perilakunya, tetapi perilaku itu muncul dari nilai, norma, dan mindset yang ada di dalam organisasi,” ungkapnya.

Dalam konteks industri perbankan, Joko menegaskan bahwa budaya perusahaan tidak dapat dipisahkan dari strategi bisnis. Menurutnya, visi besar perusahaan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh budaya kerja yang baik dan berintegritas.

“Tidak mungkin budaya perusahaan terpisah dengan strategi bisnisnya. Nilai budaya dan strategi bisnis harus berjalan seiring,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Joko juga mengulas transformasi budaya di Bank Mandiri sejak berdiri pada tahun 1998 melalui penggabungan empat bank nasional, yakni Bank Bumi Daya, Bank Exim, Bank Dagang Negara, dan Bank Pembangunan Indonesia. Pada masa awal pembentukan, Bank Mandiri mengusung nilai budaya TIPCE yang terdiri dari Trust, Integrity, Professionalism, Customer Focus, dan Excellence sebagai pedoman dalam berinteraksi dan bekerja.

Selain membahas budaya perusahaan, Joko turut menyoroti transformasi digital yang terjadi di industri perbankan. Menurutnya, digitalisasi telah mengubah berbagai proses kerja yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi berbasis sistem digital.

“Kami juga harus siap dengan adanya transformasi digital. Suka tidak suka, peran kami secara fisik berubah dan bergeser menjadi lebih dominan pada fungsi pemasaran dan pelayanan yang memberikan nilai tambah,” katanya.

Ia mencontohkan berbagai inovasi layanan perbankan yang kini semakin memudahkan nasabah, seperti transaksi tanpa kartu dan penggunaan QRIS yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di tengah tuntutan pencapaian target dan perubahan yang terus berlangsung, Joko menekankan pentingnya menciptakan kesejahteraan (well-being) bagi karyawan. Bank Mandiri, menurutnya, memberikan ruang bagi pegawai untuk tetap mengembangkan minat dan bakat di luar pekerjaan.

“Kami memberikan kesempatan teman-teman untuk tetap menyalurkan hobi dan bakatnya agar well-being tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan juga menyediakan berbagai dukungan, mulai dari physical well-being, financial well-being, hingga social well-being bagi para pegawai.

Dalam sesi diskusi, Joko juga berbagi pengalaman pribadinya mengenai pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman bekerja sambil kuliah justru membantunya beradaptasi ketika memasuki dunia kerja.

“Hard skill penting, tetapi soft skill juga sangat dibutuhkan. Pengalaman berinteraksi dengan banyak orang membantu saya lebih mudah beradaptasi ketika masuk ke dunia kerja,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Joko menyampaikan komitmen Bank Mandiri untuk terus menjalin kolaborasi dengan FEB UNS, baik melalui kegiatan kuliah praktisi, program magang, maupun rekrutmen talenta muda.

“Ketika nanti ada informasi lowongan, silakan di-apply. Itu bagian dari pengalaman dan proses belajar. Alumni UNS juga banyak yang berkarier cukup tinggi di Bank Mandiri,” ungkapnya.

Ia juga mendorong mahasiswa yang mengikuti program magang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya karena tidak sedikit peserta magang yang kemudian direkrut menjadi bagian dari Bank Mandiri.

Kuliah praktisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana budaya organisasi dibangun, dijalankan, dan ditransformasikan dalam industri perbankan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya budaya perusahaan, kesiapan menghadapi transformasi digital, serta pengembangan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktisi dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.

Artikel Kuliah Praktisi Perilaku Organisasional Kupas Sisi Terang dan Gelap Budaya Perusahaan di Industri Perbankan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kuliah Praktisi Manajemen SDM II FEB UNS: Menjawab Tantangan AI, Skill Gap, dan Transformasi Dunia Kerja https://feb.uns.ac.id/feb/kuliah-praktisi-manajemen-sdm-ii-feb-uns-menjawab-tantangan-ai-skill-gap-dan-transformasi-dunia-kerja/ Mon, 22 Jun 2026 09:28:44 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41517 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Manajemen SDM II bertajuk “Human Resource Transformation and Addressing the Challenges Brought by AI and […]

Artikel Kuliah Praktisi Manajemen SDM II FEB UNS: Menjawab Tantangan AI, Skill Gap, dan Transformasi Dunia Kerja pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Manajemen SDM II bertajuk “Human Resource Transformation and Addressing the Challenges Brought by AI and Digitization”, Sabtu 20 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan Ripy Mangkoesoebroto, S.Psi., M.Sc., Commissioner PT Sampoerna Karya Bangsa, yang membagikan wawasan mengenai transformasi pengelolaan sumber daya manusia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan digitalisasi.

Kuliah ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif praktis mengenai perubahan dunia kerja serta tantangan pengelolaan SDM di era transformasi teknologi.

Dalam pemaparannya, Ripy membagi materi ke dalam tiga aspek utama, yaitu perubahan dunia kerja (what is changing), pengelolaan transformasi people and culture (leading the transformation), serta persiapan individu dan organisasi menghadapi masa depan (how do we prepare ourselves).

Pada aspek pertama, ia menjelaskan bahwa AI dan digitalisasi telah mengubah cara organisasi beroperasi, mulai dari interaksi dengan pelanggan, rantai pasok, proses kerja, hingga struktur pekerjaan. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga pada ekspektasi terhadap tenaga kerja dan budaya organisasi. Seiring perkembangan ini, sejumlah pekerjaan mengalami transformasi, sementara peran-peran baru juga muncul dengan kebutuhan kompetensi yang berbeda. Karena itu, pembaruan keterampilan menjadi kebutuhan yang terus-menerus.

Ripy menegaskan bahwa saat ini fokus utama dunia kerja tidak lagi hanya pada job description, melainkan pada output dan dampak terhadap bisnis. Ia juga menyoroti adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan talenta, di mana banyak lulusan belum sepenuhnya sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan keterampilan seperti literasi digital dan AI, literasi data, analytical thinking, problem solving, komunikasi, adaptasi, rasa ingin tahu, serta ownership.

Pada aspek kedua, Ripy menjelaskan bahwa transformasi organisasi perlu diikuti dengan perubahan dalam pengelolaan people and culture. Struktur organisasi kini bergerak menuju model yang lebih lincah, kolaboratif, dan berbasis kompetensi. Penilaian kinerja juga bergeser dari aktivitas menjadi dampak dan hasil yang diberikan terhadap bisnis. Sejalan dengan itu, peran kepemimpinan berubah dari fungsi kontrol menjadi fasilitator yang mengembangkan tim serta mengelola kolaborasi antara manusia dan teknologi.

Ia menegaskan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, aspek kemanusiaan tetap menjadi kunci, terutama empati, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang bijak. Selain itu, kesejahteraan karyawan (well-being) menjadi faktor penting karena kinerja optimal hanya dapat dicapai ketika individu berada dalam kondisi fisik dan mental yang baik.

Pada aspek ketiga, Ripy menekankan pentingnya kesiapan individu dan organisasi dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat. Kemampuan beradaptasi, pemanfaatan teknologi secara efektif, serta pembelajaran berkelanjutan menjadi hal yang krusial. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi seperti kemampuan analitis, inovasi, pengelolaan diri, ketahanan (resilience), komunikasi, dan kolaborasi. Di sisi lain, organisasi perlu memastikan tata kelola penggunaan AI dan perlindungan data dilakukan secara etis dan bertanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa peran fungsi Human Resource atau People and Culture kini berkembang menjadi mitra strategis bisnis yang tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada pengelolaan talenta berbasis data, perencanaan kebutuhan masa depan, serta pemanfaatan teknologi secara etis dalam pengambilan keputusan SDM.

Menutup paparannya, Ripy menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan alat yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing. Ia mengingatkan bahwa dalam era digital, individu tidak akan tergantikan oleh teknologi, melainkan oleh mereka yang mampu memanfaatkannya secara lebih efektif.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan pendidikan, kesiapan kerja, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam transformasi organisasi.

Artikel Kuliah Praktisi Manajemen SDM II FEB UNS: Menjawab Tantangan AI, Skill Gap, dan Transformasi Dunia Kerja pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kuliah Praktisi Komunikasi Bisnis FEB UNS: Bangun Career Branding Sejak Kuliah https://feb.uns.ac.id/feb/kuliah-praktisi-komunikasi-bisnis-feb-uns-bangun-career-branding-sejak-kuliah/ Mon, 22 Jun 2026 09:18:17 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41516 Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Komunikasi Bisnis dengan menghadirkan Sonny Hendrawan Saputra, Corporate Risk Management Section Head […]

Artikel Kuliah Praktisi Komunikasi Bisnis FEB UNS: Bangun Career Branding Sejak Kuliah pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Komunikasi Bisnis dengan menghadirkan Sonny Hendrawan Saputra, Corporate Risk Management Section Head PT Astra Honda Motor, sebagai keynote speaker.

Kuliah Praktisi yang dimoderatori oleh Miftachul Ma’arif, S.E.I., M.M.,LSS.Cp, Dosen FEB UNS berlangsung secara daring,  Sabtu 20 Juni 2026.

Dalam sesi bertajuk “Career Branding & Strategic Job Market Navigation”, mahasiswa diajak memahami pentingnya membangun identitas profesional dan merancang strategi karier sejak masa perkuliahan.

Dalam paparannya, Sonny menekankan bahwa penguasaan teori dan keterampilan teknis saja tidak selalu cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, mahasiswa perlu mulai memikirkan bagaimana membangun nilai diri dan citra profesional yang dapat dikenali oleh lingkungan akademik maupun dunia industri.

“Kalau bisa mulai lebih awal dalam career branding, pasti akan semakin baik dibandingkan menunggu setelah lulus. Semakin dini dipersiapkan, semakin banyak peluang yang bisa terbuka di masa depan,” ungkap Sonny.

Ia juga membagikan perjalanan kariernya yang berawal dari berbagai aktivitas dan pengalaman selama menjadi mahasiswa. Berbagai pencapaian yang diraih, mulai dari pengalaman organisasi, aktivitas menulis, hingga pengembangan jejaring profesional, menurutnya merupakan bagian dari proses membangun personal branding yang kemudian berkembang menjadi career branding.

Dalam sesi tersebut, Sonny menjelaskan bahwa career branding merupakan proses yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk menunjukkan nilai, kompetensi, serta keunggulan yang dimiliki seseorang kepada publik.

Melalui berbagai karya, aktivitas, maupun kontribusi yang dilakukan secara konsisten, seseorang dapat membentuk persepsi positif yang akan menjadi modal penting dalam pengembangan karier.

“Career branding adalah bagaimana orang lain melihat dan mengingat nilai yang kita miliki ketika kita tidak berada di ruangan tersebut. Karena itu, penting untuk mulai membangun value sejak sekarang,” jelasnya.

Selain membahas konsep career branding, Sonny juga mengajak mahasiswa untuk memiliki pandangan yang lebih strategis dalam merencanakan karier.

Ia menegaskan bahwa memperoleh pekerjaan tidak cukup hanya mengandalkan penyebaran CV atau keberuntungan semata, tetapi perlu didukung oleh kompetensi, pengalaman, jejaring, dan reputasi yang dibangun secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan praktis mengenai pentingnya mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sejak dini. Kuliah praktisi menjadi sarana untuk menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan pengalaman nyata dari praktisi industri, sehingga mahasiswa dapat memahami tantangan sekaligus peluang yang akan dihadapi di masa depan.

Kegiatan ini mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan wawasan dan kompetensi mahasiswa, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali mahasiswa strategi pengembangan karier dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Artikel Kuliah Praktisi Komunikasi Bisnis FEB UNS: Bangun Career Branding Sejak Kuliah pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi S1 Manajemen Hadirkan Praktisi di Kuliah Manajemen Strategik https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-s1-manajemen-hadirkan-praktisi-di-kuliah-manajemen-strategik/ Wed, 17 Dec 2025 03:14:06 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39840 Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Manajemen Strategik dengan tema “Evaluasi Strategi: Mengukur Kinerja dan Melakukan Revisi Strategis”, […]

Artikel Prodi S1 Manajemen Hadirkan Praktisi di Kuliah Manajemen Strategik pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Manajemen Strategik dengan tema “Evaluasi Strategi: Mengukur Kinerja dan Melakukan Revisi Strategis”, Kamis 4 Desember 2025.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Didiek Hartantyo, M.B.A., praktisi strategik yang membagikan pengalaman empiris terkait Dynamic Strategic Evaluation dan implementasinya di PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa organisasi saat ini beroperasi dalam hyper dynamic environment, ditandai oleh perubahan cepat dan ketidakpastian akibat faktor politik, geopolitik, ekonomi global–domestik, bencana, hingga perubahan perilaku pelanggan.

Kondisi tersebut menuntut perusahaan melakukan evaluasi strategi yang tidak lagi bersifat statis dan periodik, melainkan dinamis, berkelanjutan, dan adaptif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, disampaikan enam pendekatan. Pertama, Dynamic Strategic Evaluation, yaitu evaluasi strategi yang dilakukan secara terus-menerus dan real-time, bukan hanya melalui siklus tahunan.

Kedua, Data-Driven Strategic Review, yang menekankan pemanfaatan Big Data, data analytics, dan kecerdasan buatan sebagai dasar pengambilan keputusan agar evaluasi strategi bersifat akurat dan prediktif.

Pendekatan ketiga adalah Adaptive Permanent Evaluation, yang menilai kapabilitas organisasi melalui sensing, seizing, dan transforming capability agar mampu mendeteksi perubahan, menangkap peluang, serta beradaptasi secara struktural.

Keempat, Strategic Ambidexterity Evaluation, yaitu kemampuan organisasi menjaga efisiensi dan stabilitas operasional sekaligus melakukan inovasi dan transformasi di tengah dinamika kebijakan dan ekonomi global.

Selanjutnya, ESG-Integrated Strategic Evaluation menempatkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai bagian inti evaluasi strategi untuk menjamin keberlanjutan dan kepercayaan pemangku kepentingan.

Terakhir, Scenario-Based Strategy Evaluation (SBSE) digunakan untuk menilai kesiapan organisasi menghadapi berbagai kemungkinan masa depan, terutama dalam situasi ketidakpastian ekstrem seperti pandemi.

Dalam sesi implementasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dipaparkan sebagai contoh nyata penerapan keenam pendekatan tersebut sejak 2016 hingga 2025. Transformasi diawali dengan penguatan fondasi dan revisi RKAP (2016–2017), dilanjutkan pencapaian peringkat AAA dari Pefindo pada 2017. KAI juga menerbitkan obligasi pada 2017 dan 2019 sebagai bentuk transparansi dan pembiayaan berbiaya efisien, serta memperoleh kepercayaan publik melalui pembiayaan proyek LRT Jabodebek.

Pada masa pandemi COVID-19 (2020–2021), KAI menerapkan manajemen krisis melalui adaptasi layanan, penguatan protokol kesehatan, dan efisiensi operasional. Meski sempat mengalami kerugian selama dua tahun, perusahaan berhasil bangkit dan mencatatkan laba Rp 444 miliar pada 2022. Memasuki periode 2020–2025, KAI terus mengembangkan dynamic strategic evolution dengan evaluasi strategi yang bersifat kontinu guna menjaga kinerja, keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan.

Kuliah praktisi ini menegaskan bahwa evaluasi strategi yang dinamis, adaptif, dan berbasis data menjadi kunci keberlanjutan organisasi modern. Enam kerangka evaluasi strategis yang disampaikan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga terbukti aplikatif dalam praktik korporasi nasional.

Materi kuliah ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kinerja dan keberlanjutan perusahaan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui transformasi dan inovasi strategis sektor transportasi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 16 (Institusi yang Tangguh dan Akuntabel) melalui integrasi prinsip ESG dan tata kelola yang transparan.

Artikel Prodi S1 Manajemen Hadirkan Praktisi di Kuliah Manajemen Strategik pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi S1 Manajemen FEB UNS Hadirkan Praktisi Bio Farma Bahas Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-s1-manajemen-feb-uns-hadirkan-praktisi-bio-farma-bahas-etika-pemasaran-dan-perlindungan-konsumen/ Wed, 17 Dec 2025 03:05:21 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39836 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Bersama Praktisi pada Mata Kuliah Etika Bisnis dengan tema “Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen” Sabtu, […]

Artikel Prodi S1 Manajemen FEB UNS Hadirkan Praktisi Bio Farma Bahas Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Bersama Praktisi pada Mata Kuliah Etika Bisnis dengan tema “Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen” Sabtu, 13 Desember 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Manajemen sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik.

Kegiatan ini menghadirkan Hersi Rosilani, S.E., M.Si., Vice President Bio Farma Group, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, narasumber menyampaikan wawasan praktis mengenai penerapan etika pemasaran di industri farmasi yang menekankan kejujuran, transparansi informasi, kepatuhan regulasi, serta tanggung jawab perusahaan dalam melindungi konsumen.

Hersi Rosilani menjelaskan bahwa industri farmasi memiliki fungsi sosial yang kuat, sehingga strategi pemasaran tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mengedepankan keselamatan pasien dan kepentingan masyarakat.

Promosi produk farmasi wajib dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis bukti ilmiah, tidak menyesatkan, serta sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kode Etik Farmasi Indonesia.

Selain itu, dibahas pula mekanisme perlindungan konsumen di sektor farmasi, termasuk hak konsumen atas keamanan, mutu, dan informasi yang benar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Narasumber mencontohkan peran pengawasan BPOM dalam memastikan keamanan obat melalui registrasi, pengawasan distribusi, hingga penarikan produk apabila ditemukan pelanggaran standar mutu, keamanan, atau pelabelan.

Melalui kuliah bersama praktisi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik bisnis yang beretika, khususnya dalam konteks pemasaran dan perlindungan konsumen di industri strategis seperti farmasi.

Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan pembelajaran kontekstual dengan menghadirkan praktik nyata dari dunia industri.

Kegiatan Kuliah Bersama Praktisi ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penekanan pada keselamatan dan perlindungan konsumen farmasi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan etika bisnis dan pemasaran yang bertanggung jawab.

Artikel Prodi S1 Manajemen FEB UNS Hadirkan Praktisi Bio Farma Bahas Etika Pemasaran dan Perlindungan Konsumen pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kuliah Praktisi FEB UNS: Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling https://feb.uns.ac.id/feb/kuliah-praktisi-feb-uns-mengawal-kesuksesan-proyek-melalui-project-integrated-monitoring-controlling/ Wed, 17 Dec 2025 02:44:11 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39814 Program Studi S1 Manajemen dan S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah praktisi dengan tema “Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & […]

Artikel Kuliah Praktisi FEB UNS: Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen dan S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah praktisi dengan tema Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling”, Sabtu, 6 Desember 2025 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Minat Operasi yang menghadirkan praktisi profesional untuk memperkaya wawasan mahasiswa terkait pengelolaan proyek modern.

Narasumber pada kesempatan ini adalah Edi Marwanto, Vice President Business Development PT National Energy Solutions, yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam proyek konstruksi di sektor minyak, gas, dan petrokimia.

Dalam pemaparannya, Edi Marwanto menekankan bahwa proyek tidak hanya menghasilkan deliverable unik, tetapi juga mendorong perubahan dan menciptakan nilai bagi organisasi.

Ia menjelaskan bahwa kegagalan proyek sering diakibatkan oleh lemahnya proses pengendalian, perubahan yang tidak terkelola, serta rendahnya pemantauan kinerja proyek. Data The Standish Group menunjukkan proyek dengan anggaran besar memiliki risiko kegagalan yang signifikan jika tidak dikendalikan dengan baik.

Materi kemudian menguraikan konsep-konsep inti dalam Project Management, antara lain: Framework Project Management, Monitoring & Controlling Terintegrasi, Peran Project Management Office (PMO) dan Rekomendasi untuk Kesuksesan Proyek.

Narasumber memaparkan alur menyeluruh siklus proyek, mulai dari initiating, planning, executing, monitoring & controlling, hingga closing. Setiap fase memiliki peran penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Bagian utama kuliah menyoroti pentingnya Project Integrated Monitoring & Controlling, yaitu proses yang mencakup pengendalian ruang lingkup (scope) agar tidak terjadi scope creep, Pengendalian jadwal proyek melalui pemantauan baseline, engendalian biaya dengan indikator CPI dan CV, pengendalian kualitas agar hasil sesuai spesifikasi, serta pengelolaan risiko, komunikasi, sumber daya, dan stakeholder.

Edi memperkenalkan penerapan metode Earned Value Management (EVM) sebagai alat yang sangat efektif dalam membaca kinerja aktual proyek serta memprediksi kondisi akhir proyek. Studi kasus yang dipaparkan menunjukkan bagaimana EVM membantu mengidentifikasi deviasi sejak dini sehingga tim proyek dapat merancang action plan yang tepat.

Narasumber menegaskan pentingnya keberadaan PMO sebagai pusat tata kelola proyek organisasi. PMO berfungsi memastikan keselarasan strategi, mengelola proses bisnis proyek, mengembangkan kompetensi SDM, serta mentransfer pengetahuan sehingga organisasi lebih siap menghadapi kompleksitas proyek modern.

Mengakhiri pemaparan, Edi Marwanto menyampaikan beberapa rekomendasi kunci: implementasi standar global manajemen proyek, penguatan manajemen risiko dan manajemen perubahan, kepemimpinan berkarakter, termasuk kecerdasan emosional serta penerapan talent triangle bagi project manager: technical, leadership, dan strategic-business skills

Kuliah praktisi ini mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang manajemen proyek. Selain itu, penguatan praktik monitoring & controlling, tata kelola proyek, dan efisiensi penggunaan sumber daya turut mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui pengelolaan proyek yang transparan, efektif, dan berkelanjutan.

Artikel Kuliah Praktisi FEB UNS: Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi Manajemen FEB UNS Gelar Kuliah Praktisi Bahas Transformasi Digital Layanan KAI https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-manajemen-feb-uns-gelar-kuliah-praktisi-bahas-transformasi-digital-layanan-kai/ Tue, 16 Dec 2025 04:06:21 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39788 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Kuliah Praktisi Komunikasi Bisnis dengan menghadirkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai mitra industri, Sabtu 29/11/2025. […]

Artikel Prodi Manajemen FEB UNS Gelar Kuliah Praktisi Bahas Transformasi Digital Layanan KAI pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Kuliah Praktisi Komunikasi Bisnis dengan menghadirkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai mitra industri, Sabtu 29/11/2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Prodi Manajemen memperkuat keterkaitan antara teori akademik dan praktik dunia kerja.

Kuliah praktisi bertema Komunikasi Digital dan Transformasi Layanan: Membangun Pengalaman Pelanggan melalui Aplikasi KAI Access dan Media Sosial tersebut menghadirkan Erni Sylviane Purba, Vice President Public Relations PT KAI, sebagai narasumber.

Acara yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen dimoderatori oleh Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si, Dosen FEB UNS.

Dalam sesi tersebut, narasumber menjelaskan perjalanan kariernya yang berawal dari dunia teknologi, media sosial, hingga akhirnya bergabung dengan KAI pada 2013 sebagai Manajer CRM dan Digital Media.

Di periode ini, KAI mulai mengimplementasikan social media listening yang terintegrasi dengan sistem operasional sehingga perusahaan dapat membedakan suara pelanggan asli, opini publik, hingga komentar dari akun non-pelanggan.

Narasumber menekankan bahwa media sosial kini menjadi kanal penting dalam mendeteksi isu layanan. “Setiap kritik dan apresiasi harus dianalisis. Kami memanfaatkan command center 24 jam yang terhubung dengan contact center dan CCTV analytics di seluruh stasiun,” jelasnya.

Sistem ini memungkinkan KAI mendeteksi potensi krisis layanan, termasuk penanganan kasus pelecehan di area stasiun.

“Jangan harap pelaku kekerasan seksual bisa naik kereta, terutama di Jabodetabek. Sistem kami memantau pergerakan pelanggan demi keamanan bersama,” tegasnya.

KAI juga memanfaatkan social media listening untuk membaca kebutuhan penumpang secara akurat. Kritik mengenai kenyamanan kereta ekonomi, fasilitas toilet, hingga permintaan sarana penunjang perjalanan telah melahirkan berbagai perbaikan nyata.

“Dari komentar sederhana tentang sandaran kursi hingga permintaan toilet pria-wanita terpisah, semua kami respons melalui inovasi,” jelasnya. Bahkan strategi investasi seperti penyediaan water station diputuskan berdasarkan suara pelanggan—sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekaligus meningkatkan kenyamanan.

Dalam satu semester 2025, KAI mencatat lebih dari 6 juta mention terkait layanan kereta api, namun setelah dianalisis, hanya 1,58 juta yang benar-benar merupakan suara pelanggan.

“Di sinilah pentingnya memilah. Kita harus memuaskan pelanggan, bukan sekadar mengikuti dinamika netizen,” tambahnya.

Narasumber juga mencontohkan penanganan isu viral seperti kasus “Tumbler”. Menurutnya, KAI memilih merilis klarifikasi pada malam hari setelah melihat tingginya intensitas percakapan siang hari. Ia menegaskan bahwa status lepas dinas bukanlah pemecatan, melainkan prosedur perlindungan bagi pegawai saat proses klarifikasi berlangsung.

Selain itu, ia memaparkan bahwa KAI telah menyelamatkan lebih dari 12.000 barang penumpang dengan nilai lebih dari Rp12 miliar, menunjukkan integritas perusahaan dalam menjaga barang pelanggan.

KAI kini mengelola lebih dari 400 juta penumpang per tahun, dengan proyeksi mencapai 500 juta penumpang pada akhir 2025. Angka tersebut menunjukkan tingginya dampak ekonomi dari layanan kereta api bagi masyarakat.

“Kereta api tidak hanya memindahkan orang, tetapi menggerakkan ekonomi. Ada hotel, kuliner, dan sektor lain yang bergerak bersamaan,” ungkapnya.

Pada tingkat global, KAI tengah mempersiapkan diri untuk menawarkan International Operation & Management Service, termasuk peluang menjadi operator di Abu Dhabi dan negara lain. Digitalisasi, elektrifikasi, dan penguatan strategi jangka panjang menjadi fokus pengembangan ke depan.

Dalam penutup, narasumber menyampaikan kebanggaannya dapat hadir di UNS sebagai bagian dari upaya edukasi publik. Berbagai studi kasus komunikasi KAI bahkan telah menjadi rujukan mahasiswa S1 dan S2.

“KAI ingin menunjukkan transparansi dan kesiapan untuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi Indonesia dan kontribusi global,” ujarnya.

Kuliah umum ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara KAI dan lingkungan akademik dalam mengembangkan kajian komunikasi, transformasi digital, dan pelayanan publik berbasis data.

Kegiatan kuliah praktisi ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik industri, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemaparan transformasi digital dan inovasi layanan transportasi, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pengembangan transportasi publik yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Artikel Prodi Manajemen FEB UNS Gelar Kuliah Praktisi Bahas Transformasi Digital Layanan KAI pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi S1 Manajemen Selenggarakan Kuliah Tamu: Membedah Etika dan Regulasi AI di Sektor Perbankan https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-s1-manajemen-selenggarakan-kuliah-tamu-membedah-etika-dan-regulasi-ai-di-sektor-perbankan/ Tue, 21 Oct 2025 08:26:10 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38741 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Navigating the Ethics of AI in Banking Industry” sebagai bagian dari mata kuliah […]

Artikel Prodi S1 Manajemen Selenggarakan Kuliah Tamu: Membedah Etika dan Regulasi AI di Sektor Perbankan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Navigating the Ethics of AI in Banking Industry” sebagai bagian dari mata kuliah Etika Bisnis, Minggu 19 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan Yuni Dwi Wijayanti, S.E., Ak., M.B.A., M.Com., CHRP, PCC, Policy Account Consultant di Hays Consulting Service, New Zealand.

Dalam paparannya, Yuni Dwi Wijayanti menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa transformasi besar dalam dunia perbankan, mulai dari layanan pelanggan hingga sistem manajemen risiko dan upaya pencegahan pencucian uang (anti-money laundering/AML). Pemanfaatan AI kini menjadi elemen penting dalam meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan akurasi di sektor keuangan.

Ia mencontohkan penggunaan chatbot seperti DINI milik BNI untuk layanan pelanggan 24 jam, implementasi machine learning dalam credit scoring yang mempercepat proses pengambilan keputusan kredit, serta sistem deteksi penipuan berbasis AI yang memperkuat keamanan finansial di berbagai bank, termasuk BNI dan Suncorp.

Namun, di balik manfaatnya, Yuni menegaskan bahwa AI juga membawa tanggung jawab moral dan sosial.

“AI bukan hanya sekadar alat teknologi, tetapi juga refleksi dari nilai dan keputusan manusia yang mengoperasikannya,” ujarnya. Tantangan etika yang perlu diantisipasi meliputi bias dan diskriminasi dalam data, kurangnya transparansi dalam keputusan otomatis, pentingnya perlindungan data pribadi sesuai UU PDP 2022 dan Privacy Act 2020 di Selandia Baru, serta isu akuntabilitas atas kesalahan sistem.

Ia menekankan pentingnya prinsip explainability, yaitu kemampuan lembaga keuangan menjelaskan alasan keputusan AI kepada nasabah. Di tingkat global, praktik etika AI diatur melalui OECD AI Principles dan EU AI Act (2024), sementara Indonesia telah memiliki arah melalui National AI Strategy 2020–2045 yang menekankan inovasi berbasis etika dan kemanusiaan.

Sebagai penutup, Yuni mengingatkan mahasiswa agar memandang AI bukan sekadar alat efisiensi, melainkan ruang pengambilan keputusan yang berintegritas. “AI bisa menggantikan banyak fungsi manusia, tetapi tidak akan pernah menggantikan moralitas, empati, dan tanggung jawab,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif DIKTISAINTEK BERDAMPAK, yang menegaskan komitmen Program Studi S1 Manajemen FEB UNS dalam memberikan pendidikan relevan dan berdaya saing global. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan tujuan ke-9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui penguatan literasi etika digital di era kecerdasan buatan.

Artikel Prodi S1 Manajemen Selenggarakan Kuliah Tamu: Membedah Etika dan Regulasi AI di Sektor Perbankan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Wakil Wali Kota Surakarta Beri Kuliah Praktisi di FEB UNS: Bangun Kepemimpinan Otentik di Era Digital https://feb.uns.ac.id/feb/wakil-wali-kota-surakarta-beri-kuliah-praktisi-di-feb-uns-bangun-kepemimpinan-otentik-di-era-digital/ Tue, 21 Oct 2025 08:07:49 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38730 Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi secara daring bertajuk “Leadership in the Digital Era: Building an Authentic Presence on Social […]

Artikel Wakil Wali Kota Surakarta Beri Kuliah Praktisi di FEB UNS: Bangun Kepemimpinan Otentik di Era Digital pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi secara daring bertajuk “Leadership in the Digital Era: Building an Authentic Presence on Social Media” Kamis, 16 Oktober 2025.

Kegiatan ini menghadirkan Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., Ph.D (Cand.), Wakil Wali Kota Surakarta, sebagai narasumber utama, dan dipandu oleh Dr. Wulan Permatasari, S.E., M.M., SHRM.CP sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., SHRM.CP., Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS, menjelaskan bahwa kuliah praktisi merupakan agenda rutin yang menghubungkan teori akademik dengan praktik profesional.

“Mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan langsung dari para praktisi agar dapat memahami penerapan teori dalam konteks nyata, terutama di bidang kepemimpinan,” ujarnya.

Astrid Widayani membuka pemaparannya dengan membahas konsep persona pejabat publik di media sosial, yaitu bagaimana citra dan identitas seorang pemimpin dibangun secara daring untuk menjangkau publik, menjelaskan kebijakan, serta menampilkan sisi personal dan emosional.

Ia juga menguraikan bahwa citra pemerintah terbentuk dari dua dimensi: citra birokrasi dan citra politik, yang keduanya sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap aparatur dan pemimpin publik.

Lebih lanjut, Astrid menjelaskan dimensi “authentic presence” yang menjadi kunci kepemimpinan di era digital.

“Kehadiran otentik di media sosial bukan sekadar eksis, tetapi harus konsisten antara nilai pribadi dan pesan yang disampaikan, transparan, serta membangun interaksi dua arah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa autentisitas diukur dari kredibilitas, kepercayaan, dan koneksi emosional yang tumbuh antara pemimpin dan publik.

Sebagai strategi, Astrid menyoroti empat langkah membangun authentic presence: menemukan nilai inti (core value), menjaga konsistensi dengan konten yang relevan, mendengarkan audiens secara aktif, dan berinteraksi secara otentik tanpa gimmick. Ia menutup sesinya dengan menekankan bahwa autentisitas akan menumbuhkan kepercayaan publik, pondasi utama dalam kepemimpinan yang berkelanjutan.

Kuliah ini diikuti secara daring oleh mahasiswa yang sebagian besar dari Prodi S1 Manajemen berjalan interaktif melalui sesi tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kepemimpinan, tetapi juga bagaimana membangun citra diri dan kepemimpinan yang kredibel di ruang digital.

Kegiatan kuliah praktisi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dengan menumbuhkan generasi pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan komunikatif di era digital.

Artikel Wakil Wali Kota Surakarta Beri Kuliah Praktisi di FEB UNS: Bangun Kepemimpinan Otentik di Era Digital pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/siswa-sma-muhammadiyah-pk-kottabarat-ikuti-program-sit-in-university-di-feb-uns/ Wed, 08 Oct 2025 03:36:23 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38347 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, […]

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, 6 Oktober 2025.

18 siswa tersebut akan mengikuti perkuliahan selama dua pekan di FEB UNS, 12 siswa di Prodi S1 Manajemen dan di Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan serta Bisnis Digital masing-masing 2 siswa.

Acara berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta perwakilan sekolah.

Kegiatan ini diawali dengan seremoni serah terima siswa yang diwakili oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., dan diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Dr. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Tri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UNS sebagai mitra pembelajaran bagi siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.

“Kami berterima kasih kepada Pak Hendro dan jajaran sekolah atas kepercayaannya menitipkan siswa untuk belajar dan mengenal lebih dekat kehidupan akademik di FEB UNS,” ujar Prof. Tri.

Lebih lanjut Prof. Tri Beliau memberikan penjelasan mengenai berbagai program studi di FEB UNS, antara lain Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Bisnis Digital yang menjadi pilihan minat peserta. Ia menekankan pentingnya memahami syarat akademik setiap program studi sesuai kurikulum Merdeka yang berlaku di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan berbagai jalur masuk ke UNS, seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta jalur mandiri.

Ia mengingatkan agar para siswa sejak dini mempersiapkan diri, baik melalui prestasi akademik maupun kemampuan mengerjakan soal-soal ujian.

“Beberapa program studi di FEB, seperti Bisnis Digital dan Manajemen, memiliki tingkat keketatan yang tinggi, sehingga dibutuhkan persiapan yang matang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri mengenalkan program Kelas Internasional di FEB UNS yang memberikan kesempatan belajar 100% menggunakan bahasa Inggris serta pengalaman internasional melalui program UNS Global Challenge.

“Mahasiswa yang mengikuti kelas internasional berpeluang mendapat dukungan dari UNS untuk mengikuti program UNS Global Challenge di luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., menyampaikan bahwa program Sit In University bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi.

“Kami ingin anak-anak kami memiliki kesiapan mental dan kompetensi yang baik agar mampu bersaing masuk ke program studi impian mereka. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh wawasan tentang lingkungan akademik, proses pembelajaran, dan peluang pengembangan diri di dunia perkuliahan” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama dengan FEB UNS dalam mempersiapkan generasi muda yang beriman, berkompeten, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Program Sit In University menjadi salah satu langkah nyata FEB UNS dalam memperkuat kolaborasi dengan sekolah menengah dalam rangka menumbuhkan semangat belajar dan kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>