Prodi S1 Manajemen Hadirkan Praktisi di Kuliah Manajemen Strategik
Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi Mata Kuliah Manajemen Strategik dengan tema “Evaluasi Strategi: Mengukur Kinerja dan Melakukan Revisi Strategis”, Kamis 4 Desember 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Didiek Hartantyo, M.B.A., praktisi strategik yang membagikan pengalaman empiris terkait Dynamic Strategic Evaluation dan implementasinya di PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa organisasi saat ini beroperasi dalam hyper dynamic environment, ditandai oleh perubahan cepat dan ketidakpastian akibat faktor politik, geopolitik, ekonomi global–domestik, bencana, hingga perubahan perilaku pelanggan.
Kondisi tersebut menuntut perusahaan melakukan evaluasi strategi yang tidak lagi bersifat statis dan periodik, melainkan dinamis, berkelanjutan, dan adaptif.
Untuk menjawab tantangan tersebut, disampaikan enam pendekatan. Pertama, Dynamic Strategic Evaluation, yaitu evaluasi strategi yang dilakukan secara terus-menerus dan real-time, bukan hanya melalui siklus tahunan.
Kedua, Data-Driven Strategic Review, yang menekankan pemanfaatan Big Data, data analytics, dan kecerdasan buatan sebagai dasar pengambilan keputusan agar evaluasi strategi bersifat akurat dan prediktif.
Pendekatan ketiga adalah Adaptive Permanent Evaluation, yang menilai kapabilitas organisasi melalui sensing, seizing, dan transforming capability agar mampu mendeteksi perubahan, menangkap peluang, serta beradaptasi secara struktural.
Keempat, Strategic Ambidexterity Evaluation, yaitu kemampuan organisasi menjaga efisiensi dan stabilitas operasional sekaligus melakukan inovasi dan transformasi di tengah dinamika kebijakan dan ekonomi global.
Selanjutnya, ESG-Integrated Strategic Evaluation menempatkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai bagian inti evaluasi strategi untuk menjamin keberlanjutan dan kepercayaan pemangku kepentingan.
Terakhir, Scenario-Based Strategy Evaluation (SBSE) digunakan untuk menilai kesiapan organisasi menghadapi berbagai kemungkinan masa depan, terutama dalam situasi ketidakpastian ekstrem seperti pandemi.
Dalam sesi implementasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dipaparkan sebagai contoh nyata penerapan keenam pendekatan tersebut sejak 2016 hingga 2025. Transformasi diawali dengan penguatan fondasi dan revisi RKAP (2016–2017), dilanjutkan pencapaian peringkat AAA dari Pefindo pada 2017. KAI juga menerbitkan obligasi pada 2017 dan 2019 sebagai bentuk transparansi dan pembiayaan berbiaya efisien, serta memperoleh kepercayaan publik melalui pembiayaan proyek LRT Jabodebek.
Pada masa pandemi COVID-19 (2020–2021), KAI menerapkan manajemen krisis melalui adaptasi layanan, penguatan protokol kesehatan, dan efisiensi operasional. Meski sempat mengalami kerugian selama dua tahun, perusahaan berhasil bangkit dan mencatatkan laba Rp 444 miliar pada 2022. Memasuki periode 2020–2025, KAI terus mengembangkan dynamic strategic evolution dengan evaluasi strategi yang bersifat kontinu guna menjaga kinerja, keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan.
Kuliah praktisi ini menegaskan bahwa evaluasi strategi yang dinamis, adaptif, dan berbasis data menjadi kunci keberlanjutan organisasi modern. Enam kerangka evaluasi strategis yang disampaikan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga terbukti aplikatif dalam praktik korporasi nasional.
Materi kuliah ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kinerja dan keberlanjutan perusahaan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui transformasi dan inovasi strategis sektor transportasi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 16 (Institusi yang Tangguh dan Akuntabel) melalui integrasi prinsip ESG dan tata kelola yang transparan.
