03 Mei 2026

Kuliah Praktisi FEB UNS: Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling

Program Studi S1 Manajemen dan S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah praktisi dengan tema “Mengawal Kesuksesan Proyek melalui Project Integrated Monitoring & Controlling”, Sabtu, 6 Desember 2025 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Minat Operasi yang menghadirkan praktisi profesional untuk memperkaya wawasan mahasiswa terkait pengelolaan proyek modern.

Narasumber pada kesempatan ini adalah Edi Marwanto, Vice President Business Development PT National Energy Solutions, yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam proyek konstruksi di sektor minyak, gas, dan petrokimia.

Dalam pemaparannya, Edi Marwanto menekankan bahwa proyek tidak hanya menghasilkan deliverable unik, tetapi juga mendorong perubahan dan menciptakan nilai bagi organisasi.

Ia menjelaskan bahwa kegagalan proyek sering diakibatkan oleh lemahnya proses pengendalian, perubahan yang tidak terkelola, serta rendahnya pemantauan kinerja proyek. Data The Standish Group menunjukkan proyek dengan anggaran besar memiliki risiko kegagalan yang signifikan jika tidak dikendalikan dengan baik.

Materi kemudian menguraikan konsep-konsep inti dalam Project Management, antara lain: Framework Project Management, Monitoring & Controlling Terintegrasi, Peran Project Management Office (PMO) dan Rekomendasi untuk Kesuksesan Proyek.

Narasumber memaparkan alur menyeluruh siklus proyek, mulai dari initiating, planning, executing, monitoring & controlling, hingga closing. Setiap fase memiliki peran penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Bagian utama kuliah menyoroti pentingnya Project Integrated Monitoring & Controlling, yaitu proses yang mencakup pengendalian ruang lingkup (scope) agar tidak terjadi scope creep, Pengendalian jadwal proyek melalui pemantauan baseline, engendalian biaya dengan indikator CPI dan CV, pengendalian kualitas agar hasil sesuai spesifikasi, serta pengelolaan risiko, komunikasi, sumber daya, dan stakeholder.

Edi memperkenalkan penerapan metode Earned Value Management (EVM) sebagai alat yang sangat efektif dalam membaca kinerja aktual proyek serta memprediksi kondisi akhir proyek. Studi kasus yang dipaparkan menunjukkan bagaimana EVM membantu mengidentifikasi deviasi sejak dini sehingga tim proyek dapat merancang action plan yang tepat.

Narasumber menegaskan pentingnya keberadaan PMO sebagai pusat tata kelola proyek organisasi. PMO berfungsi memastikan keselarasan strategi, mengelola proses bisnis proyek, mengembangkan kompetensi SDM, serta mentransfer pengetahuan sehingga organisasi lebih siap menghadapi kompleksitas proyek modern.

Mengakhiri pemaparan, Edi Marwanto menyampaikan beberapa rekomendasi kunci: implementasi standar global manajemen proyek, penguatan manajemen risiko dan manajemen perubahan, kepemimpinan berkarakter, termasuk kecerdasan emosional serta penerapan talent triangle bagi project manager: technical, leadership, dan strategic-business skills

Kuliah praktisi ini mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang manajemen proyek. Selain itu, penguatan praktik monitoring & controlling, tata kelola proyek, dan efisiensi penggunaan sumber daya turut mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui pengelolaan proyek yang transparan, efektif, dan berkelanjutan.