Wakil Wali Kota Surakarta Beri Kuliah Praktisi di FEB UNS: Bangun Kepemimpinan Otentik di Era Digital
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Praktisi secara daring bertajuk “Leadership in the Digital Era: Building an Authentic Presence on Social Media” Kamis, 16 Oktober 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., Ph.D (Cand.), Wakil Wali Kota Surakarta, sebagai narasumber utama, dan dipandu oleh Dr. Wulan Permatasari, S.E., M.M., SHRM.CP sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., SHRM.CP., Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS, menjelaskan bahwa kuliah praktisi merupakan agenda rutin yang menghubungkan teori akademik dengan praktik profesional.

“Mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan langsung dari para praktisi agar dapat memahami penerapan teori dalam konteks nyata, terutama di bidang kepemimpinan,” ujarnya.
Astrid Widayani membuka pemaparannya dengan membahas konsep persona pejabat publik di media sosial, yaitu bagaimana citra dan identitas seorang pemimpin dibangun secara daring untuk menjangkau publik, menjelaskan kebijakan, serta menampilkan sisi personal dan emosional.
Ia juga menguraikan bahwa citra pemerintah terbentuk dari dua dimensi: citra birokrasi dan citra politik, yang keduanya sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap aparatur dan pemimpin publik.
Lebih lanjut, Astrid menjelaskan dimensi “authentic presence” yang menjadi kunci kepemimpinan di era digital.
“Kehadiran otentik di media sosial bukan sekadar eksis, tetapi harus konsisten antara nilai pribadi dan pesan yang disampaikan, transparan, serta membangun interaksi dua arah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa autentisitas diukur dari kredibilitas, kepercayaan, dan koneksi emosional yang tumbuh antara pemimpin dan publik.
Sebagai strategi, Astrid menyoroti empat langkah membangun authentic presence: menemukan nilai inti (core value), menjaga konsistensi dengan konten yang relevan, mendengarkan audiens secara aktif, dan berinteraksi secara otentik tanpa gimmick. Ia menutup sesinya dengan menekankan bahwa “autentisitas akan menumbuhkan kepercayaan publik”, pondasi utama dalam kepemimpinan yang berkelanjutan.
Kuliah ini diikuti secara daring oleh mahasiswa yang sebagian besar dari Prodi S1 Manajemen berjalan interaktif melalui sesi tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kepemimpinan, tetapi juga bagaimana membangun citra diri dan kepemimpinan yang kredibel di ruang digital.
Kegiatan kuliah praktisi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dengan menumbuhkan generasi pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan komunikatif di era digital.
