Prodi S1 Manajemen Selenggarakan Kuliah Tamu: Membedah Etika dan Regulasi AI di Sektor Perbankan
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Navigating the Ethics of AI in Banking Industry” sebagai bagian dari mata kuliah Etika Bisnis, Minggu 19 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan Yuni Dwi Wijayanti, S.E., Ak., M.B.A., M.Com., CHRP, PCC, Policy Account Consultant di Hays Consulting Service, New Zealand.
Dalam paparannya, Yuni Dwi Wijayanti menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa transformasi besar dalam dunia perbankan, mulai dari layanan pelanggan hingga sistem manajemen risiko dan upaya pencegahan pencucian uang (anti-money laundering/AML). Pemanfaatan AI kini menjadi elemen penting dalam meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan akurasi di sektor keuangan.
Ia mencontohkan penggunaan chatbot seperti DINI milik BNI untuk layanan pelanggan 24 jam, implementasi machine learning dalam credit scoring yang mempercepat proses pengambilan keputusan kredit, serta sistem deteksi penipuan berbasis AI yang memperkuat keamanan finansial di berbagai bank, termasuk BNI dan Suncorp.
Namun, di balik manfaatnya, Yuni menegaskan bahwa AI juga membawa tanggung jawab moral dan sosial.
“AI bukan hanya sekadar alat teknologi, tetapi juga refleksi dari nilai dan keputusan manusia yang mengoperasikannya,” ujarnya. Tantangan etika yang perlu diantisipasi meliputi bias dan diskriminasi dalam data, kurangnya transparansi dalam keputusan otomatis, pentingnya perlindungan data pribadi sesuai UU PDP 2022 dan Privacy Act 2020 di Selandia Baru, serta isu akuntabilitas atas kesalahan sistem.
Ia menekankan pentingnya prinsip explainability, yaitu kemampuan lembaga keuangan menjelaskan alasan keputusan AI kepada nasabah. Di tingkat global, praktik etika AI diatur melalui OECD AI Principles dan EU AI Act (2024), sementara Indonesia telah memiliki arah melalui National AI Strategy 2020–2045 yang menekankan inovasi berbasis etika dan kemanusiaan.
Sebagai penutup, Yuni mengingatkan mahasiswa agar memandang AI bukan sekadar alat efisiensi, melainkan ruang pengambilan keputusan yang berintegritas. “AI bisa menggantikan banyak fungsi manusia, tetapi tidak akan pernah menggantikan moralitas, empati, dan tanggung jawab,” pesannya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif DIKTISAINTEK BERDAMPAK, yang menegaskan komitmen Program Studi S1 Manajemen FEB UNS dalam memberikan pendidikan relevan dan berdaya saing global. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan tujuan ke-9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui penguatan literasi etika digital di era kecerdasan buatan.
