Pre Job Training Batch 1, FEB UNS Bekali Mahasiswa Siap Kerja
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Pre Job Training (PJT) Batch 1, Kamis, 9 Oktober 2025 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.
Kegiatan ini diikuti oleh 300 mahasiswa semester 7 sebagai bagian dari pembekalan menjelang masa akhir studi, dengan tema “Menjadi Generasi Siap Kerja: Membangun Kompetensi, Karakter, dan Karier.”
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Anda semua saat ini berada di masa-masa akhir di kampus. Perasaan pasti bercampur, antara ingin segera lulus tapi juga mulai memikirkan dunia kerja. Nah, mencari kerja itu tidak mudah, semuanya butuh proses. Hari ini, kita belajar langsung dari praktisi tentang apa sebenarnya yang diharapkan perusahaan dari para lulusan baru,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa perlu menyiapkan diri secara utuh, tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga dengan keterampilan dan karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
“Jangan sampai kita sibuk menjual diri ke perusahaan, tapi justru tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Karena perusahaan tidak membutuhkan Anda semata, tetapi mencari talenta yang bisa memberi nilai tambah,” pesannya.

Sebagai narasumber utama, M. Roby Hervindo, CSR Manager PT Pertamina (Persero), membagikan wawasan mengenai tantangan dunia kerja masa kini dan kompetensi yang dibutuhkan agar mahasiswa dapat bertransformasi dari student mindset menuju professional mindset.
Roby membagikan pandangan strategis mengenai tantangan dunia kerja masa depan serta keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja global.
Dalam paparannya, Roby menyoroti perubahan besar di dunia kerja berdasarkan Future Jobs Report 2025 yang menunjukkan bahwa 92 juta pekerjaan akan hilang, namun 170 juta pekerjaan baru akan tercipta. Perubahan ini didorong oleh kemajuan teknologi dan transformasi industri, yang menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan.
Selain itu, Roby juga menyinggung fenomena ketidaksesuaian antara bidang studi dan pekerjaan. Berdasarkan data Indonesia Career Center Network (ICCN) dan Kemdikbud Ristek, 87% mahasiswa salah jurusan dan 80% pekerja bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Hal ini menunjukkan perlunya kesadaran mahasiswa untuk mengembangkan transferable skills agar tetap relevan di dunia kerja lintas bidang.

Melalui sesi bertema Preparing You, peserta diajak memahami perbedaan mendasar antara kehidupan sebagai mahasiswa dan profesional. Dunia kerja menuntut efisiensi, ketahanan terhadap kegagalan, kemampuan menghadapi ketidakpastian, serta kemampuan bekerja dalam struktur organisasi yang hierarkis.
Roby juga berbagi konsep yang telah diimplementasikan di Pertamina yakni PERTAMINA BEST (Behavior Skills for The Future) yang berfokus pada tujuh kompetensi utama: kolaborasi, kemampuan analisis, manajemen kerja, perbaikan berkelanjutan, kesadaran teknologi, orientasi kualitas, dan adaptabilitas. Di samping itu, ia menegaskan pentingnya potensi individu seperti kecerdasan emosional, mental, kognitif, integritas, serta learning agility dalam menunjang kinerja profesional.
Lebih lanjut, Roby memaparkan komitmen Pertamina dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif melalui penerapan Respectful Workplace Policy, kebijakan yang menjamin tempat kerja bebas dari diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan.
Pertamina juga menjadi BUMN pertama yang meluncurkan panduan resmi tentang keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI), dengan rasio 20% pekerja perempuan dan 19,24% pemimpin perempuan di kuartal I 2024.
Kegiatan Pre Job Training ini tidak hanya menjadi sarana pembekalan karier, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi dunia profesional dengan karakter yang kuat, kompetensi unggul, dan semangat long-life learning.
Selaras dengan komitmen FEB UNS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan dan kesiapan karier mahasiswa, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong terciptanya sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, dan berintegritas di dunia kerja.
