P4M FEB UNS Dorong Atmosfer Akademik melalui Working Paper Forum Bahas Crowdfunding Sosial di Indonesia
Dalam rangka mendorong atmosfer akademik yang kolaboratif dan produktif, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Riset Grup (RG) Institusi dan Pasar Keuangan menyelenggarakan kegiatan Working Paper Forum bertajuk “The Success of Social Project in Online Donation-Based Crowdfunding in Indonesia”.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 28 April 2026, diikuti oleh dosen dan mahasiswa.

Ketua P4M FEB UNS, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan fenomena crowdfunding di Indonesia yang semakin pesat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan atmosfer akademik di fakultas guna mendorong minat serta kuantitas dan kualitas riset. Ini juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU) dan mewujudkan FEB sebagai fakultas berkelas dunia,” ungkapnya.
Ia juga berharap peserta memperoleh insight dari narasumber yang telah berpengalaman menghasilkan publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Narasumber dalam kegiatan ini, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Kemahasiswan dan Alumni memaparkan penelitiannya terkait kesuksesan proyek sosial dalam platform crowdfunding berbasis donasi di Indonesia, khususnya melalui platform Kitabisa.
Ia menjelaskan bahwa crowdfunding merupakan metode pendanaan yang melibatkan kontribusi dari banyak individu untuk mendukung suatu proyek atau kegiatan, terutama yang bersifat sosial.

Penelitian ini menggunakan data sebanyak 2.814 kampanye crowdfunding periode 2018–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye sosial memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan jenis kampanye lainnya. Selain itu, faktor seperti target dana, pengalaman penggalang dana, serta momentum seperti Ramadan juga memengaruhi tingkat keberhasilan kampanye. Bahkan, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia, dengan 83% masyarakat berpartisipasi dalam donasi pada tahun 2021 .
Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan regional, di mana kampanye sosial di luar Pulau Jawa cenderung lebih berhasil dibandingkan di Jawa. Faktor budaya, solidaritas sosial, serta partisipasi donor menjadi elemen penting dalam menentukan keberhasilan suatu kampanye. Secara keseluruhan, hasil studi ini menegaskan bahwa kampanye sosial secara signifikan meningkatkan probabilitas keberhasilan pendanaan serta jumlah dana yang terkumpul.
Melalui forum ini, diharapkan terjadi pertukaran gagasan dan penguatan budaya riset di lingkungan FEB UNS, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai crowdfunding berbasis donasi di Indonesia.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan riset akademik, serta tujuan nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara unit dan kelompok riset dalam pengembangan ilmu pengetahuan.