25 Sep 2026

Positioning Business Sustainability, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Hadirkan Prof. Hooy Chee Wooi dalam General Lecture

Sustainability (keberlanjutan) merujuk pada kemampuan sebuah bisnis untuk dapat mempertahankan kegiatan bisnis dalam menghasilkan keuntungan ekonomis. Topik terkait sustainability menjadi topik yang banyak dibahas, terlebih terkait dengan Sustainable Development Goals (SDG).

Hal tersebut mendorong Program Studi S1 Akuntansi dalam menyelenggarakan kuliah umum dibidang keberlanjutan.

Menghadirkan Prof. Hooy Chee Wooi, dari Universiti Sains Malaysia (USM), General Lecture bertajuk “Positioning Business Sustainability” digelar secara daring pada Rabu, 3 September 2025.

Dalam paparannya, Prof. Hooy membahas secara detail terkait tujuan aktivitas bisnis, langkah yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dari sebuah usaha/bisnis, serta bagaimana memposisikan konsep terkait keberlanjutan.

Membuka jalannya acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS menyambut hangat pelaksanaan general lecture tersebut.

Menurut Prof. Tri diskusi terkait sustainability (keberlanjutan) sangatlah penting mengingat saat ini banyak sektor baik bisnis, ekonomi, ataupun keuangan yang diharuskan untuk melaporkan keberlanjutannya.

“Topik ini sangat menarik dan penting, bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari bagaimana caranya memposisikan keberlanjutan bisnis. Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Hooy yang sudah bersedia hadir dan membagikan pengetahuan terkait business sustainability, semoga diskusi yang berlangsung dapat bermanfaat bagi para peserta yang hadir,” jelas Prof. Tri.

Tidak hanya membahas terkait keberlanjutan bisnis, Prof. Hooy juga menjelaskan terkait kegiatan dalam aktivitas bisnis dimana, bisnis diartikan sebagai sebuah kegiatan dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan ekonomis, yang meliputi proses produksi, penjualan, ataupun pertukaran barang dan/atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Bisnis yang kita kenal ternyata melibatkan banyak bagian dan peran, sehingga untuk dapat mencapai kesuksesan bisnis diperlukan perencanaan, manajemen yang efektif, pengetahuan pasar, serta kemampuan untuk beradaptasi,” ungkap Prof. Hooy.

Secara teroritis, strategi yang diperlukan oleh sebuah bisnis untuk dapat terus eksis secara berkelanjutan meliputi adanya strategi bisnis yang jelas, fokus pada manajemen keuangan, pemahaman pasar dan reputasi yang baik, kemampuan untuk beradaptasi dan menjadi fleksibel, serta investasi untuk menumbuhkan talenta dan budaya perusahaan. Lebih lanjut dengan adanya kemajuan teknologi, sebuah bisnis perlu memanfaatkan teknologi dan data seperti penggunaan otomatisasi dan pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, bisnis juga perlu melakukan risk management, menjaga basis konsumen basis konsumen dan pertumbuhan pasar, memastikan kondisi governance yang kuat, dan kerjasama strategis.

Dalam memposisikan keberlanjutan bisnis, menurut Prof. Hooy, profit menjadi bottom line dari bisnis, sehingga keuntungan atau laba menjadi dasar keberlanjutan. Setelah memastikan profitabilitas bisnis, level selanjutnya dari usaha untuk memastikan keberlanjutan bisnis adalah kepatuhan, karena apabila sebuah bisnis tidak mematuhi hukum maka keberadaan atau legitimasinya akan dipertanyakan. Setelah kepatuhan hukum terpenuhi, posisi selanjutnya yang diperlukan adalah kepatuhan atau pencapaian ESG (environmental, social, and governance), CSR (corporate social responsibility), SDG (sustainable development goals), dan etika.

“Dari sisi produsen, keberlanjutan bisnis berarti bahwa bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang. Sementara dari sisi pelanggan, hal ini merujuk pada bisnis yang memberikan nilai dalam jangka panjang. Sehingga untuk menyeimbangkan dua hal ini maka bisnis perlu memberikan nilai jangka panjang untuk stakeholder, komunitas, dan lingkungan secara keseluruhan. Hal ini melibatkan integrasi pertimbangan lingkungan, sosial, dan governance ke dalam strategi perusahaan, operasi, dan proses pengambilan keputusan,” jelas Prof. Hooy.

Menutup jalannya guest lecture, Prof. Hooy menyampaikan bahwa bisnis saat ini dituntut untuk tidak lagi “doing good by doing well” (berbuat baik karena mendapatkan keuntungan) tetapi “doing well by doing good.”

Dengan menghadirkan pembahasan mendalam tentang positioning business sustainability, kuliah umum ini secara langsung mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keberlanjutan bisnis yang tidak hanya berfokus pada profit semata, tetapi juga mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), selaras dengan tujuan SDGs untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

Melalui pemahaman dan penerapan konsep-konsep tersebut, para mahasiswa dan pelaku bisnis diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang seimbang antara keuntungan bisnis dan tanggung jawab sosial serta lingkungan, sebagaimana yang dicanangkan dalam SDGs.