29 Sep 2026

Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya: Talkshow Inspiratif, Kolaborasi Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS bersama Kamar Entrepreneur Indonesia

Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) menyelenggarakan Talkshow Idea Generation bertema “Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya”.

Acara berlangsung di Gedung Suhardi FEB UNS pada Senin (29/9) dan menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV KEIND tahun 2025.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita, serta Ketua Umum KEIND Jawa Tengah sekaligus Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.

Talkshow menghadirkan tiga narasumber inspiratif dari berbagai sektor industri, yakni Hendy Setiono (WKU Bidang Kewirausahaan KEIND – CEO & Founder Baba Rafi Enterprise), Dini Fronitasari (WKU Bidang Teknologi Digital KEIND – Founder Goritna Tech) dan Redita Aliyah (WKU Bidang Industri Pariwisata KEIND – CEO Merapi Park Group). Miftachul Ma’Arif, S.E.I., M.M.,LSS.Cp, Kepala Laboratoium Kewirausahaan FEB UNS memandu langsung jalannya talskhow.

Dalam sambutannya, Astrid Widayani menegaskan bahwa tema “Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya” bukan hanya slogan, melainkan peluang sekaligus tantangan generasi muda untuk mengambil peran besar dalam menentukan arah bangsa.

Ketua Umum KEIND Jawa Tengah sekaligus Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani

“Indonesia sedang memasuki bonus demografi, di mana penduduk usia produktif akan mencapai lebih dari 60% dari total populasi. Pertanyaannya, apakah ini hadiah otomatis atau justru tantangan? Jawabannya ada pada Anda semua, para mahasiswa. Bonus demografi bisa menjadi pedang bermata dua, tetapi jika generasi muda berdaya, berjiwa kepemimpinan, memiliki mentalitas entrepreneur dan berani berinovasi, maka bonus demografi akan menjadi lompatan emas menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Astrid juga mengajak mahasiswa untuk berani memulai langkah kecil sejak dini, membangun jejaring, dan tidak takut gagal.

“Banyak pengusaha besar yang memulai dari garasi rumah atau kamar kos dengan ide sederhana yang awalnya ditertawakan. Kuncinya adalah berani melangkah ketika yang lain masih ragu. Jangan tunggu sempurna untuk memulai, karena gagal adalah bagian dari proses menuju kesuksesan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Surakarta sejalan dengan Asta Cita Nasional tengah memprioritaskan penguatan ekonomi kreatif, digital, serta pemberdayaan UMKM. Program seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Surakarta hadir untuk mendukung wirausaha muda, mulai dari pengemasan produk, branding, kelas startup, hingga akses permodalan.

“Kesempatan ini terbuka lebar, apalagi UNS adalah tetangga dekat PLUT. Saya ajak mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas ini agar mampu mencetak lebih banyak entrepreneur muda,” jelasnya.

Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita

Sementara itu, Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita, menegaskan bahwa KEIND dengan 30 ribu anggotanya berkomitmen melahirkan wirausaha muda melalui program KEIND GOES to Campus.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi justru menciptakan lapangan kerja baru. Hari ini kami hadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang namanya sudah dikenal dunia sebagai bukti nyata,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Tri Mulyaningsih, Wakil Dekan Akademik FEB UNS  menekankan pentingnya sinergi dalam menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih,

“Kegiatan ini meningkatkan kapasitas pengetahuan mahasiswa terkait kewirausahaan. Ke depan, kami siap bersinergi untuk membekali mahasiswa, dengan sertifikasi kompetensi pendamping UMKM,” tuturnya.

Melalui talkshow ini, mahasiswa FEB UNS diharapkan tidak hanya mendapatkan inspirasi dari para entrepreneur nasional, tetapi juga siap menjadi motor penggerak kewirausahaan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi & Infrastruktur), SDG 11 (Kota & Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).