Kolaborasi Peneliti UNS dan Malaysia Bahas Inovasi dan Kewirausahaan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Malaysia
Tim peneliti Universitas Sebelas maret (UNS) menyelenggarakan Guest Lecture bertema “Innovation Ecosystem for Disabled Entrepreneurs in Indonesia and Malaysia”, Selasa 23 September 2025 di Aula Konimex FEB UNS.
Guest lecture menghadirkan dua narasumber dari Universiti Malaya, yaitu Prof. Dr. Ismawati binti Jaafar dan Dr. Farzana Parveen Tajudeen, sebagai bagian dari kolaborasi riset internasional yang sedang berlangsung antara Universiti Malaya (UM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan riset bertajuk “Inclusive Innovation: Co-Creating Digital Entrepreneurship with the Disabled Community and its Ecosystem” yang berfokus pada pengembangan inovasi inklusif dan kewirausahaan digital bagi penyandang disabilitas (PwD) di Indonesia dan Malaysia.
Penelitian ini tidak hanya memetakan tantangan yang dihadapi komunitas disabilitas seperti stigma sosial, diskriminasi, keterbatasan akses pendidikan, pekerjaan, dan modal, namun juga menawarkan solusi berbasis model ekosistem inovasi inklusif dan penggunaan teknologi digital untuk memperkuat kapasitas usaha para penyandang disabilitas.
Dalam studinya, tim peneliti mengeksplorasi dua studi kasus utama: Batik Ciprat di Desa Karangpatihan (Indonesia) dan inisiatif batik yang dipimpin penyandang disabilitas di Malaysia, seperti Rumah Harapan dan Batik Kuala Lumpur. Temuan awal dari 51 responden menunjukkan bahwa kepercayaan diri (self-efficacy), hambatan, dan niat berwirausaha memainkan peran penting dalam keberhasilan bisnis digital yang digerakkan oleh PwD.
Hasil analisis juga menekankan pentingnya penggunaan alat digital dalam membuka akses ke pasar yang lebih luas, menurunkan biaya operasional, serta memperkuat identitas sosial dan peran komunitas difabel dalam ekonomi lokal.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen UNS dalam memperkuat jejaring internasional serta memajukan penelitian yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya dalam mendukung inklusi sosial dan ekonomi bagi kelompok rentan.
Guest lecture ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Mengurangi Ketimpangan, dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan mendorong ekosistem inovasi inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas sebagai pelaku ekonomi yang setara dan berdaya saing.
