Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Desa, Lab Bina Desa FEB UNS Gandeng Kemendes PDTT
Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengumpulan dan Verifikasi Data pada Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), Rabu, 24 September 2025.
Acara yang berlangsung secara hybrid di Aula Lantai 5 Gedung Soedarah Soepono FEB UNS dan melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber utama Dr. Dwi Rudi Hartoyo, S.Sos., M.Si., Direktur Advokasi & Kerjasama Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT.
Workshop ini dibuka dengan sambutan oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS.

Dalam arahannya, Prof. Tri menekankan pentingnya mahasiswa memperoleh wawasan baru terkait survei dan pengelolaan data desa. Ia juga mengapresiasi inisiasi kerja sama antara Lab Bina Desa dan Kemendes dalam mengkaji berbagai isu riset dan kebijakan desa.
“Proyek pembangunan di Indonesia saat ini memang diarahkan untuk memberdayakan desa agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, mahasiswa perlu menguasai keterampilan yang berkaitan dengan pembangunan desa agar dapat berkontribusi nyata setelah lulus,” ujarnya.
Kepala Lab Bina Desa, Dr. Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D., menambahkan bahwa kerja sama dengan Kemendes bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan pembangunan desa dengan bekal sertifikasi, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi lulusan untuk berkiprah di bidang pembangunan perdesaan.
Dalam pemaparan materinya, Dr. Dwi Rudi Hartoyo menguraikan arah kebijakan pembangunan kawasan perdesaan sesuai RPJMN 2025–2029.

Pembangunan desa ke depan menekankan transformasi ekonomi, sosial, dan ekologi desa berbasis potensi lokal, dengan strategi utama berupa penyediaan layanan dasar dan infrastruktur, penguatan kapasitas SDM dan tata kelola digital, transformasi ekonomi lokal melalui pertanian, pariwisata, dan BUMDes, serta pengembangan kawasan tematik berbasis keterhubungan desa–kota.
Lebih lanjut, Dr. Dwi Rudi menekankan pentingnya pendekatan kolaborasi antar-desa untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat kabupaten. Dengan demikian, pembangunan desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus menjaga ketahanan sosial dan ekologi.

Melalui workshop ini, Lab Bina Desa FEB UNS berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan perdesaan yang berkelanjutan serta menyiapkan mahasiswa untuk menjadi bagian dari penggerak pembangunan desa di masa depan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education) dan tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas generasi muda dalam pembangunan berbasis potensi lokal.
