Perkuat Kesiapsiagaan melalui Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Simulasi Penanggulangan Bencana
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar FEB UNS Gelar Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Simulasi Penanggulangan Bencana pada Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di Halaman Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS. Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika FEB UNS yang meliputi tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Mitigasi merupakan tindakan atau upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau mengendalikan risiko serta dampak negatif dari suatu peristiwa, termasuk kebakaran. Dalam konteks kebakaran, mitigasi mencakup berbagai langkah pencegahan dan penanganan, seperti penyediaan jalur evakuasi yang aman, pemasangan alat pendeteksi asap, hingga pelatihan penggunaan APAR serta pemahaman prosedur darurat.
Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB UNS, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan dokumen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus wujud nyata penerapan manajemen risiko di lingkungan FEB UNS.

“Kegiatan pelatihan dan simulasi ini menjadi langkah antisipatif kami dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Kami berharap, meskipun tidak mengharapkan adanya bencana, FEB UNS telah siap baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana pendukung,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme dan dukungan seluruh peserta yang terlibat. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan fakultas yang aman dan tanggap bencana merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika, tanpa terkecuali.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai cara mencegah kebakaran, teknik memadamkan api, penggunaan APAR yang benar, serta langkah-langkah darurat yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran.
Instruktur juga menjelaskan metode isolasi api dari oksigen, termasuk teknik tradisional menggunakan karung goni, handuk, atau kain non-sintetis.
“Jika terjadi kebakaran kecil, ambil goni, handuk, atau kain yang ada di sekitar kita, basahi dengan air, lalu selimutkan ke api. Perhatikan arah angin dan pastikan posisi kita berlawanan arah dengan api. Setelah maju, jangan ragu dan jangan mundur, karena api bisa mengikuti arah kain,” jelas instruktur saat sesi praktik.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai penanganan kebocoran gas di rumah, di antaranya tidak menyalakan atau mematikan listrik untuk menghindari percikan api, membuka pintu dan jendela agar terjadi sirkulasi udara, serta melepas regulator dan membawa tabung gas ke luar ruangan hingga kondisi aman.
Instruktur menegaskan bahwa sikap paling penting saat terjadi kebakaran adalah tetap tenang. “Kebakaran sering kali membesar karena kepanikan. Yang utama adalah tetap tenang, segera menghubungi pemadam kebakaran, menyelamatkan diri dan orang di sekitar, serta melakukan upaya pemadaman awal jika memungkinkan dengan teknik yang telah dipelajari,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS berharap dapat meningkatkan literasi, kesadaran, dan budaya sadar risiko di lingkungan fakultas, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi situasi darurat demi terciptanya lingkungan kampus yang aman dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui upaya peningkatan keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan kampus.
