04 Agu 2021

Pengendalian Manajemen adalah Sumber Kekuatan dalam Bisnis Ritel Modern

Sifat alami dalam sebuah bisnis ritel modern yaitu meliputi skala ekonomi, jumlah outlet dan efiensi.  Bisnis ritel adalah bisnis uang  receh yang dikumpulkan seperak demi seperak, untungnya sangat kecil maka harus memiliki jumlah outlet banyak,  jika hanya punya satu outlet maka akan rugi.

Dalam hal skala ekonomi, jumlah outlet dan efisiensi, maka pihak manajemen harus melakukan kontrol terhadap banyak faktor, misalnya pada saat menambah outlet, ada penambahan investasi,  inventori, orang, penjualan. Sehingga dalam bisnis ritel ini, kekuatan yang paling penting adalah kontrol. Bagaimana me-record semua transaksi, melakukan kontrol terhadap seluruh aktifitas, memanage sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Pernyataan itu disampaikan I Nyoman Sugiarta, Retail and Distribution Business Consultant saat menjadi narasumber pada Guest Lecture Mata Kuliah Sistem Pengendalian Manajemen yang diselenggarakan oleh Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Sabtu 27 Maret 2021.

Selanjutnya dikatakan, bisnis ritel itu sangat dinamis, pada saat ada perubahan sedikit saja di teknologi, perubahan lifestyle, perubahan lingkungan maka bisnis ritel juga harus berubah dan menyesuaikan. Apa yang direncanakan hari ini, belum tentu 6 bulan lagi dipakai, mungkin  ada perubahan yang memaksa perusahaan untuk merubah strateginya. Dinamika bisnis ritel juga dipengaruhi oleh dinamika persaingan.

“Di dalam bisnis ritel, memilih lokasi juga sangat penting.  Dalam hal ini,  ada dua pendekatan, kita melihat outlet-outlet mana yang bagus yang telah kita buka, sehingga pada saat buka outlet berikutnya kita sudah ada pola yang tepat. Jika belum memiliki outlet maka dengan melihat dan amati kompetitor kita,  amati trafiknya bagus atau tidak, pelajari tipe lokasinya juga” tuturnya.

Menurutnya, kontrol atau proses pengendalian yang paling tepat adalah 75% dilakukan pada fase eksekusi atau pada saat berproses. Dan 25 % nya setelah hasilnya. Bagaimana manajemen memastikan proses eksekusi berjalan dengan tepat. Sebagus apapun strateginya jika tidak kontrol eksekusinya maka performance tidak maksimal. Performance adalah keberhasilan dari para eksekutor dalam menjalankan strategi perusahaan.

Dalam manajemen ritel, inventori adalah bagian yang biasa ditangani oleh divisi logistik atau warehouse. Secara garis besar, inventori adalah bagian besar dari supply chain management, ada supply dan demand.  Pada prinsipnya, bagian inventori ini sederhana,  bagaimana kita bisa menyiapkan barang dagangan, waktunya tepat, dari sumber yang tepat, jumlahnya tepat, harganya tepat dan kualitasnya bagus. Kelihatan sederhana, tapi didalamnya seperti benang kusut, bagaimana kita harus melakukan kontrol terhadap inventori.

Inventori merupakan salah satu bagian di dalam bisnis ritel yang membutuhkan kontrol yang luar biasa ketat. Manajemen banyak mengalokasikan waktu cukup besar untuk melakukan kontrol terhadap inventori. Berapa Day SaIes Inventory (DSI) nya, berapa tinggi Inventory Turn Over-nya, Ratio inventory terhadap Top of Payment, bagaimana service level-nya, product loss, bad stock, undelivered goods, stock out dan masih banyak lainnya.

“Butuh energi khusus yang dikeluarkan untuk pengendalian inventori dari bisnis ritel. Inventori yang over atau berlebihan akan mengakibatkan barang rusak, resiko di likuiditas perusahaan akan terganggu. Sebaliknya,  jika inventori di bawah atau persediaannya kurang maka kemungkinan konsumen akan beralih ke pesaing Anda, Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Masalah inventori sangat pelik, over salah under juga salah, bagaimana bisa menyeimbangkan antara supply dan demand. Ini kontrol yang paling rumit di bisnis ritel” jelasnya.

Dihadapan lebih dari lebih dari 100 mahasiswa peserta kuliah umum, I Nyoman menjelaskan sangat detil tentang bisnis ritel modern mulai dari gambaran umum mengenai bisnis ritel modern  hingga strategi dalam membangun sebuah bisnis ritel modern. (Humas FEB)