18 Okt 2021

PDIE FEB UNS Adakan Colloquium on Business Economics

Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan the 3rd International Seminar and Colloquium on Business Economics (ICBE) dengan tema Rethinking Innovation and Research in Small and Medium Enterprises Under High Uncertainty pada 4-5 Oktober 2021.

Seminar dan kolokium internasional tersebut terselenggara atas kerjasama dengan empat universitas mitra yaitu Universitas Garut, STIE Widya Gama Lumajang, Universitas Tidar, dan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI).

Di acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dan 43 presenter itu, Kaprodi PDIE FEB UNS, Prof. Rahmawati mengucapkan terima kasih kepada universitas yang telah mendukung terlaksananya acara. Harapannya, kolokium tersebut dapat membantu dan memperlancar proses publikasi artikel riset mahasiswa program PDIE yang menjadi salah satu syarat kelulusan.

Harapannya, kolokium tersebut dapat membantu dan memperlancar proses publikasi artikel riset mahasiswa program PDIE yang menjadi salah satu syarat kelulusan.

Sementara itu, Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan mewakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, saat membuka acara mewakili Dekan mengucapkan terima kasih kepada keempat pembicara yang telah berkenan hadir dalam acara kolokium internasional tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa program doktor untuk dapat melakukan publikasi pada tingkat nasional maupun internasional, serta untuk meningkatkan reputasi PDIE di bidang publikasi,” ungkap Prof. Izza.

Dalam agenda Kolokium internasional yang ketiga tersebut terdapat dua sesi yaitu sesi plenary, peserta akan mendengarkan paparan materia dan keynote speech dari pembicara, dan di sesi paralel, peserta presenter akan mempresentasikan artikel riset yang telah melalui proses seleksi.

The 3rd ICBE kali ini menghadirkan empat pembicara internasional antara lain Prof. Indah Susilowati dari Universitas Diponegoro, Dr. Kwabena G. Boakye dari Georgia Southern University, Prof. Budy Resosudarmo dari Australian national University, dan Prof. Benny Tjahjono dari Coventry University.

Peserta mengikuti jalannya sesi plenary bersama dengan dua pembicara yaitu Prof. Indah Susilowati dan Dr. Kwabena G. Boakye. Dalam paparannya Prof. Indah menyampaikan materi berjudul ‘Rethinking Innovation and Resarch in Small and Medium Enterprises under High Uncertainty.’

Prof. Indah menjelaskan bagaimana pandemi Covid-19 mempengaruhi kondisi perekonomian. Untuk sektor UMKM terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti menurunnya modal dan pelanggan, serta penurunan harga barang. Meskipun begitu, Prof. Indah mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah cukup proaktif dalam usaha pemulihan ekonomi.

“Dengan gotong-royong, kerja sama, kita akan bisa menghadapi pandemi ini. Pemulihan ekonomi tentu akan membutuhkan waktu untuk dapat diterapkan dengan sukses,” ungkap Prof. Indah.

Dr. Kwabena G. Boakye dengan materi yang berjudul Small and Medium Enterprises from Crisis to Growth mengatakan bahwa sumbangan sektor UMKM pada kondisi ekonomi cukup signifikan.

“Dalam hal ini pemerintah dapat mendukung keberadaan UMKM melalui pelatihan keuangan, mendorong kemajuan riset, dan memberikan bantuan yang bersifat sector-specific,” jelasnya.

Pada sesi plenary tersebut peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara interaktif kepada pembicara. Setelah sesi plenary selesai, peserta diundang untuk dapat mengikuti sesi paralel.

Reporter: Aulia

Editor: Humas