Orasi Purnabakti: Prof. Dr. Tulus Haryono Tekankan Pentingnya Citra Positif ASN
“Nyambut gawe sing penting jeneng, mengko jenang teko dewe,” artinya bekerja yang penting nama baik, nanti rezeki akan datang sendiri. Pepatah Jawa ini menjadi pesan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dalam orasi kehormatan purnabakti profesor, Selasa 4 November 2025.
Dalam orasinya yang berjudul “Membangun Citra Positif Pelayanan Publik Berdasarkan Pelayanan Prima di Era Digital”, Prof. Tulus menegaskan bahwa integritas dan citra positif merupakan fondasi utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik yang bermartabat dan dipercaya masyarakat.
Menurutnya, membangun citra positif bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi refleksi dari tanggung jawab moral dan profesional seorang ASN.

“Citra positif yang kita miliki akan memengaruhi cara orang lain memandang dan berinteraksi dengan kita. Jika kita bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Prof. Tulus.
Dalam paparannya, Prof. Tulus menjelaskan lima langkah efektif dalam membangun citra positif, yaitu mengenali persepsi diri, meningkatkan kualitas komunikasi, memperhatikan penampilan fisik dan profesionalitas, menyadari kekuatan serta batas diri, dan mampu mengelola kesalahan serta kegagalan dengan bijak.
Ia menekankan bahwa ASN harus menanamkan nilai-nilai pelayanan prima, ramah, sopan, tanggap, dan penuh kepedulian dalam setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Memasuki era digital, Prof. Tulus menilai kecepatan dan efisiensi pelayanan publik harus diimbangi dengan human touch yang menjaga rasa empati. Di dunia pendidikan, penerapan sistem digital seperti SIAKAD, SISTER, serta komunikasi melalui email, WhatsApp, dan Zoom perlu diiringi dengan etika dan tanggung jawab profesional.
“Teknologi memang mempercepat pelayanan, tetapi jangan sampai menghilangkan sentuhan manusiawi. ASN tetap harus hadir dengan keramahan dan integritas,” tegas guru besar telah mengabdi di UNS selama lebih dari empat dekade..
“Saya bersyukur dapat menuntaskan pengabdian ini dengan baik. Semoga apa yang telah saya lakukan menjadi bagian kecil dari perjalanan besar UNS menuju universitas berkelas dunia,” tutup Prof. Tulus dalam orasinya.

Pesan dalam orasi Prof. Tulus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-16: Peace, Justice, and Strong Institutions. Upaya membangun citra positif, profesionalisme, dan pelayanan publik yang prima mencerminkan komitmen terhadap tata kelola yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan, fondasi bagi lembaga yang tangguh dan berkelanjutan.
Perjalanan dan Pengabdian Panjang
Prof. Dr. Tulus Haryono dikenal sebagai salah satu arsitek sistem jaminan mutu UNS dan berperan besar dalam peningkatan akreditasi institusi hingga meraih peringkat “Unggul.”
Sepanjang kariernya, Prof. Tulus telah membimbing lebih dari 200 mahasiswa S1, 125 mahasiswa S2, dan 50 mahasiswa S3, serta menulis 26 buku dan puluhan publikasi ilmiah. Ia juga aktif sebagai asesor BAN-PT.
Apresiasi dari Dekan FEB UNS
Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya terhadap kiprah panjang Prof. Tulus yang disebut sebagai salah satu figur penting dalam sejarah fakultas.

“Prof. Tulus bukan hanya senior dan guru bagi kami, tetapi juga fondasi bagi berkembangnya FEB UNS hingga seperti sekarang. Banyak nilai dan sistem yang beliau bangun, terutama dalam jaminan mutu, menjadi tonggak penting bagi kemajuan fakultas,” ujarnya.
Prof. Bhimo juga menekankan bahwa keteladanan Prof. Tulus menjadi inspirasi bagi generasi muda dosen dalam menegakkan profesionalisme dan integritas akademik.
“Beliau mengajarkan bahwa bekerja di dunia pendidikan bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi bentuk pengabdian yang luhur. Semangat itu yang ingin terus kami warisi,” tambahnya.

Ketua Dewan Profesor UNS Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. turut memberikan apresiasi, menyebut Prof. Tulus sebagai sosok yang “tulus, tekun, dan visioner” dalam mengabdi kepada universitas.

Di acara yang digelar oleh Dewan Profesor UNS tersebut, dilaksanakan pula prosesi simbolis penyerahan tongkat estafet dari Prof. Tulus kepada kolega muda Pram Suryanadi, S.E., M.Si., sebagai simbol penerusan semangat pengabdian dan regenerasi akademik.
