06 Nov 2025

Bahas Data Envelopment Analysis, GRISKA dan P4M Hadirkan Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin dari Universiti Putra Malaysia

Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) berkolaborasi dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Advancing Research Capacity: From Data Envelopment Analysis to Reputable Publications.”

Workshop and Talk Session tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin, PhD., dari Universiti Putra Malaysia yang merupakan pakar dalam analisis data menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA).

Membuka paparan materinya, Assoc. Prof. Fakarudin menjelaskan terkait konsep produktivitas dan efisiensi, dimana sebuah perusahaan yang memiliki output dengan kuantitas yang lebih besar bisa saja tidak efektif. “Jika kita diberikan informasi lebih, yaitu data terkait sumberdaya (input) yang digunakan, maka kita bisa melihat bahwa perusahaan yang memiliki input lebih kecil dengan output tertentu bisa jadi lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan dengan output yang besar dan input yang besar pula,” jelas Dr. Faka.

Oleh karena itu, menurut Dr. Faka, DEA adalah tools yang cocok digunakan untuk mengukur efisiensi dimana terdapat multiple input dan output. Meskipun begitu, penggunaan DEA tidak hanya terbatas pada sektor keuangan.

Hal ini kemudian dikuatkan dengan paparan menyeluruh terkait sejarah perkembangan DEA dari awal dicetuskan oleh W. Cooper di tahun 1978. Seiring perkembangannya DEA mulai diterapkan di berbagai sektor seperti penilaian efisiensi sekolah (pendidikan), rumah sakit (kesehatan), dan pengadilan (hukum).

“Sehingga DEA ini tidak hanya digunakan di sektor keuangan saja, dia bisa digunakan di multidisiplin ilmu selama kita bisa menentukan input, output, dan decision making unit dari subjek riset kita,” jelas Dr. Faka.

Lebih lanjut, Dr. Faka menjelaskan bahwa DEA dikembangkan sebagai metode untuk menilai komparasi efisiensi dari unit organisasi contohnya kantor cabang bank, sekolah, rumah sakit, dll. Efisiensi tersebut menunjukkan penurunan penggunaan sumber daya (input) tanpa mengurangi atau menurunkan kuantitas output, atau sebaliknya peningkatan output tanpa adanya penambahan sumberdaya.

Lebih jauh lagi, dalam penggunaan DEA, peneliti biasanya menganalisis lebih dari sekedar penilaian efisiensi, contohnya penelitian yang dilakukan biasanya akan meneliti praktik operasi seperti apa yang kemudian dapat diterapkan untuk meningkatkan performa perusahaan/unit.

“Dalam menggunakan DEA terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan input dan output. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa DEA ini tidak menguji pengaruh dari satu variabel ke variabel lain. Sehingga kita perlu mengingat bahwa tidak ada metode analisis yang bisa digunakan untuk semua tujuan, kita perlu menyesuaikan alat analisis yang digunakan dengan tujuan kita,” ungkap Dr. Faka.

Sesi Guest Lecture yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut dihadiri oleh dosen FEB UNS dari berbagai jurusan baik secara daring melalui Zoom Cloud Meeting maupun secara langsung di Ruang 5503 Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

Workshop berlangsung interaktif, peserta yang hadir dengan aktif mendiskusikan berbagai topik terkait penerapan DEA pada proses penelitian yang sedang ataupun akan dilakukan.