Analisis Spasial Dalam Ekonometri: FEB UNS Hadirkan Prof. Siong Hook Law
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi bersama Center for Fintech and Banking (UNS Fintech Center) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Spatial Durbin Model and Spatial Autoregressive Model” dengan menghadirkan Prof. Siong Hook Law, dari Universiti Putra Malaysia.
Gelaran yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 31 Oktober 2025 tersebut dihadiri oleh lebih dari 20 mahasiswa dari program magister, doktoral, serta dosen FEB UNS.
Diskusi terkait analisis spasial tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para mahasiswa yang mungkin akan menggunakan alat analisis tersebut dalam tesis dan disertasi mereka.

Bertempat di Ruang 4103 Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS, Prof. Law mengawali pembahasan dengan penjelasan terkait heterogenitas dan ketergantungan spasial.
Kedua aspek tersebut menjadi titik awal mengapa analisis berbasis spasial menjadi penting.
“Ketika kita melakukan analisis data yang mencakup data lokasi, terdapat teori yang menyatakan bahwa kota/region yang berdekatan sebenarnya lebih terkait (dependent) dibandingkan dua region yang jaraknya lebih jauh,” jelas Prof. Law.
Lebih lanjut jarak lokasi antar dua region memiliki dua implikasi. Pertama tiap region bisa memiliki karakteristik berbeda (heterogenitas) dan juga ketergantungan. Dalam konteks ini, ekonometri spasial bertujuan untuk menghitung estimasi dan menguji model ekonometri yang mencakup beberapa daerah region. Analisis ini lalu berkembang setelah munculnya GIS.
Pembahasan terkait analisis spasial dalam workshop kali ini mencakup beberapa sub-topik seperti perbedaan antara Spatial Autoregressive (SAR), Spatial Durbin Model (SDM), dan Spatial Error Model (SER).
Prof. Law juga mengajarkan cara interpretasi hasil dari efek langsung, tidak langsung, dan efek total, diagnostics test, dan penyusunan implikasi kebijakan.

“Dalam menginterpretasi hasil, efek langsung menunjukkan efek regional, efek tidak langsung menunjukkan efek spill-over, yaitu efek turunan dari region terdekat, sementara efek total merujuk pada efek gabungan dari efek langsung dan tidak langsung,” jelas Prof. Law.
Selain menyampaikan materi, Prof. Law juga menunjukkan latihan (hand-ons training) dalam penggunaan analisis spasial menggunakan program STATA.
Dalam hal ini implikasi riset spasial dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menyusun saran untuk targeted intervensi, menentukan dukungan pembangunan inklusif yang berkelanjutan berdasarkan lokasi, serta membimbing koordinasi pada tingkat nasional dan regional.
Sesi workshop tersebut ditutup dengan diskusi antara Prof. Law dan peserta yang tertarik untuk menggunakan analisis tersebut dalam tesis dan diseminasinya.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya FEB UNS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada tujuan ke-9 (Inovasi dan Infrastruktur), tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik lintas negara dan peningkatan kapasitas riset berbasis data spasial