05 Nov 2025

FEB UNS Hadirkan Prof. Mohamad Fazli Sabri Bahas Financial Literacy, Financial Behaviour, dan Financial Well-Being

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan UNS Fintech Center menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Sustaining Financial Well-Being: Do Financial Literacy, Financial Behaviour, and Financial Education Matter?” dengan menghadirkan Prof. Mohamad Fazli Sabri dari Universiti Putra Malaysia (UPM).

Acara yang berlangsung di Ruang 4202 Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS ini dihadiri oleh mahasiswa program magister, doktoral, serta para dosen. Kuliah tamu ini bertujuan memperluas wawasan sivitas akademika mengenai pentingnya literasi keuangan, perilaku keuangan, dan pendidikan keuangan dalam membentuk kesejahteraan finansial berkelanjutan.

Dalam paparannya, Prof. Fazli Sabri menjelaskan bahwa kesejahteraan finansial tidak hanya diukur dari tingkat pendapatan, tetapi juga kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan, menghadapi tekanan ekonomi, serta mencapai tujuan finansial jangka panjang.

“Financial well-being is not just about having enough money, but about having control, confidence, and the freedom to make sound financial decisions,” ujarnya.

Berdasarkan hasil riset di Malaysia, indeks literasi keuangan masyarakat (MYFLIC Index) mengalami peningkatan dari 56,5 pada 2015 menjadi 59,1 pada 2024. Meski demikian, tingkat perilaku keuangan dan sikap terhadap pengelolaan keuangan cenderung menurun, menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik.

Prof. Fazli juga menyoroti bahwa sekitar 1 dari 4 masyarakat Malaysia mengalami kekurangan dana akibat meningkatnya biaya hidup, serta tingginya kasus kebangkrutan yang didominasi oleh kelompok usia produktif. Dalam konteks ini, literasi dan perilaku keuangan yang baik berperan penting dalam membangun daya tahan ekonomi individu dan keluarga.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan perilaku (behavioural approach) dalam pendidikan keuangan agar masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga mampu bertindak secara finansial bijak.

“Financial literacy must be activated through behaviour. Knowledge alone is not enough without good financial habits,” jelasnya.

Melalui kuliah tamu ini, peserta diajak memahami hubungan antara pendidikan keuangan, perilaku keuangan, dan kesejahteraan finansial, serta bagaimana literasi digital dan inovasi teknologi keuangan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di era modern.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen FEB UNS dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan literasi keuangan, perilaku keuangan yang bertanggung jawab, dan inklusi finansial yang berkelanjutan.