Mempersiapkan Akuntan Masa Depan: Magister Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Mahasiswa Baru dan Guest Lecture
Program Studi Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan rangkaian acara Orientasi Mahasiswa Baru yang dibalut dengan Guest Lecture “Governance Professional serta Sharing Session with Alumni, Jumat 13 Februari 2026 di Ruang Telekonferen FEB UNS.
Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami arah akademik sekaligus peluang karier strategis di kancah internasional.
Acara dibuka oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Akuntansi, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D. Dalam sambutannya, Kaprodi menyampaikan apresiasi atas bergabungnya para mahasiswa baru dan menekankan bahwa kurikulum Maksi UNS dirancang untuk membentuk akuntan yang adaptif terhadap perubahan global.

Sesi utama menghadirkan pakar internasional, Dr. Nazratul Aina Mohamad Anwar dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Dalam presentasinya yang dimoderasi oleh Muhammad Alif Nur Irvan, S.Ak., M.Acc., CPA, Dr. Nazratul mengupas evolusi peran Sekretaris Perusahaan menjadi Governance Professional.

Ia menekankan bahwa di era modern, tanggung jawab akuntan dan profesional tata kelola melampaui sekadar kepatuhan hukum (legal compliance), melainkan telah bergeser menjadi mitra strategis dewan direksi dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi organisasi.
Sesi berbagi pengalaman alumni menghadirkan sosok luar biasa, Antin Okfitasari, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., BKP., Asean CPA. Sebagai praktisi yang sukses mengelola kantor konsultan pajak dan jasa akuntan, Antin membagikan perjalanan kariernya yang multidisiplin, mulai dari akuntansi, hukum, hingga keterlibatannya di berbagai sektor.

“Cintailah profesi akuntansi dengan sepenuh hati. Pemahaman yang mendalam akan melahirkan kompetensi dan praktik etika yang kokoh,” ujar Antin. Ia juga menyoroti pentingnya reskilling dan pemanfaatan teknologi seperti cyber law dalam menghadapi tantangan profesi di daerah pedesaan hingga kota besar.
Diskusi panel tersebut juga menggarisbawahi fakta bahwa jumlah akuntan profesional di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan total populasi. Hal ini dipandang sebagai peluang besar bagi mahasiswa S2 Akuntansi untuk mengisi kekosongan tersebut, terutama melalui sertifikasi profesi dan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menutup rangkaian acara, pengelola program studi memaparkan arah akademik program Magister Akuntansi, mencakup: struktur kurikulum: fokus pada penguatan analisis data dan tata kelola, persyaratan tesis: panduan riset yang aplikatif dan inovatif serta fasilitas yang meliputi sumber daya perpustakaan dan laboratorium yang tersedia untuk mendukung kelancaran studi mahasiswa.

Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menjamin pendidikan tinggi akuntansi yang relevan dengan standar industri global; SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi): Mencetak tenaga ahli untuk memperkuat transparansi ekonomi nasional serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, & Kelembagaan yang Tangguh): Mendorong tata kelola organisasi yang etis, akuntabel, dan bebas korupsi melalui peran akuntan profesional.
