Laboratorium Bina Desa FEB UNS Bekali Mahasiswa dengan Strategic Marketing Tools untuk Pengembangan Ekonomi Desa
Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan penguatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha melalui pelatihan bertajuk Strategic Marketing Tools for Rural-Based Enterprises: Membangun Daya Saing Ekonomi Desa Berbasis Inovasi dan Kolaborasi.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa FEB UNS, menghadirkan Wisnu Adi Saputro, Area Sales Manager PT. Gawih Jaya Surabaya sebagai narasumber utama.
Kepala Laboratorium Bina Desa FEB UNS, Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program yang terus dikembangkan oleh Laboratorium Bina Desa untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan berbagai mitra eksternal.

“Acara ini merupakan salah satu seri kegiatan Laboratorium Bina Desa. Besok kami juga akan melaksanakan kegiatan bersama rekan-rekan dari HRD Klinik Pratama Sukoharjo, dan pada kesempatan berikutnya akan berkolaborasi dengan PLN. Kami berupaya agar layanan Laboratorium Bina Desa, baik kepada internal maupun eksternal, dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.
Yogi menambahkan bahwa kolaborasi yang dibangun tidak hanya sebatas kegiatan pelatihan, tetapi juga diarahkan pada pengembangan kerja sama yang lebih luas. Salah satunya adalah membuka peluang magang bagi mahasiswa serta menghadirkan praktisi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan langsung kepada sivitas akademika.
“Ke depan, ketika terdapat peluang dari mitra seperti PT Gawihjaya atau perusahaan lainnya, mahasiswa dapat memperoleh kesempatan magang. Sebaliknya, para praktisi juga dapat mengisi berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Bahkan, berbagai tantangan dan keresahan yang dihadapi perusahaan dapat menjadi ruang kolaborasi yang bisa kami respons melalui kajian, pendampingan, maupun program-program pengabdian,” jelasnya.
Dalam sesi pelatihan, Wisnu Adi Saputro membagikan berbagai strategi pemasaran yang relevan untuk meningkatkan daya saing usaha berbasis desa di tengah perkembangan ekonomi dan transformasi digital. Ia menekankan pentingnya memahami potensi lokal sebagai dasar dalam merancang strategi pemasaran yang efektif.

Materi yang disampaikan mencakup analisis potensi dan segmentasi pasar desa melalui pendekatan SWOT dan Value Proposition Canvas (VPC), strategi marketing mix (4P), penguatan branding produk lokal, hingga pemanfaatan berbagai platform digital sebagai sarana pemasaran yang efisien dan terjangkau.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada penggunaan berbagai digital tools seperti WhatsApp Business, Instagram, TikTok, Canva, dan marketplace untuk mendukung promosi dan perluasan pasar produk desa. Melalui berbagai contoh praktik dan studi kasus, mahasiswa diajak memahami bagaimana teknologi digital dapat menjadi jembatan antara potensi lokal dan pasar yang lebih luas.
Wisnu juga menyoroti pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi desa.
Menurutnya, keberhasilan usaha desa tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
“Ekonomi desa tidak dapat berdiri sendiri. Jejaring bisnis sangat penting untuk akses pasar, teknologi, dan dana. Prinsipnya adalah bersama lebih berdaya”, terangnya.
Menutup sesi pelatihan, Wisnu menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa memerlukan komitmen bersama yang bertumpu pada inovasi dan kolaborasi.
Ia menyampaikan bahwa “Ekonomi desa yang tangguh dan mandiri dapat dibangun dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan.”
Melalui kegiatan ini, Laboratorium Bina Desa FEB UNS terus menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kolaboratif antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat guna mendorong penguatan ekonomi desa yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4, 8, dan 17 melalui peningkatan kapasitas mahasiswa, penguatan ekonomi lokal, dan kolaborasi multipihak dalam pembangunan desa berkelanjutan.