18 Jun 2026

Dari Limbah Menjadi Nilai Tambah, Mahasiswa MESP UNS Belajar Ekonomi Sirkular di UMKM Desa Berjo

Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengajak mahasiswa belajar langsung mengenai praktik ekonomi sirkular melalui kunjungan ke Minions Winner Sumber Echo di Desa Berjo, Kabupaten Karanganyar, Rabu (16/6/2026).

Rombongan diterima langsung oleh pemilik usaha kripik pisang, Rifal Afandi, alumni S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS angkatan 2021, yang mengembangkan usaha pengolahan pisang dengan prinsip pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Assoc. Prof. Dr. Lin Woon Leong dari Taylor’s University Malaysia juga turut di kegiatan tersebut untuk melihat secara langsung bagaimana konsep ekonomi sirkular diterapkan dalam aktivitas usaha masyarakat.

Assoc. Prof. Dr. Lin Woon Leong menilai Minions Winner Sumber Echo sebagai sebuah hidden gem atau permata tersembunyi.

Menurutnya, usaha yang berada di wilayah pedesaan tersebut menunjukkan bahwa UMKM mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi melalui penerapan ekonomi sirkular.

“Kita mungkin mengira mereka hanya memproduksi makanan, tetapi ternyata mereka juga melakukan proses daur ulang yang luar biasa terhadap bahan-bahan yang ada. Ini sangat menarik karena dikembangkan oleh UMKM di daerah pedesaan, namun mampu menghasilkan nilai yang tinggi, terutama dalam penerapan ekonomi sirkular,” ujarnya.

Prof. Lin menjelaskan bahwa terdapat tiga praktik utama ekonomi sirkular yang terlihat di lokasi, yakni less waste, redesign, dan value creation. Hampir seluruh bagian dari pisang dapat dimanfaatkan, mulai dari buah hingga kulitnya, sehingga limbah yang dihasilkan sangat minim. Selain itu, pendekatan yang digunakan relatif sederhana dan tidak memerlukan teknologi tinggi, namun tetap mampu menciptakan nilai bagi masyarakat melalui produk yang dihasilkan.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam mendorong keberlanjutan UMKM. Menurutnya, dukungan berupa subsidi, regulasi, dan kebijakan yang memadai sangat dibutuhkan agar usaha-usaha seperti ini dapat terus berkembang.

Terkait pengembangan usaha, Prof. Lin menekankan bahwa penguatan merek atau branding menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Menurutnya, teknologi sederhana sudah cukup dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, namun usaha tetap memerlukan identitas dan merek yang kuat agar semakin dikenal oleh masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM. Menurutnya, kedua pihak memiliki peran yang sama penting dalam mendorong pengembangan ekonomi sirkular. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui riset dan pengembangan, khususnya pada aspek pemasaran, penguatan merek, serta penyempurnaan proses ekonomi sirkular, sementara implementasinya dilakukan oleh pelaku usaha.

Sementara itu, Kaprodi MESP FEB UNS, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan industri ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai implementasi ekonomi sirkular di masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat secara nyata potensi ekonomi sirkular yang dapat dikembangkan dan menjadi inspirasi dalam pembelajaran maupun penelitian.

“Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana ekonomi sirkular diterapkan di masyarakat. Ternyata ada potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dan dapat menjadi contoh bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular,” jelasnya.

Pemilihan Minions Winner Sumber Echo sebagai lokasi kunjungan juga didasarkan pada nilai-nilai yang ditemukan dalam proses produksinya. Jika selama ini masyarakat lebih banyak memanfaatkan buah pisang, di tempat tersebut berbagai bagian lain, termasuk kulit pisang dan hasil samping proses produksi, turut dimanfaatkan sehingga hampir tidak ada limbah yang tersisa.

Menurut Prof. Suryanto, pengalaman lapangan seperti ini diharapkan dapat mendorong lahirnya ide-ide kreatif mahasiswa untuk dituangkan dalam tugas akhir maupun karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi MESP UNS dalam mendampingi pengembangan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.

Ia berharap pengembangan ekonomi sirkular dapat terus diperkuat melalui pembelajaran, penelitian, dan pendampingan yang berkelanjutan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan model usaha berbasis ekonomi sirkular diharapkan mampu mendukung pemberdayaan masyarakat, membuka peluang kerja, serta meningkatkan produktivitas warga sekitar. Semakin banyak usaha serupa yang tumbuh dan melibatkan masyarakat lokal, semakin besar pula dampak yang dapat dihasilkan bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui pembelajaran langsung mengenai pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan dan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pelaku UMKM, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.