04 Mei 2026

Lab Bina Desa FEB UNS Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan: Bantuan Modal serta Pembiayaan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan dengan topik “Bantuan Modal serta Pembiayaan”.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Laboratorium Bina Desa FEB UNS yang diketuai oleh Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D, dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Hadir sebagai narasumber, Bagus Hendri Setiawan, PJ Regional Office Bank BTN Head Kantor Wilayah Sulawesi Maluku Papua, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Riset FEB UNS menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk membekali mahasiswa serta masyarakat desa dalam memahami akses pembiayaan dan bantuan modal.

“Kegiatan Lab Bina Desa ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang sektor perbankan, tetapi juga mampu mendukung masyarakat desa agar lebih sejahtera melalui penguatan kegiatan perekonomian,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemahaman tentang pembiayaan modal akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, baik untuk berkarir di sektor keuangan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Sebagai narasumber, Bagus Hendri Setiawan membagikan pengalaman praktisnya dari sudut pandang perbankan, khususnya dalam mendukung sektor UMKM di Indonesia.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perbankan memiliki peran penting sebagai lembaga intermediasi yang menyalurkan dana masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan kepada sektor-sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bagus menjabarkan materi pelatihan melalui empat pokok pembahasan yang saling berkaitan.

Pertama, ia memberikan gambaran umum mengenai kondisi UMKM di Indonesia, termasuk kontribusinya yang mencapai 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta perannya sebagai tulang punggung perekonomian.

Kedua, ia menjelaskan peran BTN dalam pemberdayaan UMKM, terutama melalui program Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijalankan bersama kementerian terkait.

Selanjutnya, ia memaparkan inovasi dan transformasi digital BTN yang menghadirkan efisiensi layanan perbankan melalui teknologi Decision Engine dan berbagai solusi digital untuk pelaku usaha.

Terakhir, ia menekankan pentingnya laporan keuangan bagi UMKM sebagai instrumen utama dalam mengukur kinerja dan kesehatan bisnis, mencakup laporan laba rugi, posisi keuangan, dan catatan keuangan.

Menurut Bagus, pertumbuhan kewirausahaan menjadi indikator penting kemajuan suatu negara.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sektor swasta, terutama UMKM, memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional. Oleh karena itu, perbankan hadir untuk memperluas akses pembiayaan, pendampingan, dan literasi keuangan,” ujarnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen FEB UNS untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dan masyarakat desa dalam pengelolaan bisnis dan keuangan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami bagaimana perbankan mendukung pembiayaan usaha serta mengelola laporan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan Lab Bina Desa FEB UNS ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui peningkatan literasi keuangan, akses permodalan, dan transformasi digital, kegiatan ini turut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi inklusif dan berdaya saing bagi masyarakat desa dan generasi muda.