Guest Lecture Hadirkan Tiga Pembicara RUDN University Russia
Pembahasan terkait keberlanjutan, kesenjangan, serta peran ekonomi digital saat ini menjadi topik diskusi yang menarik mengingat cepatnya proses digitalisasi dan transformasi teknologi.
Kondisi transformasi yang sangat dinamis ini kemudian menumbuhkan pertanyaan kritis terkait peran dari kemajuan teknologi dalam menunjang penggunaan sumberdaya berkelanjutan.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyajikan sebuah agenda Kuliah Tamu untuk membahas topik tersebut.
Menghadirkan tiga narasumber dari RUDN University Russia, gelaran Kuliah Tamu tersebut dilaksanakan pada hari Senin 18 November 2024, di Aula Konimex FEB UNS.

Ketiga pembicara yang hadir sebagai narasumber pada agenda tersebut adalah Prof. Svetlana Ratner dari RUDN University Russia, Assoc. Prof. Svetlana Balashova, Head of Economic and Mathematical Modelling Department RUDN University Russia sekaligus Executive Director dari International Center for Emerging Markets Research (ICEMR), dan Assoc. Professor. Konstantin Gomonov yang juga hadir dari RUDN University.
Dalam paparan-nya, Prof. Svetlana Ratner menyampaikan materi berjudul “ESG investments for sustainable future: financial instruments for green projects.”
Mengawali materinya, Prof. Svetlana menjelaskan bahwa ESG adalah cara untuk memilih aset portofolio sesuai dengan kriteria environment (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola). Lebih lanjut, beliau menjelaskan terkait sejarah perkembangan ESG hingga aspek yang menghambat perkembangan ESG.
Svetlana Balashova dengan tajuk materi “Inequality and Digitalization.” Dalam paparannya terdapat tiga topik utama yang dibahas antara lain cara mengukur inequality (kesenjangan), definisi dari kesenjangan kesempatan, dan bagaimana transformasi digital mempengaruhi kesenjangan. Menurut beliau, ketersediaan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keterampilan digital di kalangan masyarakat telah menjadi fokus perhatian di banyak negara di dunia modern. Meskipun begitu, untuk mengurangi kesenjangan digital tidaklah cukup hanya dengan mengembangkan infrastruktur TIK saja, tetapi untuk meningkatkan kualitas hidup perlu meningkatkan tingkat literasi digital dan kecakapan TIK.
Konstantin Gomonov menjelaskan tentang “Analysis of the level of development of the circular economy (using the example of the European Union countries).” Menurutnya ekonomi sirkuler (circular economy) memiliki tujuan untuk menyelaraskan kegiatan ekonomi dengan keberlanjutan ekologi. Sementara dalam risetnya, ekonomi sirkuler seringkali dianalisa menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) dan Object-Oriented Approach.
