FEB UNS Gelar Workshop Penajaman Competency Goals dan Learning Objectives Rumpun Manajemen dan Bisnis
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terus memperkuat komitmennya dalam meraih akreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB).
Sebagai langkah strategis penyusunan dokumen laporan akreditasi, FEB UNS menyelenggarakan Workshop Penajaman Competency Goals dan Learning Objectives secara daring, Kamis (15/10/2026).
Workshop ini berfokus pada penataan kurikulum dan sistem penjaminan mutu pembelajaran (Assurance of Learning/AOL) untuk standar Learner Success, khususnya bagi program studi dalam rumpun ilmu manajemen dan bisnis.

Dalam pengantarnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa FEB UNS telah berhasil melewati tahapan Business Unit Application (BUA) serta Eligibility Application (EA).
Saat ini, fakultas memasuki tahap awal penyusunan laporan akreditasi dengan membentuk tim kerja yang terbagi dalam tiga standar utama, yakni Learner Success, Strategic Management, dan Impact.
Mengingat FEB UNS menaungi lima Program Studi S1, tiga Program Studi S2, dan satu Program Studi S3 dengan tiga peminatan, pendekatan penataan kurikulum dilakukan secara terarah per rumpun ilmu.
“Saat ini FEB UNS sudah melewati tahapan EA dan masuk dalam tahapan awal akreditasi AACSB. Kami berharap melalui workshop ini dapat memperoleh penajaman dan masukan agar kurikulum pada rumpun bisnis dan manajemen dapat selaras (align) dengan standar global AACSB,” ungkap Prof. Tri Mulyaningsih.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa penyelarasan outcome pembelajaran tingkat fakultas menjadi landasan krusial dalam menjaga serta meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi dan bisnis.
“Pembahasan kurikulum ini sangat penting karena kami sedang berupaya merancang outcome fakultas untuk kualitas pendidikan ekonomi dan bisnis. Kami sangat membutuhkan masukan, arahan, serta tips and tricks dari SBM ITB yang telah terakreditasi AACSB,” tegas Prof. Bhimo Rizky Samudro.

Dalam sesi paparan materi, pakar akreditasi dari School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Nur Arief Rahmatsyah Putranto, S.T., M.HRMHons., menjelaskan bahwa proses perancangan kurikulum AACSB diawali dengan penetapan Competency Goals (CG) yang diturunkan dari profil lulusan (graduate profile) dan peluang karier (career opportunities). CG tersebut kemudian didetailkan menjadi Learning Objectives (LO), dikembangkan dengan rubrik penilaian, dipetakan ke dalam mata kuliah, diukur, dan dianalisis untuk menjalankan evaluasi kurikulum secara berkelanjutan (closing the loop). AACSB mewajibkan setiap lembaga minimal telah membuktikan pelaksanaan satu siklus closing the loop.
Nur Arief juga menggarisbawahi prinsip mendasar AACSB terkait struktur visi dan misi lembaga. “AACSB tidak mengenal visi dan misi di tingkat program studi; yang ada hanyalah visi dan misi pada tingkat fakultas atau sekolah,” jelas Nur Arief. Oleh karena itu, Competency Goals yang disusun di tingkat prodi harus menunjukkan keselarasan (alignment) langsung dengan misi fakultas.
Terkait jumlah Competency Goals, Nur Arief merekomendasikan agar setiap program studi menetapkan sekitar 3 hingga 5 CG.
“Competency goals adalah janji kita kepada mahasiswa dan orang tua bahwa ketika lulus mereka akan memiliki keahlian tersebut. Jika terlalu banyak, fokus pembentukan kompetensi mahasiswa justru terbagi dan menambah beban evaluasi,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun keunikan (uniqueness) dan diferensiasi target karier lulusan antar-jenjang pendidikan.
Workshop juga diisi dengan pembahasan kurikulum Program Studi S1 Manajemen oleh Kaprodi S-1 Manajemen Prof. Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., SHRM-CP dan Kaprodi S-1 S1 Bisnis Digital, Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech., Ph.D.. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Task Force AACSB FEB UNS, Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D., para ketua program studi, serta anggota tim task force FEB.

Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penjaminan mutu kurikulum berstandar internasional, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menyelaraskan profil lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja global.
