16 Okt 2026

Siapkan Lulusan Hadapi Industri Keuangan Digital, Lab Fintech FEB UNS Gelar Pelatihan “Career Path in the Fintech Industry”

Laboratorium Financial Technology (Lab Fintech) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Career Path in the Fintech Industry“, Jumat (09/10/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini digelar untuk membekali para mahasiswa dengan wawasan mendalam serta kesiapan keterampilan dalam menghadapi perkembangan industri teknologi finansial.

Kepala Laboratorium Fintech, Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M., M.A.,CFP, dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa potensi karir bagi lulusan perguruan tinggi saat ini tidak hanya terbatas pada lembaga keuangan konvensional, melainkan terbuka lebar di lembaga keuangan berbasis teknologi.

“Melalui pelatihan ini, mahasiswa dapat mulai mempersiapkan apa saja yang diperlukan di industri fintech serta keahlian apa yang dicari,” ungkap Wahyu Trinarningsih.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan secara penuh serta kelulusan ujian pretest dan post-test dalam pelatihan ini menjadi salah satu syarat wajib kelengkapan sertifikasi bagi mahasiswa semester 7 yang hendak mendaftar ujian skripsi.

Hadir secara daring dari Sydney, Australia, narasumber utama, Clarissa Alvina Gunawan, alumni FEB UNS yang saat ini menempuh studi Master of Commerce (spesialisasi Strategi, Inovasi, dan Manajemen SDM) di UNSW Business School.

Clarissa menjelaskan pentingnya pemahaman atas fungsi-fungsi pekerjaan (job functions) di perusahaan fintech agar mahasiswa dapat mengomunikasikan kualifikasi dirinya secara tepat saat proses wawancara kerja.

Clarissa menyoroti bahwa meski motivasi finansial dan tawaran gaji tinggi kerap menjadi daya pikat utama mahasiswa, hal tersebut tidak cukup untuk menghadapi beban kerja serta tantangan industri jika tidak diimbangi dengan pemahaman peran yang sesuai.

Lebih lanjut, Clarissa memetakan berbagai divisi utama yang relevan bagi lulusan rumpun Ekonomi, Bisnis, Akuntansi, dan Bisnis Digital: Product Management and Design: Berfokus menganalisis kebutuhan pengguna secara berkelanjutan dan merancang alur pengalaman pengguna (user journey) pada aplikasi; Marketing: Bertugas merancang strategi peluncuran produk atau inisiatif bisnis untuk mencapai target bisnis dan finansial perusahaan. Peran ini membutuhkan pemikiran strategis, jangka panjang, kemampuan analitis, serta sikap persuasif; Operations: Menopang aktivitas bisnis harian agar berjalan secara efisien dan akurat, serta terus mengidentifikasi perbaikan proses bisnis (business process improvement). Peran ini memerlukan pribadi yang berorientasi pada solusi (solution-oriented), terorganisir, dan adaptif.

Di samping pemetaan peran, Clarissa mengulas tantangan otomatisasi dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang telah mempermudah pekerjaan rutin seperti pengumpulan data, jawaban customer service, dan pembuatan laporan.

Clarissa menegaskan pentingnya mempertahankan keterampilan khas manusia (human skills) yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Terdapat empat keterampilan utama yang wajib diasah oleh mahasiswa: Critical Thinking: Kemampuan mengevaluasi informasi, menguji draf buatan AI, dan mengambil keputusan bisnis strategis berbasis human judgement; Effective Communication: Keterampilan berkolaborasi lintas departemen, menyederhanakan gagasan, dan melakukan persuasi; Adaptability: Kecepatan dalam mempelajari dan menyesuaikan diri dengan perangkat teknologi baru; serta Digital Literacy: Kecakapan memberikan instruksi (prompting) serta menantang output AI agar sesuai dengan tujuan kerja.

“Sebetulnya persaingan itu bukan antara manusia dengan AI, tapi antara manusia yang bisa menggunakan AI dengan baik versus dengan manusia yang tidak bisa menggunakan AI,” tegas Clarissa.

Rangkaian pelatihan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif serta pengerjaan post-test oleh para peserta sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi.

Pelatihan ini mendukung ketercapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Meningkatkan literasi digital dan kecakapan praktis mahasiswa sesuai kebutuhan industry; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Menyiapkan talenta muda yang adaptif dan berdaya saing tinggi untuk mengisi sektor pekerjaan digital dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Mendorong kesiapan SDM dalam mendukung perkembangan inovasi teknologi finansial nasional.