Dorong Literasi Finansial Mahasiswa, FEB UNS Gelar Seri Kelas Pasar Modal “INVESTALK: The Investor Mindset”
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Bank Mandiri menggelar Seri Kelas Pasar Modal Mahasiswa: INVESTALK – The Investor Mindset yang berlangsung di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali mahasiswa dengan kesadaran finansial, kemampuan mengelola arus kas, serta pemahaman investasi pasar modal secara bijak sejak dini.
Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB UNS, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA., menyampaikan apresiasi atas sinergi strategis antara Bank Mandiri dan Universitas Sebelas Maret.
Dalam arahannya, Sutaryo menyoroti kehadiran narasumber utama yang merupakan alumni FEB UNS Akuntansi angkatan 2004 sebagai bukti nyata kualitas lulusan kampus di tingkat nasional.

“Ini memberikan contoh dan gambaran nyata bahwa lulusan UNS memiliki daya saing tinggi dan mampu menduduki posisi manajemen puncak di lembaga keuangan terkemuka,” ujar Sutaryo.
Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa mengelola sumber daya terpenting mereka selama masa perkuliahan.
“Aset terbesar mahasiswa adalah waktu, maka pemanfaatan waktu sebagai bentuk investasi itu sangat penting dimulai dari sekarang,” tegasnya.
Sesi pemaparan materi utama bertajuk “The Art of Not Being Broke: A Crash Course in Money, Markets & Mindset” disampaikan oleh Adity Indarani (Dinda), Vice President Bank Mandiri. Dinda mengajak mahasiswa merestrukturisasi financial mindset dan memahami bahwa kondisi keuangan seseorang dipengaruhi oleh keputusan-keputusan kecil sehari-hari.
Ia menguraikan empat pilar utama pengelolaan keuangan, yaitu Mindset (mengatasi fenomena FOMO dan herd mentality), Money (mengatur cash flow sehat antara survival, lifestyle, dan future), Market (memahami instrumen investasi), serta Move (eksekusi rencana aksi yang terukur).
Dinda juga memperingatkan peserta untuk bersikap kritis terhadap maraknya investasi bodong dan tren spekulatif di kalangan anak muda. “Tidak ada investasi dengan imbal hasil yang dijamin tanpa risiko.
Waspadai sinyal bahaya seperti janji keuntungan pasti, desakan transaksi yang terburu-buru, serta ketidaktransparanan legalitas,” jelasnya. Mengakhiri pemaparannya, Dinda memberikan pesan penutup: “You don’t need to be rich to start. Build assets, not just aesthetics,” yang menekankan bahwa tujuan berinvestasi adalah membangun kebebasan dan pilihan finansial di masa depan, bukan sekadar terlihat kaya.

Sementara itu, Saijan, Team Leader PT Mandiri Sekuritas, memaparkan materi teknis terkait pengenalan instrumen pasar modal seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Saijan mengedukasi peserta mengenai perbedaan analisis fundamental yang berbasis kinerja keuangan emiten untuk investasi jangka panjang, dengan analisis teknikal untuk membaca pergerakan harga pasar. Selain itu, ia memperagakan langkah praktis memulai investasi secara aman melalui platform digital Growin’ by Mandiri Sekuritas, mulai dari pembuatan Single Investor Identification (SID), aktivasi Rekening Dana Nasabah (RDN), hingga analisis instrumen investasi secara transparan.
Kegiatan edukasi ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan literasi keuangan yang inklusif dan aplikatif, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali generasi muda keterampilan manajemen finansial dan partisipasi aktif dalam penguatan ekonomi nasional melalui pasar modal.